IDENTIFIKASI MASALAH

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok Mata Kuliah
Penelitian Tindakan Kelas

Dosen Pengampu : Abdur Rasyid, M.Pd.

Disusun Oleh:
1. Dwinanda Deis Noerzannah 12.22.1.0131
2. Mira Karmilawati 12.22.1.0291
3. Rani Octavia Khoerunnisa 12.22.1.0366
VII IPA 3

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
UNIVERSITAS MAJALENGKA
2015
KATA PENGANTAR

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini disusun guna melengkapi tugas kelompok mata kuliah Penelitian Tindakan Kelas “Identifikasi Masalah” untuk itu penyusun mengharapkan kritikannya jika masih jauh dari sempurna.
Penyusun tidak dapat menyelesaikan makalah ini tanpa adanya bantuan, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini yang tidak dapat dituliskan atau disebutkan satu persatu.
Tiada kesempurnaan melainkan milik Allah SWT, demikian pula makalah ini. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penyusun harapkan demi kelengkapan dan perbaikan makalah ini.

Majalengka, Oktober 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN 3
A. Masalah Yang Dapat Dikaji Melalui PTK ………………………………………………. 3
B. Merasakan Adanya Masalah PTK ………………………………………………………….. 5
C. Identifikasi Masalah …………………………………………………………………………….. 9
D. Analisis Masalah ……………………………………………………………………………….. 12
BAB III PENUTUP 14
A. Kesimpulan 14
C. Saran 15
DAFTAR PUSTAKA 16
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu sarana dalam mencerdaskan sumber daya manusia yang ada, sehingga pendidikan menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Suatu pendidikan harus didesain sedemikian rupa melalui perencanaan yang sisitematis dan aplikatif. Dalam kaitanya dengan pendidikan tentunya tidak akan terlepas dari adanya suatu bentuk kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
Kaitanya dengan kegiatan pembelajaran di dalam kelas, seorang guru di tuntut untuk mampu mengendalikan, mengkondisikan dan mengatur kegiatan yang berlangsung di dalam kelas, dengan tujuan tak lain adalah supaya proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik dan kondusif dan siswa dapat belajar sesuai dengan rencana yang telah di rencanakan. Dalam hal ini seorang guru dituntut untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) sesuai dengan prosedur yang telah ada. Istilah PTK atau disebut dengan “classroom action research” sebenarnya diawali dari istilah “action research” atau penelitian tinakan secara umum. Dengan penambahan “ classroom “ pada “action research”, kegiatan lebih diarahkan pada pemecahan masalah pembelajaran melalui penerapan langsung di kelas.
Perlu diketahui bahwasanya dalam melaksanakan PTK tentunya seorang guru akan menemui berbagai masalah yang mengiringinya, mulai dari penetuan judul, masalah yang akan diangkat, dan hasil dari PTK itu sendiri apakah akan memiliki bobot manfaat dalam memberikan sumbangsih terhadap evaluasi proses pembelajaran yang telah dilakukan. Dalam makalah ini akan dibahas tentang identifikasi masalah-masalah dalam pembuatan PTK.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dikaji dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Masalah apa saja yang dapat dikaji dalam PTK?
2. Bagaimana merasakan adanya masalah PTK ?
3. Bagaimana cara mengidentifikasi masalah?
4. Bagaimana cara menganalisis masalah?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah agar dapat memahami :
1. Untuk mengetahui dan memahami masalah-masalah apa saja yang dapat dikaji dalam PTK.
2. Untuk mengetahui dan memahami adanya masalah PTK.
3. Untuk mengetahui dan memahami cara mengidentifikasi masalah.
4. Untuk mengetahui dan memahami cara menganalisis masalah.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Masalah Yang Dapat Dikaji Melalui PTK
Permasalahan pendidikan selalu muncul bersamaan dengan perkembangan dan meningkatnya kemampuan siswa, situsai dan kondisi lingkungan yang ada, pengaruh informasi dan kebudayaan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga hal tersebutlah yang memicu seorang guru harus melakukan suatu bentuk penelitian tindakan kelas guna menyalesaikan permasalahan yang ada.
Tidak semua masalah pembelajaran dapat dikaji dan dipecahkan melalui PTK. Oleh karena itu, untuk dapat melakukan penelitian tindakan kelas, terlebih dahulu guru harus memiliki perasaan ketidakpuasan terhadap praktik pembelajaran, berani dan jujur terhadap diri sendiri dan tindakanya dalam pembelajaran serta memahami kelemahan dari pembelajaran yang dilakukanya. Hal tersebut harus disadari, dipahami, dan menjadi kepededulian guru dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran yang berkasinambungan, karena tidak semua masalah yang dihadapi dalam pembelajaran dapat dijadikan topik dalam PTK.
Masalah yang akan diangkat menjadi topik PTK sebaiknya dikembangkan secara berkelanjutan dalam kurun waktu satu semester atau satu tahun dalam pembelajaran. Hal ini mengandung arti bahwa guru sebagai peneliti harus senantiasa meninjau dan memperbaiki rumusan masalah PTK yang dikembangkan secara berkelanjutan, terutama menyangkut masalah pengelolaan kelas, prose pembelajaran, pendayagunaan sumber belajar, pengembangan diri peserta didik, serta masalah pribadi, disiplin, dan etika moral.
Tema PTK tentang pengelolaan kelas dapat dikembangkan untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran, menerapkan model pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif, menyenangkan, dan meningkatan aktifitas dan kreatifitas peserta didik. Tema PTK tentang proses pembelajaran dapat dikembangkan dalam untuk menerapkan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran, dan meningkatkan peran serta peserta didik dalam pembelajaran, dan memprbaiki cara penilaian hasil belajar. Tema PTK dalam pendayagunaan sumber belajar dapat digunakan dalam pendayagunaan sumber-sumber belajar, mendayagunakan perpustakaan, mendayagunakan lingkungan sebagai sumber belajar,serta mendayagunakan sarana dan prasarana pembelajaran untuk memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik.
Tema PTK tentang pengembangan diri peserta didik dapat dikembangkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, dan nafsu belajar sesuai dengan karakteristik dan kondisi sekolah. Tema PTK tentang masalah pribadi, disiplin, dan etika moral dapat dikembangkan untuk meningkatkan silaturahmi diantar peserta didik, guru, orang tua, membangun konsep diri peserta didik, membentuk watak dan karakter peserta didik serta meningkatkan kualitas pribadi guru dalam pengembangan kompetensi profesional.
Apapun masalah yang dipilih hendaknya dapat diteliti, dan diberi tindakan, dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Masalah-masalah yang akan dijadikan topik PTK hendaknya disenangi, menantang, dan mampu membangkitkan rasa ingin tahu untuk secepatnya melihat hasil dari setiap tindakan yang dilakukan. Masalah yang terlalu kecil pengaruhnya terhadap pembelajaran hendaknya tidak diangkat menjadi topik PTK, misalnya seorang peserta didik yang lambat belajar merupakan masalah kecil karena hanya menyangkut seorang diri, sementara masih banyak masalah yang menyangkut kepentingan sebagian besar peserta didik.
Setidaknya ada lima kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah masalah dapat diangkat untuk masalah PTK. Kelima kriteria dimaksud adalah sebagai berikut:
1. Masalah berasal dari kelas,
2. Tidak terlalu luas dan terlalu sempit
3. Dilandasi dengan data otentik
4. Ditemukan penyebabnya
5. Ada kemungkinan untuk diselesaikan melalui tindakan di kelas.
6. Penting (urgen) untuk segera diselesaikan.

Masalah yang dapat dikaji dalam PTK harus layak dan berada dalam lingkup pembelajaran. Misalnya, masalah kebisingan kelas karena sekolah berada di lingkungan pabrik tidak layak untuk diteliti, demikian halnya dengan jika tidak adanya buku paket menyebabkan peserta didik sukar mengerjakan PR tidak perlu dikaji melalui PTK, karena masalah tersebut berada di luar kemampuan guru.
Masalah PTK juga harus dipilih yang dapat dipecahkan dan berhubungan dengan pembelajaran, masalah ujian nasional (UN) yang rendah setiap tahun merupakan masalah yang terlalu besar untuk dipecahkan melalui PTK, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat kompleks dan berkaitan dengan seluruh sistem pendidikan nasional. Masalah PTK juga harus urgen, strategis dan bermanfaat bagi peserta didik lain. Misalnya, kesulitan peserta didik dalam memahami pembelajaran merupakan contoh dari masalah yang cukup urgen karena semua peserta didik memerlukan ketrampilan tersebut, dan dampaknya sangat besar terhadap proses maupun hasil belajar.
Melengkapi uraian di atas, berikut dikemukakan beberapa contoh permasalahan-permasalahan pembelajaran yang dapat dikaji dalam PTK:
1. Metode pembelajaran
2. Motivasi belajar peserta didik
3. Kreativitas belajar peserta didik
4. Model-model pembelajaran
5. Keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran
6. Pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar.

B. Merasakan Adanya Masalah PTK
Iklim belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Iklim belajar yang kondusif harus ditunjang oleh berbagai fasilitas belajar yang menyenangkan, seperti: sarana laboratorium, pengaturan lingkungan, penampilan dan sikap guru, penataan organisasi dan bahan pembelajaran yang tepat yang sesuai dengan perkembangan peserta didik.
Salah satu cara untuk merasakan adanya masalah adalah bertanya kepada diri sendiri mengenai proses pembelajaran yang dilakukan dan kualitas hasilnya. Misalnya, apakah proses pembelajaran yang dilakukan sudah efektif? Apakah sumber belajar dan daya dukung suudah memadai? Apakah perolehan sumber belajar cukup tinggi? Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dapat memunculkan masalah yang dapat dikaji dalam topik PTK.
Apabila guru atau dosen berdiri di kelas atau di ruang perkuliahan dan sedang sibuk menyajikan bahan pembelajaran kepada peserta didik, kemudian merasakan ada sesuatu yang kurang, sesuatu yang tidak seharusnya, atau sesuatu yang mengganjal pada proses belajar mengajar tersebut, maka guru atau dosen sedang menghadapi persoalan dalam pembelajaran. Ada kemungkinan para peserta didik tidak merespon seperti yang diharapkan, atau ada kemungkinan peserta didik kurang memahami apa yang sedang dikemukakan atau ada sebab lainya. Inilah suatu pertanda, bahwa ada persoalan dalam pembelajaran. Apabila guru atau dosen memperhatikan adanya kondisi yang tidak seharusnya ada dalam proses pembelajaran, maka dapat dikatan sudah ditemukan sesuatu yang dapat dijadikan permasalahan suatu penelitian.
Hopkins mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan untuk menolong mencari fokus permasalahan:
1. Apa yang sekarang sedang terjadi ?
2. Apakah yang sedang berlangsung itu mengandung permasalahan ?
3. Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasinya ?
4. Saya ingin memperbaiki…….
5. Saya mempunyai gagasan yang ingin saya cobakan di kelas saya….
6. Apa yang dapat saya lakukan dengan hal semacam itu ?
Apabila pertanyaan-pertanyaan di atas diperhatikan, dan guru atau dosen menemukan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di kelas, maka benarlah guru atau dosen telah menemukan fokus permasalahan untuk penelitian tindakan kelas.
Masalah-masalah di kelas yang perlu dicermati guru dapat berkaitan dengan masalah pengelolaan kelas, proses belajar mengajar, penggunaan sumber-sumber belajar, serta masalah personal dan keprofesionalan guru. PTK yang dikaitkan dengan pengelolaan kelas dilakukan dalam rangka:
1. Meningkatkan kegiatan belajar mengajar
2. Meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar
3. Menerapkan pendekatan belajar mengajar inovatif
PTK yang dikaitkan dengan proses belajar mengajar dilakukan dalam rangka:
1. Menerapkan berbagai metode mengajar
2. Mengembangkan kurikulum
3. Meningkatkan peranan siswa dalam belajar
4. Memperbaiki metode evaluasi
PTK yang dikaitkan dengan penggunaan sumber-sumber belajar dilakukan dalam rangka pengembangan pemanfaatan:
1. Model atau peraga
2. Sumber-sumber lingkungan
3. Alat peraga lainya
PTK yang dikaitkan dengan personal dan keprofesionalan guru dilakukan dalam rangka:
1. Meningkatkan hubungan antar siswa,guru, dan orang tua
2. Meningkatkan konsep diri siswa dalam belajar
3. Meningkatkan sifat dan kepribadian siswa
4. Meningkatkan kompetensi guru secara profesional
Harus diingat bahwa masalah penelitian yang dipilih hendaknya memenuhi kriteria “dapat diteliti” atau “dapat diamati”, dan “dapat ditindaklanjuti”.
Dari sekian banyak kemungkinan masalah yang ditemukan, guru (bersama teman sejawat) perlu mendiagnosis masalah apa masalah mana yang perlu diprioritaskan pemecahanya dalam penelitian yang akan dilakukan.
Penetapan masalah hendaknya dilakukan setelah menganalisis seluruh pilihan masalah, minat, dan keinginan guru (bersama teman sejawat) untuk memecahkan salah satu atau beberapa di antaranya. Penetapan masalah ini ditandai dengan penentuan permasalahan yang akan diteliti dan perumusan fokus masalahnya.
Rumusan fokus masalah yang mungkin dapat ditetapkan oleh seorang guru dapat berupa rumusan sebagai berikut:
1. Bagaimana membelajarkan siswa materi tertentu agar siswa mau dan mampu belajar.
2. Bagimana memilih strategi pembelajaran yang paling tepat untuk membelajarkan materi tertentu.
3. Bagaimana mengajak siswa agar di kelas mereka benar-benar aktif belajar
4. Bagaimana meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk belajar
5. Media belajar apa yang dapat mempercepat keterampilan anak pada materi pembelajaran tertentu
6. Bagaimana menghubungkan materi pembelajaran dengan lingkungan kehidupan siswa sehari-hari agar mereka dapat menggunakan pengetahuan dan pemahamanya mengenai materi itu dalam kehidupan sehari-hari dan tertarik untuk mempelajarinya karena mengetahui manfaatnya.
Berikut contoh terkait dengan pemfokusan masalah dalam PTK:
Isu Siswa kurang aktif di kelas, cenderung tidak mengajukan pertanyaan dalam pembelajaran. Guru sering membei kesempatan kepada siswa untuk bertanya, tetapi hampir tidak ada siswa yang bertanya
Masalah Siswa perlu digalakan aktif dalam kelas, aktif secara utuh
Fokus masalah Bagaiman meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas?
Rumusan masalah Masalah apa yang terjadi di kelas, bagaimana upaya mengatasinya, tindakan apa yang tepat untuk mengatasi itu, di kelas dan sekolah mana hal itu terjadi?.
Tujuan penelitian Meningkatkan parrtisipasi siswa dalam kelas baik secara perilaku, fikiran, dan tindakan.

Ada beberapa pegangan yang dapat dijadikan dalam mencari fokus permasalahan, terutama dalam menilai pentingnya hal tersebut untuk dijadikan topik penelitian, manfaat penelitian, dan kemungkinan untuk diteliti, seperti:
1. Jangan dimulai dengan permasalahan yang tidak mungkin guru atau dosen dapat menyelesaikanya, seperti mengubah cara menentukan penggolongan siswa apakah ke IPA atau IPS di SMA atau mengubah mata kuliah dalam kurikulum di jurusan.
2. Pilihlah fokus permasalahan yang penting untuk diselesaikan bagi kepentingan guru, dosen, dan siswa itu sendiri dalam pembelajaran sehari-hari di kelas.
3. Bekerjalah secara kolaboratif bersama mitra sejawat dalam penelitian ini.
4. Sebaiknya fokus permasalahan yang dipilih relevan dengan tujuan dan rencana perkembangan sekolah secara keseluruhan.

C. Identifikasi Masalah
Masalah-masalah yang dirasakan muncul dalam pembelajaran perlu diidentifikasi dan ditetapkan kelayakanya dan kepentinganya untuk dipecahkan terlebih dahulu. Pada tahap ini yang paling penting adalah menghasilkan gagasan-gagasan awal mengenai masalah aktual yang dialami dalam pembelajaran atau masalah lain yang terkait dengan manajemen kelas, iklim belajar, proses pembelajaran, sumber belajar, dan pengembangan diri peserta didik. Permasalahan aktual tersebut kemudian dijabarkan ke dalam topik-topik yang lebih oprasional. Prosedur inilah yang disebut dengan tahap identifikasi masalah.
Terdapat beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam identifikasi masalah PTK sebagai berikut:
1. Masalah yang akan dijadikan topik PTK benar-benar muncul dalam pembelajaran.
2. Penting dan bermanfaat untuk memecahkan masalah dan meningkatkan mutu pembelajaran.
3. Adanya alasan rasional, logis, dan sistematis yang mendasari perlunya penelitian tersebut dilakukan.
4. Masalah tersebut riil dan problematika yang memerlukan pemecahan dengan segera.
5. Masalah tersebut berada dalam jangkauan tugas guru yang dapat dihadapi secara proposional dan profesional.
Memperhatikan kriteria di atas, lakukan identifikasi masalah dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Tuliskan beberapa hal yang terkait dengan pembelajaran yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diharapkan.
2. Tuliskan semua masalah yang dirasakan dan dihadapi dalam pembelajaran.
3. Pilah dan kelompokan masalah yang yang sesuai dengan jenisnya, catat jumlah peserta didik yang mengalaminya, dan frekuensi timbulnya masalah.
4. Urutkan masalah yang sesuai dengan kepentinganya untuk dipecahkan dan ditindak lanjuti.
5. Pilih dan tetapkan masalah yang paling penting dan mendesak untuk dipecahkan. Masalah yang terpilih inilah yang merupakan cikal bakal PTK, untuk menciptakan perbaikan berkesinambungan.
Berikut adalah contoh bagaimana cara mengidentifikasi masalah (Kardiawarman: 2007)
1. Selama guru mengajar, apakah guru merasa puas dengan hasil yang dicapai siswa?
2. Apabila guru memberikan soal latihan atau tugas pekerjaan rumah, apakah guru merasa berhasil dalam melaksanakan proses pembelajaran?
3. Pada saat bertanya di depan kelas kepada seluruh siswa, apakah semua siswa antusias untuk menjawab pertanyaan guru?
4. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, apakah guru merasa yakin bahwa semua siswa memperhatikan dan memahami apa yang sedang dibahas atau dipelajari?
5. Pada saat guru sedang menerangkan apakah semua siswa selalu memperhatikan penjelasan guru?
6. Apabila guru memberi ulangan harian/tes formatif/tes sumatif, apakah secara keseluruhan prestasi siswa sangat memuaskan?
7. Pada saat pembelajaran berlangsung dan guru memberi kesempatan bertanya pada semua siswa, apakah semua siswa antusias untuk bertanya?
8. Apabila semua siswa dalam kelas mengikuti pembelajaran melalui diskusi kelompok, apakah setiap siswa terlibat secara aktif dalam kelompok?
9. Pernahkah guru merasakan bahwa siswa yang aktif bertanya dan aktif menjawab pertanyaan guru hanya segelintir siswa dan hanya siswa itu-itu lagi yang aktif?
10. Pernahkah guru mengamati siswa yang mengantuk ketika proses pembelajaran sedang berlangsung?
11. Apakah dalam setiap proses pembelajaran aktifitas siswa cukup tinggi?
12. Apakah motivasi siswa dalam mengikuti setiap proses pembelajaran cukup tinggi?
13. Apakah siswa di dalam kelas yang selalu menjadi “trouble maker” atau pembuat keonaran?

Selanjutnya masalah tersebut perlu dikaji kelayakanya, signifikansi, dan kontribusinya terhadap proses maupun hasil pembelajaran.
Identifikasi masalah dapat anda lakukan dengan mengkaji hasil belajar siswa, mengingat kembali poses pembelajaran, melihat catatan harian yang anda buat pada akhir pembelajaran atau mungkin bertanya pada siswa atau teman sejawat, bahkan kita apat berkolaborasi dengan dosen dari lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), cara yang ditempuh mungkin sangat beragam tergantung keyakinan diri sendiri berdasarkan masalah yang dihadapi.
Jika masalah sudah ditemukan maka, gunakanlah kriteria berikut untuk menguji apakah masalah yang dihadapi layak untuk diatasi melalui PTK (Abimanyu, Tim Pelatih Proyek PGSM)
1. Jangan memilih masalah yang tidak anda kuasai
2. Ambilah topik yang skalanya kecil dan relatif terbatas
3. Pilihlah masalah yang dirasa penting
4. Usahakan dapat dikerjakan secara kolaboratif
Contoh 3.2
Ketika pak Diki menjelaskan sifat-sifat benda dalam pelajaran IPA di kelas III SD, sisa banyak mengantuk dan tidak ada perhatian pada penjelasan guru. Kemudian, ketika guru bertanya apakah siswa sudah mengerti, tidak seorang siswa pun yang menjawab. Keadaan ini telah terjadi berulang kali, hampir setiap pelajaran IPA. Akibatnya, pada setiap ulangan, skor yang diperoeh siswa selalu rendah.

