Pada dasarnya semua jenis tuna dapat dibudidayakan. Namun teknologi budidaya yang ada untuk saat ini masih terbatas pada jenis pemeliharaan tuna yang ditangkap/diperoleh dari alam. Sementara teknologi pemeliharaan tuna yang berasal dari pemijahan buatan belum berhasil karena rendahnya tingkat kelangsungan hidup.
Ada 7 jenis tuna yang dapat dibudidayakan yakni : Bluefin tuna (Thunnus thynnus); Southern bluefin tuna (Thunnus maccoyii ); blackfin tuna (Thunnus atlanticus), Yellowfin tuna (Thunnus albacares),  Albacore (Thunnus alalunga), Tuna mata besar (Thunnus obesus) dan tuna ekor panjang (Thunnus tonggol ).


Bluefin tuna
Dikenal pula sebagai “giant tuna” karena jenis ini memiliki tubuh terbesar (bisa mencapai 500 kg) pada golongan ikan tuna. Ikan ini memiliki wilayah distribusi yang luas dibelahan bumi utara, sejumlah besar tertangkap diperairan lautan jepang, dari atlantik utara dan dari laut mediteranian.
Untuk wilayah Jepang, ikan tuna hasil budidaya dikapalkan dari Wakayama, Okinawa dan Amami-Oshima; juga beberapa negara seperti Spanyol, Turki dan Meksiko mengekspor tunanya ke jepang. Pemilihan kualitas harga ditentukan oleh kulaitas daging dan warna.  Tuna toro atau belly adalah bagian daging tuna yang paling popular di jepang yang harganya bisa beberapa kali lipat dari bagian daging tuna lainnya.
  

Southern Bluefin Tuna
Di Jepang dikenal sebagai “Indian tuna”, ikan ini mirip dengan bluefin tuna hanya sedikit lebih kecil. Yang paling besar dapat mencapai panjan 2 meter dan berat kurang dari 200 kg.
Wilayah sebarannya meliputi belahan dunia selatan yang bisa ditangkap di wilayah perairan sekitar Australia, Selandia Baru dan Afrika Selatan. 

Australia mengekspor sekitar 8000 ton ke jepang. Telah dibudidayakan di daerah selatan Australia, tepatnya di Port Lincoln. Kualitas dagingnya mirip dengan bluefin tuna dan seperti halnya bluefin tuna, dagingnya dimanfaatkan sebagai sushi dan sashimi bernilai tinggi.


Tuna mata besar
Wilayah sebarannya cukup luas yang tersebar mulai dari daerah tropis hingga ke daerah beriklim empat kecuali laut mediteranian.  Disebut ikan tuna mata besar sebab memiliki ukuran  mata yang besar. Mereka bermigrasi musiman pada daerah selatan, samudera pasifik ,lautan hindia dan utara , Lautan Atlantik untuk mencari makanan dan memijah. Ia lebih kecil dari bluefin tuna. 
Jumlah hasil tangkapan adalah yang terbanyak dibanding jenis ikan tuna lainnya.  Karena jumlahnya yang banyak, harga ikan ini lebih murah dibanding bluefin tuna. Ukuran panjang tuna mata besar berkisar antara 20 – 37 inchi dan dapat hidup panjang lebih dari 9 tahun.  Mereka dapat memijah sepanjang tahun dalam gerombolannya dengan menghasilkan telur pada induk betina berkisar antara 3 – 6 juta telur.  Ikan ini biasa makan pada malam hari dari jenis ikan (mackerel),  cumi-cumi, udang yang ada dipermukaan hingga kedalaman 500 kaki


Yellow-finned Tuna
Tuna sirip kuning tersebar di daerah tropis di seantero dunia. Di Jepang mereka hidup di perairan hangat pada pertemuan arus panas di Hokkaido dan dapat ditangkap pada awal musim panas saat  bluefin tuna sedikit.  Philipina dan Guam mengekspor jenis tuna ini ke jepang. Dinamakan yellowfin karena pada sisi samping dan sirip ikan ini berwarna kuning.  jumlahnyadan pertemuan arus Umumnya yellowfin tuna dimanfaatkan untuk ikan tuna kaleng dan harganya lebih rendah dari tuna albacore.


Albacore atau Long-finned Tuna
Memiliki beberapa nama seperti Pasifik albacore, tombo dan “tuna putih”, tersebar luas pada perairan hangat dunia di utara Pasifik dan Kepulauan Hawaii. Mereka mempunyai daging yang agak kemerahan, namun sebagian besar dagingnya berwarna agak putih seperti susu semisal ayam saat dimasak. Umumnya ikan ini dimanfaatkan untuk ikan kaleng tuna putih. Akhir-akhir ini ukuran tuna yang tertangkap lebih kecil, dan ditangkap pada pasang tinggi, pada suhu perairan dingin. Daging tuna ini dijual di restoran-restoran sushi Jepang dan dikenal dengan nama bintoro.