Tanaman teh masuk pertama kali ke Indonesia pada tahun 1604, berupa biji teh dari Jepang yang dibawa oleh orang Jerman bernama Andrean Cleyer dan ditanam sebagai tanaman hias di Jakarta. Pada tahun 1694 seorang pendeta bernama F.Valentijn mengatakan bahwa telah melihat perdu the muda yang berasal dari Cina, tumbuhan di taman istana gubernur Jendral Camphys di Jakarta.

Cafein merupakan turunan dari purin disebut juga 1,3,7 tri-metil xantin. berat molekul 194,19 dengan susunan C = 49,48 %, N = 28,85%, dan H = 5,19%. Rumus molekulnya dalah C8H­18N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam teh berbeda-beda tergantung jenis teh hijau ayau teh hitam, iklim kondisi topografi tumbuhan dan metoda memprosesnya, rata-rata kandungan kafein dalam teh berkisar 2,0-4,6 %.Misalnya Chinese Black tea 2,6-3,6 %, Brazilian 2,2-2,9 % dan turkish 2,1-4,6%.

Kaffein merupakan turunan dari purin, disebut juga 1,3,7-trimetilxantin. Berat molekul 194,19 dengan susunan C = 49,48%, N = 28,85%, dan H = 5,19%. Rumus molekul C8H18N4O2. jumlah kandungan kaffein dalam teh berbeda-beda tergantung jenis teh hijau atau hitam, iklim, kondisi tropograpi tumbuhnya, dan metode memprosesnya. Rata-rata kandungan kaffein dalam teh sekitar 2,0 – 2,9 % dan Turkish 2,1 – 4,6 % (Soeworo, 1989).
Kafein merupakan turunan dari purin (Tri Metil Xantin) Berat molekulnya 194,19 dengan C = 49,48%, N = 28,85%, H = 5,19%. Rumus molekulnya C8H18N4O2. Jumlah kandungan protein dalam teh berbeda-beda tergantung tehnya (Soeworo,1989).
Tanaman teh yang masih muda sering diserang penyakit yang menimbulkan cacar yang kemudian mengering yang mengakibatkan lubang-lubang serangga, akan lebih para jika cuaca sering gelap untuk mencegahnya dapat dikendalikan dengan fungisida (Subiyakto, Sudarmo).
Kaffein didalam dunia kedokteran sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis rendah, kaffein berfungsi sebagai tambahan pembangkit stamina dan penghilang rasa lelah. Kaffein juga memiliki kemampuan menstimulasi otak. Karena itu di beberapa negara maju kaffein suda digunakan untuk mengatasi asma dan batu ginjal walaupun belum secara penuh didukung penelitian ilmiah.
Kaffein bekerja didalam tubuh dengan memilih alih reseptor adenosin dalam sel saraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin dan menyebabkan peningkatan tekanan darah, sekresi asam lambung dan aktifitas otot, serta perangsang hati untuk melepaskan senyawa gula pada aliran darah untuk menghasilkan energi ekstra. Kaffein bekerja dengan menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa dalam sel otak yang membuat orang mudah tertidur). Namun berbeda dengan ikatan adenosin asli dengan reseptor, kaffein tidak memperlambat gerak sel tubuh. Lama kelamaan sel tubuh tidak akan bekerja lagi terhadap perintah adenosin, sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar sediki gembira dan mata terbuka dengan lebar.
Setengah dari kandung kaffein yang diminum ternyata bisa bertahan beberapa jam dalam tubuh, sehingga mata susah terpejam. Kwalitas tidur akan berkurang dan terus akan menumpuk selama terus mengkonsumsi kaffein sehingga mengurangi kadar vitalitas tubuh.
Terlalu banyak kaffein dapat menyebabkan intoksikasi kaffein (mabuk akibat kaffein). Antara gejala penyakit ini adalah keresahan, kerisauan, insomania, keriangan, muka merah, kerap kencing (diuresis), dan gastrointestial. Gejala ini bisa terjadi walaupun hanya 250 mg kaffein yang diambil. Jika lebih 1 g kaffein diambil dalam satu hari, gejala seperti kejang otot (muscle twitching), kekusutan pikiran dan perkataan, aritmia kardium (gangguan pada denyut jantung) dan bergejolaknya psikomotor (psichomotor agitation) bisa terjadi. Intoksikasi kaffein juga bisa mengakibatkan kepanikan dan kerisauan.