D. Analisis Masalah
Setelah teridentifikasi sejumlah masalah yang akan dijadikan topik PTK, selanjutnya dianalisis untuk menentukan tingkat kepentinganya dan dampaknya terhadap pembelajaran. Analisis masalah perlu dilakukan untuk mengetahui dimensi-dimensi problematis dan untuk memberikan penekanan yang memadai terhadap pentingnya masalah. Analisis masalah melibatkan berbagai jenis kegiatan, termasuk diskusi antara guru sebagai peneliti dengan teman sejawat untuk menentukan masalah secara tepat, dan mengetahui tindak lanjut perbaikan atau pemecahan yang diperlukan. Sebagai pedoman dapat diajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
1. Bagaimana konteks, situasi, dan kondisi masalah itu terjadi?
2. Bagaimanakah hubungan dan keterlibatan setiap aspek pembelajaran dengan masalah tersebut?
3. Bagaimanakah alternatif pemecahan masalah yang dapat dilakukan secara tepat waktu dan tepat sasaran?
4. Apakah perlu waktu khusus untuk memecahkan masalah tersebut?
Analisis masalah juga merupakan dasar pertimbangan untuk merencanakan waktu dalam sebuah siklus, mengidentifikasi indikator perubahan, serta mengukur perubahan dan peningkatan yang terjadi sebagai dampak dari tindakan yang dilakukan. Oleh karena itu, analisis masalah harus dilakukan secara cermat agar dapat menentukan tindakan secara tepat dan memperoleh perubahan atau peningkatan sebagai hasil tindakan yang akurat.
Tidak perlu ditekankan lebih kuat lagi bahwa analisis masalah perlu dilakukan secara cermat, sebab keberhasilan pada analisis masalah akan menentukan keberhasilan kseluruhan proses pelaksanaan PTK. Jika PTK berhasil dilaksanakan dengan membawa kemanfaatan yang dapat dirasakan oleh guru, murid, dan sekolah. Maka, keberhasilan ini akan menjadi motivasi bagi guru untuk meneruskan usahanya dimasa-masa yang akan datang.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Untuk menemukan masalah, perlu dilakukan identifikasi masalah.
1. Identifikasi masalah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti: melakukan refleksi untuk mendiagnosis pembelajaran yang kita kelola, melihat hasil belajar siswa, atau melakukan diskusi dengan teman sejawat, bahkan dengan kepala sekolah atau dosen LPTK.
2. Masalah yang sudah diidentifikasi perlu dianalisis agar akar penyebab masalah dapat kita temukan. Analisis masalah dapat dilakukan paling tidak dengan tiga cara: yaitu: (1) merenungkan kembali masalah tersebut dengan melakukan introspeksi/refleksi melalui pertanyaan yang ajukan pada diri sendiri, mengapa masalah tersebut sampai terjadi: (2) bertanya kepada siswa baik melalui angket maupun wawancara langsung tentang persepsinya terhadap pembelajaran; serta (3) menelaah berbagai dokumen seperti pekerjaan rumah siswa, soal-soal ulangan, serta hasil ulangan/latihan siswa. Analisis berakhir jika akar penyebab masalah sudah ditemukan.
3. Berdasarkan akar penyebab masalah, kita dapat merumuskan masalah pembelajaran dalam bentuk masalah/pertanyaan penelitian, yang akan dicari jawabannya dalam PTK. Sehubungan dengan itu, rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya, mengandung aspek yang akan diperbaik’ dan upaya memperbaikinya.
4. Setelah masalah dirumuskan, hal berikut yang perlu dilakukan adalah mengembangkan tindakan perbaikan, yang diperkirakan dapat mengatasi masalah pembelajaran. Untuk mengembangkan tindakan perbaikan perlu dilakukan hal-hal berikut. Pertama, kaji teori-teori yang relevan. Kemudian, tetapkan teori mana yang kira-kira sesuai diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Kedua, berdiskusi dengan pakar pembelajaran/pakar bidang studi untuk menemukan cara perbaikan atau memvalidasi teori yang sudah ditetapkan. Ketiga, kita dapat mengingat pengalaman kita sendiri dalam mengatasi masalah yang serupa.

B. Saran
Dengan terselesaikannya makalah ini yang berjudul “Identifikasi Masalah” semoga makalah ini bermanfaat untuk pembaca khususnya untuk penyusun dan bisa menjadi salahsatu referensi.

DAFTAR PUSTAKA

Hamdani, Nizar Alam. 2008. Classroom Action Reseach. Jakarta: Rahayasa Research and Training.
Supardi. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Suyadi. 2012. Panduan Penelitian Tindakan Kelas. Jogjakarta: Diva press
Wihardit, Kuswaya. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *