Jenis-Jenis Analisis Rasio Keuangan – Menurut Wild, Subramanyam, Halsey (2005) ada empat jenis analisis rasio yang bisa digunakan dalam penilaian kinerja keuangan perusahaan, meliputi: rasio likuiditas, rasio leverage, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan sebelum pengambilan keputusan terhadap suatu perusahaan

Jenis-Jenis analisis rasio keuangan tersebut adalah:

  1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial yang berjangka pendek tepat pada waktunya. Likuiditas perusahaan ditunjukkan oleh besar kecilnya aktiva lancar yaitu aktiva yang mudah diubah menjadi kas, meliputi kas, surat berharga, piutang dan persediaan.

Rasio rasio yang digunakan dalam rasio likuiditas ada dua yaitu current ratio dan acid test ratio. Manfaat dari current ratio adalah mengukur kemampuan perusahaan memenuhi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar. Sedangkan dengan perhitungan acid test ratio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dapat memenuhi kewajibannya tanpa terlalu tergantung pada persediannya.

  1. Rasio Leverage

Ratio Leverage merupakan rasio yang menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. Rasio yang digunakan ada dua yaitu debt to equity ratio dan time interest earned ratio.

Manfaat dari rasio leverage ini, dengan menghitung debt to equty ratio dapat memberikan gambaran mengenai struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dapat juga terlihat resiko tidak tertagihnya suatu hutang. Time interest earned ratio digunakan untuk mengukur kemampuan operasi perusahaan dalam memberikan proteksi kepada kreditur jangka panjang, khususnya dalam pembayaran bunga.

  1. Activity Ratio / Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas adalah rasio yang menunjukkan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan asset untuk memperoleh penjualan. Rasio yang digunakan dalan rasio aktivitas ada lima yaitu asset turnover, fixed asset turnover, average collection period, collection turn over, inventory period. Manfaat rasio aktivitas adalah menentukan seberapa besar efisiensi investasi pada berbagai aktiva. Dengan kata lain rasio aktivitas menunjukkan bagaimana sumber daya telah dimanfaatkan secara optimal. Fixed asset turnover atau perputaran aktiva tetap adalah rasio antara penjualan dengan aktiva tetap.

Rasio ini menujukkan bagaimana perusahaan menggunakan aktiva tetapnya seperti gedung, kendaraan, mesin-mesin, perlengkapan kantor. Periode pengumpulan piutang, yaitu rata-rata hari yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi kas. Perputaran piutang merupakan perbandingan antara penjualan denga piutang yang menunjukkan kualitas piutang perusahaan dan kesuksesan perusahaan dalam mengumpulkan piutangnya. Rasio perputaran persediaan mengukur berapa kali persediaan perusahaan telah dijual selama periode tertentu, misalnya selama tahun tertentu.

  1. Profitability Ratio

Rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Manfaat rasio profitabilitas adalah untuk menunjukkan seberapa baik perusahaan telah beroperasi selama periode tahun berjalan, dan membantu investor dalam perhitungan laba serta mengetahui seberapa banyak yang dibayarkan sebagai dividen. Adapun kelemahan dari rasio ini adalah dalam perhitungan EPS, jumlah saham yang beredar tidak selalu sama atau bervariasi pada banyak perusahaan, yang disebabkan oleh penerbitan saham baru dan penarikan saham yang beredar. Untuk itu yang digunakan dalam perhitungan adalah rata-rata saham yang beredar dalam satu tahun perhitungan. Terdapat empat rasio yang digunakan untuk mengukur profitabilitas yaitu net profit margin, return on investment return on equity dan earning per share, dengan penjelasan sebagai berikut:

  1. Net profit margin

Net profit margin menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu.

Rumusnya adalah:

Net profit margin    =              Net income

                                                                     Sales

Semakin tinggi net profit margin, maka itu menunjukkan kemampuan yang tinggi pada perusahaan dalam menghasilkan laba. Semakin rendah net profit margin dapat dikatakan manajemen tidak dapat menghasilkan laba yang besar.

  1. Return on investment

Return on investment (ROI) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumbernya untuk menghasilkan laba, yaitu dengan membandingkan laba setelah pajak terhadap total aktiva.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

     Return on Investment    =            Net Income

                                                                       Total Asset

  1. Return on equity

Return on equity adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan. Rasio ini adalah tolak ukur yang dilihat oleh pemegang saham. Rumusnya adalah sebagai berikut:

Return on Equity     =               Net income

                                                                  Total Equity

  1. Earning per share

Earning per share adalah rasio yang juga menjadi tolak ukur bagi pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan. Rasio ini untuk mengetahui seberapa besar laba per saham pada perusahan tersebut.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Earning per share     =          Earning before interest and tax

               Average outstanding share

Selain pemegang saham, rasio ini juga penting bagi analis dalam melakukan review mengenai apakah  saham  pada suatu perusahaan layak dibeli, ditahan atau di jual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *