BATASAN
Eritroderma adalah istilah untuk segala keadaan klinik dimana terjadi keradangan kulit yang sangat luas, yang mencapai lebih dari 90% luas permukaan kulit tubuh.

PATOFISIOLOGI
Eritroderma merupakan keradangan kulit yang bisa berasal dari bermacam-macam penyakit.
Penyebab yang tersering pada dewasa :
– Golongan 40%
– Psoriasis 25%
– Limfoma dan leukemia 15%
– Efek samping obat 10%
– Lain-lain (penyakit heredier, pemfigus, skabies, dll) 10%
Karena penyebabnya berbeda-beda, maka kelainan dalam segi patologipun juga berbeda, sesuai dengan faktor penyebab eritroderma tersebut.

GEJALA KLINIS
Pada eritroderma yang disebabkan oleh golongan dermatitis/eczema dan limfoma/ leukemia, biasanya timbul dalam waktu singkat. Dimulai dengan bercak eritem yang cepat sekali meluas. Bisa disertai dengan demam, menggigil serta melaise yang tidak terlalu berat. Bercak eritem tersebut biasanya mencapai keseluruhan permukaan tubuh dalam 12 – 48 jam.
Selanjutnya diikuti dengan timbulnya deskuamasi dalam 2 – 6 hari, seringkali dimulai di daerah-daerah lipatan kulit. Seluruh kulit tampak kemerahan, mengkilat dan mengelupas serta teraba panas dan menebal pada palpasi.
Penderita merasa kulitnya ketat, gatal atau kadang-kadang terasa panas seperti terbakar.
Setelah eritroderma berlangsung beberapa minggu, rambut kepala dan tubuh bisa rontok, jua kuku jadi menebal dan kasar.
Cara pemeriksaan dan diagnosa :
a. Anamnesa : perlu ditanyakan hal-hal yang menjurus pada penyebab awal dari penyakit yaitu :
– onset penyakit (mendadak/berangsur-angsur)

Cara pemeriksaan klinis :
– keadaan umum penderita (terutama bila penderita tua atau balita) perlu diperhatikan, apakah ada tanda-tanda dehidrasio, menggigil, dll).
– tensi/nadi/temperatur dan pernafasan diperhatikan.
– luasnya eritema (% permukaan tubuh), bentuk dari skwama (tebal dan transparan/ halus), adalah daerah yang eksematus/basah, adakah crecking/erosi, dsb.
– periksa keadaan kulit kepala dan rambut serta kuku.

b. Pemeriksaan Laboratorium
– pemeriksaan rutin DL/UL/FL
– pemeriksaan BD plasma bila ada kecurigaan defisit cairan tubuh.
– pemeriksaan elektrolit bila ada kelainan dalam pernafasan.
– pada orang-orang tua bila perlu diperiksa EKG.
– pemeriksaan apus darah tepi untuk menyingkirkan kemungkinan adanya leukemia.
– pemeriksaan histopatologi diperlukan untuk mencari underlying disease, meskipun tidak selalu bisa.
– pemeriksaan KOH/skabies bila ada petunjuk ke arah tersebut.
c. Diagnosa
Ditegakkan bila ditemukan secara klinis keradangan kulit yang eritemamtus di-sertai deskuamasi, yang meliputi daerah yang luas hingga mencapai 90% atau lebih luas permukaan tubuh.
Sebaiknya diagnosa Eritroderma dilanjutkan dengan keterangan penyakit kulit atau sistemik yang menjadi penyebabnya, misalnya :
– eritroderma dengan dasar Psoriasis.
– eritroderma dengan dasar dermatitis kontak, dsb.

DIAGNOSA BANDING
Eritroderma tidak perlu diagnosa banding, tetapi yang perlu DD/adalah penyebabnya, yaitu :
1. Dermatitis (kontak/atopik/dll).
2. Psoriasis
3. Drug eruption
4. Limfema/leukemia
5. Pemfigus
6. Ichthyosiform crythroderma
7. Pityriasis rubra pilaris
8. Lichen planus
9. Dermatofitosis
10. Skabies

PENYULIT
Penyulit-penyulit yang bisa terjadi yaitu :
– Hipotermi
– Dekompensasi kordis
– Kegagalan sirkulasi perifer
– Tromboflebitis
– Infeksi sekunder pada kulit, paru.

PENATALAKSANAAN
Setelah diagnosa ditegakkan, penderita sebaiknya dirawat baring di bangsa.
a. Perawatan umum
– perbaikan cairan tubuh
– eliminasi faktor-faktor pencetus antara lain :
– diet pantang ikan laut/alergi
– hindari sinar matahari
– mandi tanpa sabun
– pemberian kortikosteroid secara sistemik dengan cara “tappering off” : Prednison 3 x 10 mg, 2 x 10 mg, 1 x 10 mg, dst.
atau Dexametason 3 x 10 mg, 2 x 1 mg, dst.
– bila perlu dapat diberikan antibiotika untuk mencegah infeksi sekunder :
– Eritromisin 4 x 250 mg/hari selama 7 – 10 hari.
atau – Chloramfenikol 4 x 250 mg/hari selama 7 – 10 hari.
atau – Tetrasiklin 4 x 250 mg/hari selama 7 – 10 hari.
– Antihistamin/antipruritus : CTM 3 x 1 tablet

b. Perawatan topikal
– bila masih menggigil, penderita tidak boleh mandi dulu. Setiap pagi seluruh tubuh diolesi oleum cocos.
– bila eritema sudah mereda dapat diberikan bedak Talc. Aidum Salisilikum 0,5% atau 1%.
– Untuk kulit yang terlalu kering dapat igunakan krim Hidrokortison 1%.

DAFTAR PUSTAKA
1. Moschella, S.L. Pilsbury, D.M; Hurleyu, H.J. ; Dermatology, 1 st Edition WB Saunders Co, 1975, pp 448 – 454.
2. Arnold, H. L. Odom, R.B., James, W.D. : Andrew’s Diseases of the skin; 8th ed. WB Saunders Co, Philadelphia, London, Toronto, 1990, pp 223 – 226.
3. Rook, A: Wilkinsons, D.S.; Ebling, F.J.F.; Text Book of Dermatology, 4th Eedition; Blackwell Scientific, Publ, 1986, pp 408 – 412.
1. Korting, G.W. Denk, R.; Differensial Diagnosis; Dermatology, 1st ed, WB Saunders Co, 1976.