Keberadaan bentos di tambak dalam jumlah tertentu memberi manfaat membantu dalam proses dekomposisi dan mineralisasi material organik yang memasuki perairan, namun terkadang keberadaannya sangat tidak diharapkan. Hal ini disebabkan bentos dapat merugikan dan menjadi hama dalam tambak. Menurut Murtidjo (2002), hama tambak diklasifikasi menjadi 3 golongan berikut:

  1. Hama pengganggu, merupakan hama yang suka merusak lingkungan tambak, misalnya: membuat bocor pematang dan merusak pintu air. Hama-hama tersebut secara umum berupa ketam, udang tanah, remis penggerek, teritip, dan tiram.
  2. Hama penyaing , merupakan hama yang dapat menyaingi nener dalam berebut tempat, makanan maupun oksigen. Hama-hama tersebut secara umum berupa siput (trisipan, congcong), ketam-ketaman, dan udang kecil.
  3. Hama pemangsa, hama paling berbahaya dan sangat merugikan. Hama paling berbahaya adalah kepiting.