Seperti halnya pada bidang-bidang lainnya yang memerlukan informasi mengenai posisi, dan kecepatan waktu, GPS juga akan punya peranan yang cukup penting bagi bidang SIG. Secara umum ada lima hal yang dapat dilakukan oleh GPS untuk SIG, yaitu 

(1) GPS membawa SIG ke lapangan, 
(2) GPS sebagai pendigitasi bumi, 
(3) GPS untuk pemanggilan data dan analisis, 
(4) GPS untuk pengujian lapang (ground truthing) dan 
(5) GPS sebagai pengkoreksian (Hasanuddin. 1995). 

Penjelasan lebih lanjut mengenai teknologi GPS dapat dibaca pada buku GPS yang tersedia di masyrakat umum.

1. GPS Membawa SIG ke lapangan
GPS dapat diletakkan pada sarana yang bergerak seperti mobil atau sarana lain. Contoh yang jelas adalah sistem peta elektronik yang sekarang mulai banyak digunakan untuk sistem navigasi kapal laut ataupun mobil. Masing-masing terdapat dalam bentuk ECDIS (Electronic Chart Display and Information System) ataupun Autonomous ITS (Intelligent Vehicle Highway Systems). Dalam hal ini SIG bergerak dengan kendaraan yang bersangkutan dan GPS memberikan posisinya dari waktu ke waktu. Contoh kedua yang berkaitan dengan kemampuan GPS untuk membawa SIG ke lapangan adalah sistem pengelolaan kendaraan seperti sistem fleet management ITS. Dalam hal ini SIG-nya diam. Dan receiver GPS yang ditempatkan pada setiap kendaraanlah yang bergerak serta melaporkan posisi dan pergerakannya ke SIG.

2. GPS Sebagai Pendigitasi Bumi
GPS dapat digunakan sebagai pendigitasi bumi dalam rangka pembangunan basis data dari suatu SIG. Dalam hal ini, GPS receiver bertindak sebagai kursor dan digitizer tiga dimensi sedangkan bumi sebagai meja digitasinya. Dalam hal ini penggunaan GPS dapat berperan dalam mempercepat pembangunan suatu basisdata spasial ataupun dalam pembuatan peta elektronik (peta dijital). Aplikasi nyata dalam hal ini antara lain adalah pembuatan peta jalan untuk keperluan pengelolaan transportasi (Cromer, 1990). Dalam konteks transportasi darat, contoh aplikasi ini bisa dilihat pada sistem navigasi Inventory ITS.
Fungsi lanjutan dan pendigitasian bumi maka hal ini juga dapat diterjemahkan ke fungsi pemantauan permukaan bumi, misalnya kerusakan lingkungan ataupun kemungkinan pergerakan permukaan bumi. Dibandingkan dengan pendigitasian secara konvensional yang umum digunakan, pendigitasian dengan GPS ini punya beberapa keuntungan seperti: ketidakbergantungannya pada ketersediaan peta, ketelitiannya yang tidak bergantung pada skala, serta kemampuannya untuk mendigitasi obyek-obyek di lapangan yang berukuran kecil yang umumnya tidak nampak pada peta atau tidak dapat diidentifikasi pada peta udara atau citra satelit.Walaupun untuk menjadi data yang siap diolah masih memerlukan pcosedur yang tidak terlalu sederhana, misalnya melalui proses interpolasi, pembuatan proses 3-dimensi, dan lain-lain.

3. GPS Sebagai Pengkorelasi Data
Dalam pembangunan suatu basis data SIG, GPS juga dapat berperan sebagai pengkorelasi data, baik di dalam suatu basis data, maupun antar beberapa basis data. Dalam konteks basis data tertentu, GPS dapat memberikan suatu datum (sistem referensi). Sistem ini mampu menentukan posisi yang unik dan konsisten serta ketelitian posisi yang homogen untuk seluruh data sehingga analisis dan pengambilan keputusan yang didasarkan pada basis data yang bersangkutan dapat memberikan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
Karena GPS juga dapat melakukan hal yang sama untuk basis-basis data lainnya dan SIG yang berbeda-beda, maka secara tidak langsung GPS juga dapat digunakan untuk mengkorelasikan basis-basis data yang berbeda dalam hal datum dan ketelitian posisi dan data, sehingga SIG yang satu dapat ‘berkomunikasi’ dengan SIG lainnya secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. Data yang telah berhasil dikorelasikan GPS selanjutnya dapat dianalisis hubungannya baik melalui analisis yang bersifat melihat kesamaan data dalam bentuk ruang, seperti outokorelasi, maupun dengan perhitungan statistik biasa seperti analisis regresi dan nilai korelasinya.

4. GPS Sebagai Sarana Pegujian Lapang
GPS juga dapat digunakan untuk keperluan pengujian lapang dalam proses pembangunan suatu basis data, yaitu untuk menyelesaikan inkosistensi antara informasi di peta dan di lapangan, dan juga untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan informasi posisi obyek¬obyek tertentu yang diberikan oleh peta. Karena GPS dapat memberikan posisi yang relatif teliti kapan saja, dimana saja, tanpa bergantung pada cuaca maka proses pengujian lapang dengan GPS ini akan menjadi sangat efektif dan efisien, terutama jika ditinjau dari segi biaya dan waktu pelaksanaannya.
Pengujian paling mudah dengan saran dalam aspek lingkungan adalah membuat batas suatu unit pemantauan khususnya jika kawasan tersebut sebelumnya belum ditata dengan baik. Dengan adanya perbaikan data ini maka proses analisis selanjutnya dapat dilakukan dengan baik. Manajemen data yang bersifat memperbaiki ini merupakan tempat aplikasi yang masih luas di negara kita karena banyak data ruang belum diperbaiki secara geometri atau memang disengaja seperti data spasial di BPS.

5. GPS sebagai Perangkat Pembantu Analisa
Dengan menggunakan informasi posisi maka waktu analisis dan pemanggilan data dan basis data dalam suatu proses pengambilan keputusan dan pencarian informasi dengan SIG dapat dipercepat. Misalnya menggunakan informasi posisi yang diberikan oleh GPS, seseorang dapat dengan cepat mengetahui nama pemilik tanah maupun jenis tanah di lahan tempat orang tersebut. Dalam kasus pengelolaan transportasi, informasi posisi yang diberikan GPS misalnya juga sangat membantu dalam penentuan rute terpendek dan juga terbaik antara lokasi pengguna dengan tujuan. Dengan penggabungan dengan berbagai SIG yang dapat memberikan hambatan untuk berbagai tipe jalan maka jalur yang diplih menjadi lebih benar.