Jamur yang Dominan Menyerang Telur Ikan Mas (Cyprinus carpio L) dan Pengobatannya

Kebutuhan masyarakat akan protein hewani akhir-akhir ini semakin meningkat. Hal ini disebabkan antara lain meningkatnya jumlah penduduk dan pola penyediaan menu makanan ikan yang semakin meningkat dan lebih baik. Protein hewani dapat diperoleh dari daging, susu, telur dan ikan. Ikan yang merupakan salah satu sumber protein hewani yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, diperlukan usaha-usaha peningkatan produksinya. Pemenuhan protein hewani bagi masyarakat secara baik melalui peningkatan produksi ikan, khususnya ikan air tawar, maka dalam waktu yang relatif singkat produksinya harus ditingkatkan.

Usaha pembenihan merupakan usaha yang sangat penting pada sektor budidaya perikanan, karena benih adalah salah satu faktor penentu dalam budidaya dan peningkatan produksi. Kekurangan benih ikan adalah kendala bagi peningkatan produksi, maka benih ikan harus tersedia dengan jumlah yang cukup dan mutu terjamin. Penyedian benih ikan dalam kualitas yang memadai merupakan salah satu syarat mutlak yang dapat menentukan suatu keberhasilan usaha pembenihan (Afriyanto dkk., 1992). Puspowardoyo (2002), mengatakan bahwa kegiatan pembenihan untuk menghasilkan benih ikan meliputi pemeliharaan induk, pemijahan, penetasan telur dan perawatan larva serta pemeliharaan benih sampai ukuran tertentu.

Salah satu kendala yang sering terjadi dalam proses pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio L), yaitu masih rendahnya tingkat produksi benih ikan mas akibat daya tetas telur yang rendah. Jumlah telur yang menetas (Hatching Rate) sangat dipengaruhi oleh kualitas telur yang dihasilkan, karena kualitas telur sangat menentukan daya tetas dari telur-telur tersebut. Rendahnya daya tetas telur dapat saja disebabkan oleh jamur, protozoa, bakteri, ataupun bibit penyakit lainnya yang menempel pada cangkang telur setelah pemijahan, sehingga dapat menghambat penetasan telur-telur tersebut (Setiabudi, 1995).

Jamur yang suka menyerang telur ikan mas adalah dari jenis Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Jamur ini dapat tumbuh terutama pada lingkungan yang banyak mengandung bahan organik, tumbuh pada jaringan yang mati dan sangat berbahaya pada ikan mas yang terluka maupun telur-telur yang infertil ataupun fertil. Liviawaty (1992), menyatakan bahwa apabila infeksi Saprolegnia sp. sudah terdapat pada salah satu telur ikan mas, maka jamur tersebut akan sangat cepat untuk menyebar pada telur-telur lain yang masih sehat dan apabila telur yang sehat tersebut sudah terserang oleh jamur Saprolegnia sp. maka telur tersebut tidak bisa menetas. Antara jamur Saprolegnia sp. dan Achlya sp. sulit dibedakan dengan mata telanjang karena sangat kecil. Bentuknya akan sangat jelas jika dilihat secara mikroskopik pada badan ikan mas maupun telur yang diserang akan nampak semacam bulu-bulu seperti kapas berwarna putih (Hambali, 2002).

Morfologi kedua parasit ini mempunyai bentuk yang hampir sama, yaitu menyerupai benang-benang halus. Perbedaannya adalah sporagia dari Saprolegnia sp. terbentuk di dalam hypa, sedangkan sporagia dari Achlya sp. terjadi di ujung-ujung luar hypa yang lebih dahulu terbentuk. Namun perbedaan di atas hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop, dengan mata telanjang sulit dibedakan (Handoyo, 2007).

 Alternatif yang dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut yaitu dengan cara melakukan desinfeksi telur sebelum telur-telur tersebut ditetaskan di dalam bak penetasan telur. Bahan desinfektan yang digunakan dapat berupa larutan yang memiliki sifat anti jamur seperti larutan Malachite Green (Setiabudi, 1995). Namun perlakuan tersebut harus dilakukan dengan dosis yang tepat dan teliti, agar bahan kimia yang digunakan tidak merusak fisik telur-telur tersebut.

Malachite Green merupakan pewarna triphenylmethane dari group rasamilin.  Bahan ini merupakan bahan yang kerap digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan parasit dari golongan protozoa, seperti: ichtyobodo, flukes insang, trichodina, dan  white spot, serta dari fungisida. Malachite Green adalah sejenis bahan kimia yang berbentuk serbuk yang biasanya sering disingkat dengan MGO (Malachite Green Oxilat). Malachite Green dapat digunakan pembudidaya ikan untuk mengobati ikan dari serangan jamur (Herwig. N, 1969).

Malachite Green merupakan desinfektan, yaitu suatu zat yang dapat membunuh atau menghambat tumbuhnya jamur maupun organisme pengganggu lainnya. Desinfektan ini mempunyai aktifitas anti mikrobial yang sangat tinggi sehingga efektif untuk membunuh jamur dan bakteri. Oleh karenanya, Malachite Green dapat digunakan sebagai bahan untuk pengujian daya tetas telur (Piper, 1992).  Malachite green (hijau malasit) memiliki rumus kimia C52H54N4O12

Telur-telur ikan yang telah direndam dengan larutan Malachite Green memiliki suatu kekebalan untuk terhindar dari serangan jamur Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Hal ini disebabkan oleh adanya larutan Malachite Green yang melekat pada lapisan luar telur, sehingga jamur Saprolegnia sp. dan Achlya sp. tidak dapat menyerang (Setiabudi, 1995).

Referensi

Afriyanto, E. dan Liviawati. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Kanisius, Yogyakarta.

Puspowardoyo, H. 2002. Pembenihan dan Pembesaran Ikan Hemat Air. Kanisius, Yogyakarta.

Setiabudi, R. 1995. Farmacologi dan  Terapy. Fakultas Kedokteran Hewan. UI, Jakarta.

Liviawaty, E. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Kanisius, Yogyakarta

Hambali. 2002. Resisten Penyakit pada Telur Ikan Air Tawar. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar, Departemen Kelautan dan Perikanan Bogor, Bogor.

Herwig. Nelson. 1996. Hand Book of Drugs and Chemical Used in the Treatment of Fish Diseases. USA.

Piper, R. G. I. B., Mc Elwain, Orme, L. E., Mc Caren. J. P, Fowler L. G, and Leonard. 1992. Fish Hatchery Management United States Departement of the Interior. Fish Wildlife Sevice, Washington DC. Hal 517.

 

Comments

  1. Pingback: Klasifikasi dan Biologi Ikan Mas (Cyprinus carpio L) | Karya Tulis Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *