ILMU PRODUKSI ANEKA TERNAK
Produksi Dan Manfaat Lebah Madu

Kelompok : 10
Disusun oleh :
Gebes Qutu Fuha Daniah 155050109111021
Fadya Rismana 155050109111024
Ade Mukarom 155050109111025
Ramadan Dwi Putra 155050109111026
Aldino Pijakka 155050109111027

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2015
BAB 1
PENDAHULUAN
Budidaya lebah madu telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di pedesaan dan sekitar hutan. Mereka mengenal dengan baik tradisi budidaya lebah madu, khususnya jenis lokal Apis cerana, meskipun dalam bentuk dan teknik sederhana (Salmah, 1992). Pada tahun 1970-an, diprakarsai oleh Pusat Apiari Pramuka, mulai dikembangkan budidaya lebah madu secara modern menggunakan jenis lebah eropa (A. mellifera) yang didatangkan dari Australia (Hadisoesilo, 1992).
Apis melliferaL, merupakan salah satu dari spesies lebah madu yang memiliki sifat yang unggul dengan produksi madu dan daya adaptasinya yang cukup tinggi.Lebah unggul ini memiliki sifat yang memungkinkan untuk diternakkan kearah pengembangan yang bernilai komersil. Produk lebah madu tidak hanya terbatas pada madu saja, tetapi lebah madu memiliki banyak manfaat terutama dibidang kesehatan dan kosmetik. Beberapa hasil produk dari lebah madu yang bernilai komersil yaitu madu, lilin lebah, pollen, bee venom, royal jelly dan propolis.

BAB II
PEMBAHASAN

Sistimatika Lebah MaduBahwa lebah madu merupakan hewan tak bertulang belakang, yang termasuk dalam kelas insekta (serangga) dengan sistimatika yaitu :
Phylum : Arthropoda
Sub Phylum : Mandibulata
Classis : Insekta
Sub Class : Pterygota
Ordo : Hymenoptera
Super Family : Apoidae
Family : Apidae
Genus : Apis
Spesies : Apis sp.

1. Kasta lebah madu

Yaitu sekelompok/sekumpulan lebah dalam satu kesatuan kehidupan didalamnya terdapat tiga golongan/kasta, yaitu:
a. Lebah ratu

Di dalam satu koloni lebah hanya terdapat seekor ratu, badannya paling besar dalam koloni. Lebah ratu berasal dari sel telur yang dibuahi. Ovariumnya berkembang sempurna dan mampu menghasilkan telur yang nantinya menetas menjadi calon ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Ratu Apis mellifera mampu menghasilkan telur sebanyak 2.000 butir per hari.
• Tugasratu hanya satu yaitu bertelur(dapat menjadi lebah jantan, pekerja, dan kadang calon ratu).
• Hidupnya sehari-hari diawasi, makannya diberi dan diatur oleh lebah pekerja khusus serta kebersihan badannya diurus oleh lebah pekerja.
• Warna merah agak kehitam-hitaman, mempunyai sengat dan dapat menyengat berkali-kali dalam hidupnya,tanpa mengalami kerusakan tubuh atau mati seperti lebah pekerja, Dapat hidup ± 4 tahun.

b. Lebah Jantan
Lebah Jantan merupakan anggota koloni dari kehidupan sosial lebah madu yang berasal dari telur-telur yang tidak dibuahi. Ukuran tubuh lebah jantan lebih besar dari lebah pekerja, tetapi lebih kecil dari lebah ratu. Fungsi lebah jantan dalam koloni sepanjang hidupnya adalah sebagai lebah pemacek, yakni mengawini ratu muda.

c. Lebah Pekerja

Lebah pekerja adalah lebah betina yang organ reproduksinya tidak berkembang sempurna dan tidak dapat menghasilkan telur pada kondisi normal (Gojmerac, 1983). Adapun spesifikasi lebah pekerja adalah sebagai berikut.

• Tubuhnya lebih kecil darilebah jantan berwarna kecocklat-coklatan.
• Sifatnya agresif, disiplin dan bertanggung jawab.
• Mempunyai sengat, tapi setiap menyengat terjadi kerusakan pada bagian tubuhnya kemudian mati setelah bertahan paling lama tiga hari
• Tugas lebah pekerja paling berat yaitu memberi makan lebah ratu dan larva, membuat sarang, mencari nektar dan tepung sari, memproses dan menyimpan madu, mencari air dll.
• Umur lebah pekerja ± 70 hari/10 minggu

2. Produksi lebah madu
Produk lebah madu tidak hanya terbatas pada madu saja, tetapi lebah madu memiliki banyak manfaat terutama dibidang kesehatan dan kosmetik. Adapun produksi lebah madu yaitu:

a. Madu
b. Royal jelly
c. Pollen
d. Lilin lebah
e. Propolis
f. Apitoxin
g. Polinator

a. Madu
Madu adalah cairan lengket dan manis yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga. Nektar merupakan senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar tanaman dalam bentuk larutan gula. Nektar dan tepung sari terdapat dalam bagian bunga tanaman yang sangat menarik bagi lebah. Nektar hasil sekresi yang manis dari tanaman dan merupakan bahan utama penyusun madu. Nektar terdapat pada bagian petal, sepal, stamen dan stigma. Konsentrasi nektar bervariasi antara satu bunga dengan bunga lainnya (Free, 1982). Zat-zat makanan yang terdapat dalam madu sangat kompleks dan sudah diketahui terdapat 181 macam senyawa dalam madu (Sihombing, 1997). Dalam komposisi madu, terdapat kandungan energi kalori dan fruktosa yang tinggi. Fruktosa merupakan monosakarida yang ditemukan di banyak jenis tumbuhan dan merupakan salah satu dari tiga gula darah penting bersama dengan glukosa dan galaktosa, yang bisa langsung diserap ke aliran darah selama pencernaan. Oleh karena itu, madu dikenal dengan obat untuk kesehatan maupun kecantikan.
b. Royal jelly
Royal jelly dihasilkan oleh kelenjer hypofarink lebah pekerja yang berumur 3-13 hari, untuk konsumsi lebah ratu dan larva lebah. Komposisi zat gizi yang dikandungnya secara umum terdiri dari: 66% air, 12,34% protein, 5,46% lipida, 12,5% senyawa tereduksi, 0,82% mineral dan 2,82% senyawa yang belum teridentifikasi (Gojmerac, 1983). Adapun manfaatnya adalah untuk pengobatan beberapa penyakit antara lain; asma, alergi, bronchitis, kejang-kejang dan impotensi.

c. Pollen

Pollen (tepungsari) merupakan alat jantan reproduktif tanaman yang berprotein tinggi dan berguna untuk pembentuk, pertumbuhan dan perbaikan sel-sel usang (Sihombing, 1997). Pollen baik untuk pertumbuhan dan perkembangan koloni, karena mengandung asam-asam amino esensial. Lebah madu memiliki konstruksi tubuh yang unik untuk mengumpulkan dan membawa pollen dari bagian tanaman, yakni dengan menggunakan hampir semua bagian permukaan tubuh, utamanya thorax. Ribuan sampai jutaan butiran pollen akan menempel pada permukaan tubuh, selanjutnya dibersihkan dengan sikat khusus dan masuk ke dalam keranjang khusus yang disebut pollen basket (keranjang pollen) yang terdapat pada kaki belakang lebah madu, yang sanggup menampung 20 mg pollen (Free, 1982).

d. Lilin lebah

Lilin merupakan produk lebah yang dihasilkan oleh kelenjer lilin yang terdapat pada perut bagian bawah lebah madu. Lilin lebah bermanfaat sebagai bahan baku dalam industri batik, kosmetik dan industri farmasi. Dalam dunia industri, lilin dimanfaatkan dalam pembuatan krim, losion (cairan pembersih, pomade, lipstick dan pelapis pil (Sihombing, 1997).

e. Propolis
Propolis adalah bahan perekat bersifat resin yang dikumpulkan lebah pekerja dari kuncup, kulit atau bagian lain dari tumbuhan. Propolis atau lem lebah bermanfaat dalam industri kedokteran. Untuk keutuhan koloni, propolis dapat digunakan mengisi celah-celah, mendempul retakan, mempernis permukaan besar atau menutup lubang dari luar (Sihombing, 1997). Dalam dunia kesehatan, usaha propolis merupakan bisnis yang sangat menguntungkan, karena propolis dikenal dengan antibiotik alami, antiviral dan sekaligus antifungal.
f. Apitoxin
Apitoxin Sengat lebah merupakan cairan bening, berbau tajam, rasa pahit, aroma spesifik dan bereaksi masam. Sengat disekresikan dari kantong sengat yang terdapat dalam tubuh bagian belakang, pada saat lebah pekerja menyerang musuhnya. Banyak laporan menyatakan bahwa sengat lebah bisa digunakan dalam pengobatan penyakit, misalnya reumatik persendian, penyakit polyarthritis, neuritis dan penyakit asma bronchial. Pada saat sekarang sudah banyak dihasilkan preparat-preparat berupa obat suntik atau salep yang berasal dari sengat lebah.
g. Polinator
Peran lebah madu sebagai polinator tanaman budidaya tidak disangsikan lagi. Lebah madu sudah digunakan secara meluas sebagai polinator dan merupakan bagian integral dari produksi tanaman secara modern. Selanjutnya dikatakan bahwa lebah madu mempunyai fungsi penting sebagai hewan pembantu penyerbukan tanaman, khususnya tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan dapat meningkatkan produktivitas tanaman budidaya.

BAB II
SIMPULAN

Lebah madu merupakan salah satu serangga yang dapat menghasilkan beberapa produksi seperti Madu, royal jelli, pollen, lilin lebah, propolis dan apitoxin yang sangat bermanfaat bagi lebah maupun manusia. Selain itu, lebah dikenal dengan polinator, sehingga bermanfaat juga bagi tanaman.

DAFTAR PUSTAKA

Gojmerac, W, L., 1983. Bee, Beekeping honey And Pollonation. Avi Publishing Company. Inc Westport Connecticut.
Salmah, S. (1992). Lebah, pengembangan dan pelestariannya. (Pidato pengukuhan Guru Besar Tetap Ilmu Biologi). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas.
Sihombing, D.T.H., 1997. Ilmu Ternak Lebah Madu. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *