Irigasi adalah suatu seni yang sudah tua. Menurut sejarah, peradaban telah mengikuti perkembangan irigasi. Peradaban telah meningkat pada daerah beririgasi; peradaban juga telah merusakkan dan menghancurkan daerah beririgasi. Pemikiran yang lain bahwa suatu peradaban yang didasarkan pada pertanian dengan irigasi adalah ditakdirkan cepat atau lambat akan mundur, karena beberapa peradaban kuno yang tergantung pada irigasi telah mengalami kemunduran.
Irigasi secara umum didefinisikan sebagai pengguanaan air pada tanah untuk keperluan penyediaan cairan yang dibuthkan untuk pertumbuhan tanaman. Meskipun demikian, suatu definisi yang lebih umum dan termasuk sebagai irigasi adalah penggunaan air pada tanah setiap jumlah delapan kegunaan berikut ini :
1. Menambah air kedalam tanah untuk menyediakan cairan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanam-tanaman.
2. Untuk menyediakan jaminan panen pada saat musim kemarau yang pendek.
3. Untuk mendinginkan tanah dan atmosfir, sehingga menimbulkan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan tanam-tanaman.
4. Untuk mengurangi bahaya pembekuan.
5. Untuk mencuci atau mengurangi garam dalam tanah.
6. Untuk mengurangi bahaya erosi tanah.
7. Untuk melunakkan pembajakan dan gumpalan tanah.
8. Untuk memperlambat pembentukan tunas dengan pendinginan karena penguapan.

JARINGAN IRIGASI
Jaringan Irigasi adalah bangunan dan saluran, disamping saluran ada bangunan-bangunan air ( bangunan primer, sekunder, tersier ). Kata bangunan dipakai untuk bendungan, pinti-pintu utama, penguras, talang, sifon, saluran curam, dan terjunan yang dibuat untuk mengalihkan air dari sumber alami dan membawanya ke ladang untuk keperluan irigasi. Perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan oleh pemakaian air irigasi secara perorangan untuk menyalurkan air dari suatu saluran besar ke dalam parit mereka dan menyalurkannya ke beberapa bagian ladangnya yang dalam hal ini disebut bangunan-bangunan irigasi pertanian.
Bangunan-bangunan irigasi pertanian meliputi dua bagian yang umum yakni :
1. Bangunan-bangunan permanen,
2. Bangunan-bangunan sementara.
Tidak bangunan yang betul-betul permanen, dalam arti kata yang tegas, tetapi istilah ini dipakai padan bangunan-bangunan yang tetap ada di tempatnya selama satu musim irigasi atau lebih. Bangunan-bangunan irigasi sementara adalah yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain selama pemberian air, atau yang dibuat hanya untuk pemakaian untuk satu musim saja. Bangunan irigasi tersebut yang di sini diklarifikasikan sebagai “ bangunan irigasi pertanian sementara “ ( Irrigatioan Equipment ). Suatu klasifikasi lebih lanjut yang diinginkan dari bangunan-bangunan adalah berdasarkan kepada fungsi bangunan dan meliputi :
1. Bangunan pengambilan
2. Pembawa
3. Pembagi.




TINGKATAN JARINGAN IRIGASI
Tingkatan jaringan irigasi, yaitu :
1. Irigasi Teknis
2. Irigasi Semi Teknis
3. Irigasi Sederhana.
SATUAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI
Satuan kebutuhan air irigasi, yaitu ;
EFESIENSI IRIGASI
Di dunia di mana air merupakan sumber yang berharga, tidak seorangpun mempunyai hak untuk menyia-nyiakan air yang dibutuhkan oleh orang lain. Penggunaan iar irigasi yang efisien adalah merupakan kewajiban setiap pemakai.
Di daerah di mana air merupakan barang yang langka dan mahal, air yang tersiad pada umumnya dipergunakan dengan hati-hati. Juga efisiensi dipengaruhi oleh biaya dan kualitas tenaga, kemudahan penanganan air, tanaman yang sedang diberi air irigasi, dan karakteristik tanah.

Efisiensi Saluran Pembawa Air
Konsep efisiensi pemberian air irigasi yang paling awal untuk mengevaluasi kehilangan air adalah efisiensi saluran pembawa air. Kebanyakan air irigasi kemudian datang dari pintu pengambilan dari sungai atau waduk. Kehilangan yang terjadi pada waktu air disalurkan sering berlebihan.