Di Samudera Hindia, interaksi antara lautan dan atmosfer pada waktu-waktu tertentu menunjukkan suatu pola variabilitas internal dengan penyimpangan suhu permukaan laut di bagian barat dan timur lautan yang disertai dengan penyimpangan arah tiupan angina dan presipasi, fenomena ini didefinisikan oleh Saji et al.(1999) sebagai kejadian dipole mode.

Vinaychanran et al. (2001) menyebutkan struktur dipole mode positif dicirikan oleh anomali suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya di bagian barat Samudera Hindia dan lebih dingin dari biasanya di perairan lepas pantai Sumatera, pada kondisi ini curah hujan meningkat di bagian timur wilayah tropik Afrika dan bagian barat Samudera Hindia sedangkan di wilayah kepulauan Indonesia terjadi kekeringan.

Kejadian sebaliknya, menghangatnya suhu permukaan perairan di perairan timur Samudera Hindia dan menurunnya suhu permukaan di bagian barat disebut sebagai dipole mode negatif.