Ada berbagai cara untuk menggolongkan jenis inflasi, dan penggolongan mana yang kita pilih tergantung pada tujuan kita.

1.   Penggolongan pertama didasarkan atas “parah” tidaknya inflasi (Boediono, 1985 : 162 ), dapat dibedakan dalam beberapa macam inflasi :
      1.   Inflasi ringan ( dibawah 10 % setahun )
      2.   Inflasi sedang ( antara 10 – 30 % setahun )
      3.   Inflasi berat ( antara 30 – 100 % setahun )
      4.   Hiperinflasi ( di atas 100 % setahun )
2.    Penggolongan atas dasar asal dari inflasi, dapat dibedakan dua macam :
1.   Inflasi yang berasal dari dalam negeri ( domestic inflation )
            Inflasi yang berasal dari dalam negeri misalnya karena defisit anggaran belanja yang dibiayai oleh pencetakan uang baru, panenan yang gagal dan sebagainya. Atau dapat dikatakan karena adanya interaksi permintaan-penawaran di dalam negeri. Dapat dikatakan bahwa kenaikan harga disebabkan karena adanya kejutan (shock)  dari dalam negeri, baik karena perilaku masyarakat maupun perilaku pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang secara psikologis berdampak inflatoar. Kenaikan harga terjadi secara absolute. Salah satu sumber inflasi ini adalah defisit anggaran belanja pemerintah. Pencetakan uang untuk membiayai defisit anggaran tersebut akan menyebabkan inflasi
2.    Inflasi yang berasal dari luar negeri ( imported inflation)
      Inflasi yang berasal dari luar negeri yang merupakan faktor eksternal yang menjadi asal dari terjadinya inflasi di sebuah negara. Faktor eksternal ini dapat dikatakan sebagai imported inflation. Imported inflation  adalah inflasi yang terjadi di dalam negeri karena adanya pengaruh kenaikan harga dari luar negeri. Kenaikan harga di dalam negeri terjadi karena dipengaruhi oleh kenaikan harga dari luar negeri terutama barang-barang impor atau kenaikan bahan baku industri yang masih belum dapat diproduksi di dalam negeri. Kenaikan harga barang impor, yang merupakan salah satu komponen Indeks Harga Konsumen, akan meningkatkan biaya produksi dan kemudian menyebabkan inflasi. Selain itu yang juga menyebabkan imported inflation  adalah perubahan nilai mata uang/kurs terhadap mata uang asing.