1.     Pengertian
Perhatian adalah bagian dari segala psikis yang sangat penting dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu untuk mencapai suatu tujuan perlu adanya rangsangan yang dapat menarik perhatian seseorang. Sardjoe menjelaskan di dalam bukunya Psikologi Umum sebagai berikut :
Perhatian itu merupakan reaksi umum dari organisme dan kesadaran, yang menyebabkan bertambahnya aktifitas dalam konsentrasi dan pembatasan kesadaran terhadap suatu obyek (Kartono, 1984 : 154)
Seorang guru mempunyai tugas yang berat yaitu mendidik, membimbing, menasehati, mengarahkan, memberi dan menjadi tauladan bagi siswanya selain itu juga memberi motivasi agar siswanya selalu memiliki perhatian terhadap pendidikan terutama Pendidikan Agama Islam. Dengan perhatian siswa yang sungguh-sungguh terhadap Pendidikan Agama Islam maka pendidikan tersebut akan berhasil dengan baik sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan.
2.     Macam-macam Perhatian
Ada beberapa macam perhatian yaitu :
1.      Perhatian spontan yang disengaja
·         Perhatian spontan, spontan atau perhatian asli yang disebut juga perhatian langsung adalah perhatian yang timbul dengan sendirinya karena tertarik pada sesuatu, bukan karena dorongan kemauan.
·         Perhatian disengaja adalah perhatian yang timbul karena dorongan kemauan atau karena adanya tujuan tertentu. Misalnya seorang anak mendapat dorongan dari orang tuanya supaya rajin mengaji di Masjid dan oleh keinginannya sendiri, maka setiap saat perhatiannya terhadap pendidikan mengaji selalu kuat, karena besar atau kuat perhatiannya itu akan mengaji dengan tekun, rajin dan penuh tanggung jawab, karena ia telah menyadari bahwa mengaji itu merupakan kebutuhan hidupnya.
2.      Perhatian statis dan dinamis
·         Perhatian statis adalah perhatian yang tetap terhadap sesuatu. Dengan perhatian yang tetap itu, maka dalam waktu yang agak lama, perhatian akan menjadi kuat, misalnya : seorang siswa selalu memperhatikan pelajaran dan pendidikan agama Islam karena tertarik pada pendidikan Agama Islam makin lama perhatian siswa tersebut bertambah kuat, tidak mudah pindah ke obyek lain karena pendidikan tersebut cocok untuknya.
·         Perhatian dinamis ialah perhatian yang mudah berubah-ubah, bergerak atau pindah dari obyek yang satu ke obyek yang lain, agar perhatian kita terhadap sesuatu tetap kuat, maka perlu sering diberi perangsang baru.
3.      Perhatian konsentratif dan distributif
·         Perhatian konsentratif atau perhatian memusat yakni : perhatian yang hanya ditujuakan pada satu obyek atau satu masalah tertentu, misalnya: seseorang sedang berdo’a, saat itu jiwanya dipusatkan hanya untuk berdo’a kepada Allah saja perhatiannya tidak bercabang umumnya agak tetap, kukuh, kuat dan perhatiannya tidak mudah pindah ke obyek yang lain.
·         Perhatian distributif atau perhatian yang terbagi-bagi dengan perhatian ini orang dapat membagi-bagikan perhatiannya kepada beberapa arah dengan sekali jalan dan dalam waktu yang bersamaan, misalnya : guru sedang mengajar perhatiannya terbagi kepada materi pelajaran, sikap siswa, kondisi siswa dan lain-lainnya.
4.      Perhatian sempit dan perhatian luas
·         Perhatian sempit adalah perhatian yang mudah dipusatkan kepada suatu obyek yang terbatas, sekalipun berada pada tempat yang ramai, jiwanya tidak mudah digoda keadaan sekitarnya, tidak mudah mengalihkan perhatiannya ke obyek lainnya.
·         Perhatian luas adalah perhatian yang mudah tertarik oleh kejadian-kejadian di sekelilingnya, mudah dipengaruhi, mudah terangsang dan mudah mencurahkan jiwanya kepada hal-hal yang lain (Ahmadi, 1983: 99 – 100)
3.     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perhatian Siswa
Yang dapat mempengaruhi perhatian siswa ada dua faktor, yaitu :
1.      Faktor intern atau faktor pembawaan juga disebut faktor heriditas. Faktor ini timbul dari diri siswa itu sendiri karena tertarik pada sesuatu yang tidak didorong oleh kemauan.
2.      Faktor ekstern yang disebut faktor milieu atau faktor lingkungan. Faktor ini ada beberapa macam, misalnya faktor pendidikan. Jika di sekolah, yang mempengaruhi adalah guru yang memberikan pendidikan, bimbingan, nasehat, arahan, teladan dan motivasi, maka akan tumbuh perhatian siswa terhadap pendidikan agama Islam. Juga perhatian siswa bisa dipengaruhi dari teman-temannya dengan cara sering diajak belajar bersama, diajak mengaji, diajak bermain bersama. Kegiatan yang seperti ini akan mempengaruhi perhatian siswa, oleh karen itu siswa hendaknya dapat memilih teman yang dapat memberi pengaruh yang positif, agar dapat menumbuhkan perhatian siswa terhadap pendidikan khususnya pendidikan agama Islam. Jika siswa sedang berada di rumah, yang dapat mempengaruhi perhatiannya adalah keluarga terutama orang tua, oleh karena itu orang tua harus mendidik atau mendidik atau membimbing, menasehati, memberi atau menjadi teladan yang baik agar dapat menumbuhkan perhatian siswa terhadap pendidikan khususnya pendidikan Agama Islam.