Dalam suatu usaha budidaya ikan
yang intensif dengan padat
penebaran tinggi, dengan
penggunaan pakan buatan yang
sangat besar dapat mengakibatkan
terjadinya suatu masalah. Masalah
terbesar yang sering dianggap
menjadi penghambat budidaya ikan
adalah munculnya serangan penyakit.
Serangan penyakit yang disertai
gangguan hama dapat menyebabkan
pertumbuhan ikan menjadi sangat
lambat (kekerdilan), mortalitas
meningkat, konversi pakan manjadi
sangat tinggi dan menurunnya hasil
panen (produksi).
Ikan yang dipelihara dapat terserang
hama dan penyakit karena
diakibatkan oleh kualitas air yang
memburuk dan malnutrisi. Ikan yang
sehat akan mengalami pertumbuhan
berat badan yang optimal. Ikan yang
sakit sangat merugikan bagi para
pembudidaya karena akan
mengakibatkan penurunan
produktivitas. Oleh karena itu agar
ikan yang dipelihara di dalam wadah
budidaya tidak terserang hama dan
penyakit harus dilakukan
pencegahan. Pencegahan
merupakan tindakan yang paling
efektif dibandingkan dengan
pengobatan, Sebab, pencegahan
dilakukan sebelum terjadi serangan,
baik hama maupun penyakit,
sehingga biaya yang dikeluarkan
tidak terlalu besar.
8.1. JENIS-JENIS HAMA
DAN PENYAKIT
8.1.1. Hama Ikan
Hama adalah organisme
pengganggu yang dapat memangsa,
membunuh dan mempengaruhi
produktivitas ikan, baik secara
langsung maupun secara bertahap.
Hama bersifat sebagai organisma
yang memangsa (predator), perusak
dan kompetitor (penyaing). Sebagai
predator (organisme pemangsa),
yakni makhluk yang menyerang dan
memangsa ikan yang biasanya
mempunyai ukuran tubuh yang lebih
besar dari ikan itu sendiri. Hama
sering menyerang ikan bila masuk
dalam lingkungan perairan yang
sedang dilakukan pemeliharaan ikan.
Masuknya hama dapat bersama
saluran pemasukan air maupun
sengaja datang melalui pematang
untuk memangsa ikan yang ada. Download Selengkapnya disini