Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya membuka prodi baru jurusan Transportasi Laut. Hal itu mengacu dengan kondisi Indonesia yang dua per tiga wilayahnya berupa perairan.

Tentunya, peranan sektor transportasi laut menjadi sangat strategis dan vital bagi Indonesia. Tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dari aspek ideologi, politik, sosial dan budaya serta pertahanan dan keamanan.

Rektor ITS, Triyogi Yuwono mengatakan, peranan sektor transportasi laut yang demikian besar menuntut adanya sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidang transportasi laut.

“Salah satu cara peningkatan kualitas SDM adalah melalui sektor pendidikan khususnya pendidikan tinggi,” kata Triyogi di sela-sela Peresmian Program Studi Transportasi Laut Fakultas Teknologi Kelautan ITS, di aula BG Munaf Gedung W, FTK (Fakultas Teknik Kelautan), Jumat (24/6/2011).

Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan salah satu institut teknologi besar di Indonesia dan merupakan pusat pengembangan teknologi kemaritiman nasional. Fakultas Teknologi Kelautan yang menjadi ujung tombak dalam pengembangan teknologi kemaritiman di ITS selama ini memfokuskan diri pada pengembangan perangkat keras seperti kapal, bangunan lepas pantai serta kesisteman dalam kapal.

“Program studi ini solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kejahatan di lautan. Contohnya banyak terjadinya illegal fishing atau penyelundupan melalui jalur laut,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua Jurusan Transportasi Laut Tri Ahmadi mengatakan, program studi ini mendidik mahasiswa untuk menguasai perencanaan dan analisis angkutan laut, multimedia, kegiatan kepelabuhan, desain konseptual kapal, dan infrastruktur kepelabuhan yang berorientasi internasional.

Program studi transportasi laut memilik tiga jenjang pendidikan, yaitu S-1, S-2, dan S-3. Pendidikan transportasi laut bersifat multidisipliner mencakup di antaranya teknik perkapalan, kepelabuhan, ekonomi, logistic, informatika dan matematika yang sesungguhnya merupakan cerminan dari dunia nyata sektor transportasi laut.

“Nanti ada tiga bidang keahlian di sini, angkutan laut atau pelayaran, kepelabuhan dan infrastruktur, serta logistic maritime,” ujarnya.

Tenaga pengajar prodi ini memiliki kualifikasi S-2 dan S-3 dari berbagai Universitas ternama di luar negeri seperti University of Michigan USA, University of Newcastle Rotterdam, The Netherlands, Memorial University of Newfoundland, Canada, Berlin University of Technology, Germany, dan Delft University of Technology, The Netherlands.(rfa)