1. Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi  | Analisis tentang motivasi harus memusatkan perhatian pada faktor-faktor yang mendorong dan mengarahkan kegiatan seseorang (J.W. Atkinson, An Introduction to Motivation. 1964). Motivasi berhubungan dengan bagaimana perilaku itu bermula, diberi tenaga, disokong, diarahkan, dihentikan, dan reaksi subyektif yang ada dalam organisme ketika semua itu berlangsung (Mr. Jones. ed., Nebraska Symposium on Motivation. 1955).

Motivasi orang tergantung pada kekuatan motifnya. Motif yang dimaksud dalam uraian ini adalah kebutuhan, keinginan, dorongan atau gerak hati dalam diri individu (Hersey, Blanchard dan Johnson. 1996), dengan kata lain sesuatu yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu, atau sekurang-kurangnya mengembangkan tertentu (Hodgetts. 1996).

Motivasi merupakan daya dorong untuk menghadapi ketidakpas-tian , kekhawatiran, perubahan, dan kegagalan. Oleh karena itu, motivasi, perasaan, dan kinerja atau fisik sangat berkaitan (Prof. Dr. M. Nursalim Shahib, dr., Pembinaan Kreativitas Menuju Era Global. 2003). Orang yang motivasinya kuat untuk sembuh dari suatu penyakit, akan lebih cepat mengalami perbaikan. Demikian pula dalam proses pembelajaran, mahasiswa yang motivasinya tinggi, peluang atau kesempatan untuk meraih sukses akan lebih terbuka.

Proses motivasi diarahkan untuk mencapai tujuan (goal direction). Tujuan atau hasil yang telah dicapai dapat mengurangi kebutuhan yang belum tercukupi (James L. Gibson, et al., Organisasi : Perilaku, Struktur, Proses. 1993).

Walaupun sudah jelas tentang pentingnya motivasi, tetapi sukar mendefinisikan dan menganalisisnya. Namun, salah satu definisi meng-ungkapkan bahwa motivasi berhubungan dengan arah perilaku, kekuatan respon (yaitu usaha) setelah seseorang memilih mengikuti tindakan tertentu, dan kelangsungan perilaku, atau seberapa lama orang tersebut terus berperilaku (John P. Campbell, et al., Managerial Behaviour, Performance, and Effectivenes. 1970).

  1. Pengertian Motivasi Belajar

Pengertian Motivasi Belajar | Motivasi belajar adalah kondisi psikis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, yang berarti pula mendorong seseorang untuk belajar. Motivasi yang berarti keseluruhan prestasi atau daya penggerak dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin kelangsungan belajar (Winkel, 1984: 45, Buletin Pelangi Pendidikan, vol. 4 No. 1 Tahun 2001). Motivasi dapat dilihat dari keaktifan individu di dalam kelas, partisipasi dalam kegiatan belajar-mengajar, komitmen terhadap tugas, dan lain-lain.

Dalam belajar, ada beberapa teori motivasi yang dapat membantu meningkatkan daya minat mereka untuk lebih giat belajar, antara lain:

  • Motivasi dan Penguat (Reinforcer)

Dalam teori ini dijelaskan bahwa motivasi secara sederhana adalah hasil dari penguatan, seseorang termotivasi jika dia terus melakukan pengulangan untuk mendapat nilai yang baik dan mengurangi kesalahan-kesalahannya.

  • Reward and Reinforcer

Teori ini menjelaskan bahwa seseorang akan merasa lebih termotivasi ketika ia mendapat reward atas pekerjaannya

  • Cognitive Dissonance

Teori ini berpendapat bahwa orang akan tidak senang jika nilai kepercayaannya ditentang oleh tingkah laku yang secara psikologis tidak konsisten. Untuk mengatasinya mereka mengubah tingkah lakunya atau membenarkan tingkah lakunya dengan memberikan alasan  yang kira-kira masuk akal.

  • Teori Atribusi

Teori ini menyebutkan bahwa orang mencoba untuk menyatakan bahwa dirinya positif atau mempunyai kesan positif (Aronson, 1972). Oleh karena itu, jika sesuatu yang baik terjadi maka yang baik itu karena kemampuan mereka.

Dari asal-usulnya, motivasi belajar datang dari dalam diri individu (intrinsik) dan dari lingkungan (ekstrinsik). Namun, ahli-ahli psikologi behavioristk cenderung menekankan motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang disebabkan stimuli dari luar dan reinforcement.

Ada beberapa kiat-kiat untuk mempertinggi motivasi intrinsik, antara lain:

  1. Menambah selera siswa untuk ilmu pengetahuan.
  2. Mempertahankan keingintahuan.
  3. Cara penyampaian pelajaran yang menarik dan bervariasi.
  4. Permainan dan simulasi.

(dikutip dari buku Psikologi Pendidikan, Sri Endah Wuryani D., 2002)