BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Manusia seringkali bertindak berdasarkan pada hukum stimulus-respon (S-R), sehingga dalam melakukan kegiatannya sehari-hari sangat diperlukan akan adanya dorongan untuk melaksanakan tugas mereka tersebut.
Motivasi seseorang datang tidak hanya dari dalam diri masing-masing individu, tapi motivasi bisa saja datang dari pengaruh lingkungan individu itu sendiri. Pada umumnya motivasi sangat dipengaruhi oleh minat seseorang pada hal-hal tertentu yang menyebabkan orang tersebut lebih tertarik untuk melakukannya.
Dalam belajar, motivasi sangat dibutuhkan sebagai sarana mencapai tuju-an belajar tersebut. Motivasi belajar terutama pada mahasiswa diperlukan untuk mengetahui langkah atau tahapan yang tepat, efisien dan efektif untuk mencapai tujuan belajar mereka.
Motivasi belajar tiap orang berbeda-beda tergantung dari minat dan karakteristik personal mahasiswa itu sendiri. Oleh karena itu, motivasi yang terdapat pada mahasiswa perlu diketahui lebih lanjut.

B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang penulisan makalah, maka dapat diketahui permasalahannya adalah:
“Motivasi belajar apa saja yang terdapat pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNJ?”

C. Manfaat
Manfaat yang diperoleh melalui penulisan makalah ini adalah:
a. Mengetahui motivasi belajar yang terdapat pada mahasiswa FIP.
b. Dengan mengetahui motivasi belajar mahasiswa FIP, kita dapat mengetahui tujuan belajar mereka.
c. Untuk mengetahui minat di bidang apa saja yang terdapat pada mahasiswa FIP.
d. Langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk mencapai tujuan belajar tersebut?

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Hakikat Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi
Analisis tentang motivasi harus memusatkan perhatian pada faktor-faktor yang mendorong dan mengarahkan kegiatan seseorang (J.W. Atkinson, An Introduction to Motivation. 1964). Motivasi berhubungan dengan bagaimana perilaku itu bermula, diberi tenaga, disokong, diarahkan, dihentikan, dan reaksi subyektif yang ada dalam organisme ketika semua itu berlangsung (Mr. Jones. ed., Nebraska Symposium on Motivation. 1955).
Motivasi orang tergantung pada kekuatan motifnya. Motif yang dimaksud dalam uraian ini adalah kebutuhan, keinginan, dorongan atau gerak hati dalam diri individu (Hersey, Blanchard dan Johnson. 1996), dengan kata lain sesuatu yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu, atau sekurang-kurangnya mengembangkan tertentu (Hodgetts. 1996).
Motivasi merupakan daya dorong untuk menghadapi ketidakpas-tian , kekhawatiran, perubahan, dan kegagalan. Oleh karena itu, motivasi, perasaan, dan kinerja atau fisik sangat berkaitan (Prof. Dr. M. Nursalim Shahib, dr., Pembinaan Kreativitas Menuju Era Global. 2003). Orang yang motivasinya kuat untuk sembuh dari suatu penyakit, akan lebih cepat mengalami perbaikan. Demikian pula dalam proses pembelajaran, mahasiswa yang motivasinya tinggi, peluang atau kesempatan untuk meraih sukses akan lebih terbuka.
Proses motivasi diarahkan untuk mencapai tujuan (goal direction). Tujuan atau hasil yang telah dicapai dapat mengurangi kebutuhan yang belum tercukupi (James L. Gibson, et al., Organisasi : Perilaku, Struktur, Proses. 1993).
Walaupun sudah jelas tentang pentingnya motivasi, tetapi sukar mendefinisikan dan menganalisisnya. Namun, salah satu definisi meng-ungkapkan bahwa motivasi berhubungan dengan arah perilaku, kekuatan respon (yaitu usaha) setelah seseorang memilih mengikuti tindakan tertentu, dan kelangsungan perilaku, atau seberapa lama orang tersebut terus berperilaku (John P. Campbell, et al., Managerial Behaviour, Performance, and Effectivenes. 1970).

2. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi belajar adalah kondisi psikis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, yang berarti pula mendorong seseorang untuk belajar. Motivasi yang berarti keseluruhan prestasi atau daya penggerak dalam diri individu yang menimbulkan kegiatan belajar dan menjamin kelangsungan belajar (Winkel, 1984: 45, Buletin Pelangi Pendidikan, vol. 4 No. 1 Tahun 2001). Motivasi dapat dilihat dari keaktifan individu di dalam kelas, partisipasi dalam kegiatan belajar-mengajar, komitmen terhadap tugas, dan lain-lain.
Dalam belajar, ada beberapa teori motivasi yang dapat membantu meningkatkan daya minat mereka untuk lebih giat belajar, antara lain:
a. Motivasi dan Penguat (Reinforcer)
Dalam teori ini dijelaskan bahwa motivasi secara sederhana adalah hasil dari penguatan, seseorang termotivasi jika dia terus melakukan pengulangan untuk mendapat nilai yang baik dan mengurangi kesalahan-kesalahannya.
b. Reward and Reinforcer
Teori ini menjelaskan bahwa seseorang akan merasa lebih termotivasi ketika ia mendapat reward atas pekerjaannya
c. Cognitive Dissonance
Teori ini berpendapat bahwa orang akan tidak senang jika nilai kepercayaannya ditentang oleh tingkah laku yang secara psikologis tidak konsisten. Untuk mengatasinya mereka mengubah tingkah lakunya atau membenarkan tingkah lakunya dengan memberikan alasan yang kira-kira masuk akal.
d. Teori Atribusi
Teori ini menyebutkan bahwa orang mencoba untuk menyatakan bahwa dirinya positif atau mempunyai kesan positif (Aronson, 1972). Oleh karena itu, jika sesuatu yang baik terjadi maka yang baik itu karena kemampuan mereka.
Dari asal-usulnya, motivasi belajar datang dari dalam diri individu (intrinsik) dan dari lingkungan (ekstrinsik). Namun, ahli-ahli psikologi behavioristk cenderung menekankan motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang disebabkan stimuli dari luar dan reinforcement.
Ada beberapa kiat-kiat untuk mempertinggi motivasi intrinsik, antara lain:
a. Menambah selera siswa untuk ilmu pengetahuan.
b. Mempertahankan keingintahuan.
c. Cara penyampaian pelajaran yang menarik dan bervariasi.
d. Permainan dan simulasi.

(dikutip dari buku Psikologi Pendidikan, Sri Endah Wuryani D., 2002)

BAB III
METODE

A. Wawancara
Pada wawancara ini metode yang saya gunakan adalah wawancara tidak berstruktur. Dimana dalam wawancara yang dikerjakan ini, saya tidak menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan, tapi saya membuat batasan-batasan dari pertanyaan atau kisi-kisi mengenai pertanyaan yang saya akan ajukan kepada interviewee.
Alat-alat yang saya gunakan dalam wawancara ini antara lain buku, alat tulis, dan sebuah alat perekam (flash disk recorder).
Berikut adalah kisi-kisi pertanyaan yang saya ajukan kepada interviewee:
• Biodata interviewee, dari jurusan apa, semester berapa?
• Apa yang dirasakan selama kuliah?
• Hasil yang dirasakan selama kuliah?
• Cara dan kebiasaan belajar?
• Adakah kesibukan lain? Pengaruhnya terhadap kuliah?
• Hasil belajar (IP)?
• Faktor-faktor ekternal dari interviewee (sosial, ekonomi, keluarga, teman, dsb)?
Dari pertanyaan-pertanyaan di atas, kemudian saya kembangkan sesuai dengan respon dari interviewee dan apa yang kira-kira akan dijawab oleh interviewee.

B. Observasi
Dalam observasi ini saya menggunakan metode anectodal recordings, dimana pada saat tersebut wawancara berlangsung saya mencatat perilaku yang dilakukan interviewee.
BAB IV
KESIMPULAN

A. Wawancara
Selama wawancara berlangsung, saya mendapatkan banyak informasi mengenai motivasi belajar dari interviewee. Interviewee juga tampaknya bersifat terbuka terhadap interviewer, hal ini dapat dilihat dari antusiasnya interviewee dalam menjawab setiap pertanyaan yang saya ajukan, sehingga interviewer dapat menggali lebih dalam informasinya.
Namun ada beberapa hal yang sedikit menghambat dalam pengumpulan data dari wawancara ini. Dalam wawancara tersebut masih terdapat beberapa jawaban dari interviewee yang agak membingungkan atau kurang dimengerti sehingga cukup menyulitkan interviewer dalam mengembangkan pertanyaan.

B. Observasi
1. Umum
Faktor lingkungan kurang begitu kondusif untuk dilakukan wawancara, karena wawancara tersebut berlangsung di tempat keramaian dan berada di dekat jalan raya sehingga banyak suara-suara bising yang mengganggu konsentrasi. Sebagai contoh, beberapa kali interviewee terganggu oleh teman-teman yang menyapanya.
Namun perilaku yang diperlihatkan interviewee selama wawancara berlangsung nampak merasa kurang nyaman dengan lingkungan terutama saat suara kendaraan yang sangat bising.
2. Khusus
Pada saat wawancara berlangsung interviewee terlihat canggung dengan kondisi sekitar, karena ia terlihat beberapa kali melihat ke arah sekeli-lingnya dan merasa kurang nyaman dengan lokasi tempat wawancara. Interviewee juga terlihat agak bingung dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. Hal tersebut dapat diketahui sebab interviewee beberapa kali sebelum menjawab pertanyaan ia mengeluarkan kata-kata seperti “Eee…” atau “Apa ya?”.
Namun dalam menjawab pertanyaan yang diajukan, ia nampaknya sudah cukup terbuka terhadap interviewer. Interviewee terlihat sangat antusias dengan pertanyaan yang diajukan interviewer.

BAB V
LAMPIRAN

 Biodata Interviewee
Nama : Andhika Bayu Perdana.
Nama Panggilan : Bepe.
Umur : 19 tahun.
Status : mahasiswa.
Alamat Rumah : Cimanggis, Depok.

 Hasil Wawancara (verbatim)
Lokasi : Taman Daksinapati, Rawamangun Muka.
Waktu : pkl. 12.00 – 12.30
Durasi : + 30 menit
Interviewer : Adi
Interviewee : Bepe

Iter : Selamat siang!
Itee : Oiya..Siang.
Iter : Nama saya Adi, saya mahasiswa PP. Boleh kenalan?
Itee : Oh… Ya, panggil aja gua Bepe.
Iter : Nama panjangnya boleh tau?
Itee : Andhika Bayu Perdana.
Iter : Oooh.. Gini nih. Ini pake lu gue aje yee?
Itee : Oh iya, silakan.
Iter : Gue mau wawancara tentang ini, apa, motivasi lu belajar selama kuliah disini. Boleh kan?
Itee : Oh…. Boleh.. boleh.. boleh..
Iter : Langsung aja ni ye?
Itee : Oh..iya iya.
Iter : Lu sekarang kuliah dimana nih, di jurusan apa gitu?
Itee : Ooo…Gua di jurusan BK gua.
Iter : BK?
Itee : He’eh.
Iter : Angkatan berapa?
Itee : Gua angkatan 2005. Baru kemaren!!
Iter : Semester 2 ye?
Itee : Iya.
Iter : Terus, selama lu kuliah disini nih, yang lu rasain apa aja?
Itee : Dari segi mana nih? Fasilitas apa suasana, gimana?
Iter : Yaa.. terserah lo. Ya terserah itu mungkin dari ilmu yang udeh lo dapet, apa fasilitas yang udeh lo rasain, trus dari segi sosial yang udah pernah lo rasain lah.
Itee : Ohh.. Kalo dari segi fasilitas sih gua rasa masih kurang. Laa lo liat aja kalo gua ke WC tuh kaya’ gimana sih WC tuh baunya? Mana gedungnya kan begini. Tapi mo gimana lagi kan paling murah disini! UNJ! Tapi kalo dari segi ilmu ya, masih ada lah nyangkut-nyangkut dikit selama dua semester ini. Trus.. gua dapet banyak temen juga disini, lumayan lah ada yang gua kenal.
Iter : Trus kalo misalnya dari… selama lo kuliah disini nih! Lu hasil belajar lu apa tuh yang udeh lu peroleh gitu, dari lu kuliah di BK?
Itee : Hasil belajar gua? Ya.. paling masih dasar-dasar sih, yaa tentang dasar-dasar gimana caranya ngonselingin orang. Terus psikologi perkembangan, perkembangan-perkembangan orang tuh kaya’ gimana dari lahir ampe tua.
Iter : Paling nggak basic-basic konseling udah ada lah ya?
Itee : Ya.. Basic-basic lah.
Iter : Terus kalo udah.. kan lo udah setaun nih ya? Lo kalo misalnya cara belajar di BK tuh kaya gimana?
Itee : Cara gua belajar di BK? Maksudnya?
Iter : Ya entah lo selama lo kuliah atau entah lo di luar kuliahan.
Itee : Cara belajar.. Kalo gua bilang… Gua belajar santai-santai aja sih cuman ga terlalu santai juga, masih dibawa serius. Jadi kalo misalnya emang hal itu menuntut gua harus serius, ya gua serius. Tapi kalo misalnya gua harus santai.. gua bisa santai ya gua santai. Jadi ga usah terlalu keuber-uber itulah, waktu. Gua masuk juga susah masa’ keluar juga cepet-cepet! Kan ga enak!
Iter : Biar balance gitu?
Itee : Yoi!!
Iter : Terus, lu biasa belajar tuh kapan tuh? Belajar yee.
Itee : Belajar paling gua.. ya ngga’ tiap hari sih. Paling seminggu 4 kali gitu lah. Malem-malem tuh biasanya, soalnya gua belajar paling enak malem gua. Sambil ditemenin musik, musik-musik gitu.
Iter : Iya, jadi cara belajar lu tuh malem sambil dengerin musik gitu? Itu tiap hari?
Itee : Iya, biasanya sih gua kalo belajar emang gitu gua, ga pernah lepas dari musik gua.
Iter : Ada belajar-belajar intensif gitu ga? Kapan gitu lu belajar, ada belajar intensifnya yang bener-bener wah gue mesti belajar hari ini?
Itee : Ooh itu, iya itu pasti kalo mo ujian.
Iter : Kalo mo ujian yee?
Itee : Iya.
Iter : Terus kalo lo belajar, lo punya kesibukan-kesibukan laen ga selain lo belajar?
Itee : Banyak, kalo kesibukan-kesibukan di luar si yaa kaya’ ngeband, terus ya paling malem minggu tuh gua sibuk diajakin kemana-mane. Ya gitu aja lah paling, paling ya kalo kesibukan laen ya gue dagang kecil-kecilan.
Iter : Itu kesibukan yang bener-bener bisa ini lah ya, bisa ngebantu lo juga. Itu tuh apa tuh dagang kecil-kecilan maksudnya?
Itee : Oh dagang! Gua dagang kaset gua.
Iter : Kaset? Kaset apa kalo boleh tau?
Itee : Bukan kaset bokep (porno-red) ni yaa! Gua kaset tape gua tape-tape underground gitu. Lu mao lu? Ntar gampang gua bawain!
Iter : Ya gampang lah itu bisa diatur. Itu….Sekarang gini nih gua mao nanya. Kesibukan-kesibukan lu tuh ngeganggu ngga sih kuliah lu itu?
Itee : Kesibukan-kesibukan gua, kalo gua rasa sih malah gua harus lebih balance antara kesibukan gua sama kuliah gua. Gua juga ga mao lebih besar kuliah ke kesibukan gua. Karena gua rasa itu kesibukan gua mungkin suatu saat bisa jadi salah satu jalur hidup gua. Jadi gua bisa milih ga cuman dari sini gua bisa hidup gitu.
Iter : Jadi lo ngga ngandelin dari kuliah to’ tapi juga ngga berharap ama kesibukan lo itu?
Itee : Iya.
Iter : Biar dia imbang, jalanin aja dulu. Ntar misalnya ini….
Itee : Jadi kita ada antisipasi kalo satu jalur misalnya gagal kan….
Iter : Oh ok. Terus kalo misalnya ini, ada ngga pengaruh yang diakibatkan ama kegiatan lo… dari kegiatan lo ke kuliah lo itu?
Itee : Oohh.. kalo masalah itu sih emang gua pisahin bener-bener ya. Jadi kalo masalah kegiatan, ya kegiatan, kuliah ya kuliah. Soalnya kalo misalnya disatuin gitu emang bo’ong banget ga ngganggu, makanya gua pisahin.
Iter : Tapi konsentrasi lo belajar keganggu gitu ga? Secara garis besar!
Itee : Ya mungkin ada lah yaa keganggu kalo misalnya pengen manggung kan kita gitu, lagi belajar juga jadi kurang konsen gitu mikirin ntar gimana-gimananya. Artinya yaa fine-fine aja lah.
Iter : Loe kalo boleh tau di band tuh jadi apa tuh di band?
Itee : Kalo gua di band gua, gua megang drum biasanya.
Iter : Itu tuh manggungnya udah bener-bener… apa ya, udah jadi kaya jadwal..sering lah. Ga cuman buat iseng-iseng apa band lo itu udah lo seriusin.
Itee : Eee.. gimana ya? Masalah ni kepentok duit sih, emang gua masih kurang modal ini. Ya gua manggung juga bukan dari jadwal, kalo ada acara gua daftar, gua maen, nyari nama aja dulu.
Iter : Band-band aktif lah yaa? Masih nyari-nyari jam terbang.
Itee : Iya.
Iter : Berarti loe masih berat ke band atau ke kuliah lo?
Itee : Berat, masalah berat sih kalo gua bilang dua-duanya emang sama-sama penting bagi gua. Jadi gua ngga bisa terlalu memilih salah satu dari itu lah, gua juga masih bingung.
Iter : Maksudnya bingung?
Itee : Kan kaya yang tadi gua bilang kan. Jadi, antara kegiatan gua ama kuliah gua tuh balance ngga ada yang terlalu gua pentingin, ngga ada yang terlalu yang gua lupain juga.
Iter : Kalo misalnya lo lagi fokus di band lo jalanin di band, apa lo jalanin…
Itee : Jadi berjalannya tuh beriringan gitu. Kan bisa juga di kampus ada acara band, kita juga maen? Gitu.
Iter : Jadi lo aktif di band juga, tapi kuliah juga jangan sampe ketinggalan gitu.
Itee : Iya. Minimal masuk lah, setor muka lah.
Iter : Terus, boleh tau ngga IP lo tuh selama lu kuliah disini masuknya tuh.. ngga usah sebut ini lah, nominal. Tapi itu golongan IP-IP tinggi, IP rata-rata, atau di bawah rata-rata atau bener-bener ancur gitu?
Itee : Masalah IP, nah tuh gua juga bingung tuh kemaren. Kuliah-kuliah, kan gua ada berapa mata kuliah tuh ya. Ada lumayan kan dari pertama gua masuk kan dijatahin 20 SKS. Berapa mata kuliah tuh. Tuh ada satu mata kuliah yang nilainya E. tapi yang laen tuh B, B, sama yang satu A. Jadinya IP gua jebloknya tuh disitu.
Iter : Terus klo misalnya di nilai-nilai lo yang jelek tuh, alesan lo kenapa gitu, ko’ bisa gitu? Nilai lo tuh jelek gitu?
Itee : Nilai gua jelek, alesan gua, gua ga suka sama gaya belajar itunya dosennya. Abis gua kalo emang udah ga suka gua jadi ga niat. Ya gitu gua orangnya emang. Gua sebisa mungkin meng-comfort suasana. Jadi semau gua..
Iter : Jadi lo mesti masuk ke dosen lu dulu, apa dosen lo yang mesti ngikutin gaya lo?
Itee : Sebenernya kalo ada pengertian antara gua ama dosen sih oke-oke aja. Cuman masalahnya kemaren ya dosennya juga terlalu “batu” sih.
Iter : Batu? Hehheh..
Itee : Iya.
Iter : Kolot lah yaa?
Itee : Iya.
Iter : Kalo misalnya lo, kalo ngeliat misalnya gaya dosennya, gaya dosen, eh gaya dosennya mengajar tuh ngga cocok ama lu, lu langsung ngedrop gitu ke kuliahnya dia?
Itee : Yaa, minimal paling ga masuk ke otak,
Iter : Heheheeh..Tapi untuk ikut perkuliahannya dia lo masih sema-ngat, atau biasa aja atau udah, ah ogah-ogahan?
Itee : yaa.. kuliah sih gua masih dateng, cuman yaa buat dateng-dateng aja kali aja masih ada yang nyangkut. Allahu Alam. Heheheh..
Iter : Terus kalo misalnya diantara nilai lo kan, ada lah beberapa yang bagus. Itu ko’ bisa gitu? Di satu sisi lo dapet nilai yang jelek, tapi di satu sisi lo bisa dapet nilai yang bagus?
Itee : Aiya itu masalahnya yang tadi gua bilang kan. Jadi kalo emang dosen yang maksudnya apa ya? Pengajarnya tuh emang di hati gua sreg gitu, yaa gua seriusin bener gua seriusin. Jadi gua kaga maen-maen. Cuman kalo misalnya yang diajarinnya itu juga udah ga enak juga, gua juga jadi males kan.
Iter : Berarti lo faktor dosen tuh maen juga ya? Kuat ya? Lo masih ada pertimbangan dari sisi gaya belajar ke dosen, jadi kalo misalnya lo merasa ga cocok lo jadi males-malesan gitu?
Itee : Iya.
Iter : Terus kalo misalnya apa yang lo pengen gitu biar lo bisa ningkatin motivasi belajar lo tuh apa yang kira-kira lo pengen dari kuliah disini nih? Apa entah itu dari fasilitas, apa entah itu dari materi ,atau itu apa itu gimana gitu?
Itee : Yaa.. paling dari… iya bener fasilitas juga sih. Kayanya fasilitas disini juga masih minim ya? OHP juga masih ngangkat-ngangkat kan. Terus masalah dosen sih sebenernya emang cuma satu dua sih yang dirasa masih kurang enak. Masalahnya tuh lagian banyak masih sekarang dosen yang masih jarang masuk tuh, dia mentingin job di luar. Jadi kita mahasiswa terbengkalai.
Iter : Terus kalo misalnya lo…. Ni kan biaya kuliah disini nih yaa itungannya relative murah lah ya dibilang.. dibandingin ama universitas-universitas laen lah. Itu menurut lo tuh itu jadi pengaruh lu buat kuliah disini lebih enak, atau… ah karena nih kuliah disini murah buat apa gua serius? Toh murah lama-lama juga ga pa-pa gitu. Itu gimana tanggapannya?
Itee : Jadi gimana ya? Biaya disini murah sih emang bukannya jadi mempengaruhi gua jadi kuliah males, gua malah justru seneng bisa kuliah ditempat yang kaya’ gini, yang murah. Jadi gua ngga terlalu ngebebanin orangtua. Tapi juga, sebenernya ga mau lama-lama banget lah disini. Paling ya 5 taun ya harus keluar gitu kalo bisa kan.
Iter : Tapi menurut pendapat lo tuh, kalo biaya kuliah gitu tuh ngaruh ga sih ama keinginan lo untuk kuliah sendiri?
Itee : Maksudnya kuliah sendiri?
Iter : Maksudnya lo karena biaya kuliah lo tuh murah, jadi lo semangat buat kuliah. Atau karena biaya kuliah lu tuh mahal lu semangat kuliah. Jadi ada ngga pengaruh yang kira-kira bener-bener bikin lu tuh mempengaruhi kondisi belajar lu buat kuliah? Dari segi biaya?
Itee : Ooh…kalo buat saat ini sih emang belum sih ya. Cuma kalo biayanya naek emang gua juga suka mikirin gua ga enak ama orangtua, minta mulu. Makanya gua kalo minta apa-apa juga rada-rada males kan. Jadi yaa emang sih pengaruhnya, cuman kalo sekarang kan masih belum ada lah, masih enak-enak aja.
Iter :Oh, ya. Alesan lu masuk BK tuh apa sih?
Itee : Apaan ya? Duh, gua bingung nh. Alesan gua sih emang…waktu itu gua pengen masuk universitas negeri, dan gua liat kayanya prospek buat cowok tuh yang masih banyak di BK, soalnya kan disana cewek mulu rata-rata. Jadi gua milih BK aja.
Iter : Jadi ada alesan gender juga gitu?
Itee : Iya.
Iter : Terus kalo misalnya, lu rumah lu di mana?
Itee : Oh gua di Depok, Cimanggis.
Iter : Kalo lo tuh ke kampus tuh naek apa biasanya?
Itee : Gua naek motor gua.
Iter : Naek motor. Tuh kalo misalnya lu jarak dari rumah ke kampus tuh ngaruh ga ama kegiatan kuliah lu atau ama kegiatan lu yang di luar? Jadi kalo misalnya lu terbentur jadwal ngeband di tempat ini, tapi lu ada kuliah jem segini dengan waktu yang sangast tipis, dan sementara lu masih ada di rumah. Itu bener-bener ngaruh ga dengan kegiatan lu di luar?
Itee : Itu iya laah, jelas pengaruh banget. Cuman sekarang gua nyari jalan pemecahannya tuh ya… Kita liat dulu nih yang mana yang paling sekarang lagi genting, yang penting, mana yang bisa di pulang.. kan gitu.
Iter : Tapi kalo misalnya lu dari rumah ke kampus itu ngerasa capek, atau biasa-biasa aja, atau seger gitu. Maksud nya, ah.. gua kuliah jauh dari rumah ke kampus toh di bayar juga dengan hasil belajar gua. Lu puas ga dengan apa yang lu capai dengan perjuangan lu selama ini?
Itee : Kalo gua masih belom cukup puas gua. Lagian juga kadang kan kesel kalo kita dateng cuman masuk dosen satu… Ngeselin bangat ngabisin bensin doang!
Iter : Jadi ada pengaruh juga yee, jarak dari rumah ke kampus ama ini ye?
Itee : Iya.
Iter : Jadi lu bener-bener masih ada pertimbangan lah, apa itu yang namanya dateng kalo misalnya dosen ga ada lu ngerasa sakit hati?
Itee : Iya ngedongkol juga lah, capek doang.
Iter : Tapi lu selama kuliah di sini fine-fine aja gitu? Maksudnya lu ngerasa bolak-balik dari kampus ke rumah, kampus ke rumah itu ga ngerasa capek yang bener-bener capek ga, atau ah nyantai aja lah, toh gua naek motor.
Itee : Kaga gua ga capek gua biasa aja kan naek motor lah bener itu kata lu. Naek motor mah kaga capek. Lagian yang bawa kan temen gua, tiap hari.
Iter : Oh.. lu ada barengan?
Itee : Iya. Temen gua yang bawa, gua nyamperin ke rumahnya
Iter : Oiya, ngomong-ngomong soal temen nih. Lu ada komunitas sendiri ga di kampus? Temen-temen gitu, maksudnya temen-temen kampus lu tuh ada gitu. Ya ibaratnya maen bareng, nongkrong bareng?
Itee : Kalo maen bareng sih emang karena faktor di kelas, di jurusan gua juga cowok cuma dua yaa. Jadinya gua juga maen yaa keluar keluar dari jurusan. Paling ama jurusan-jurusan laen lah gitu. Biasanya….
Iter : Oohh…maen ama jurusan-jurusan laen gitu?
Itee : Iya.
Iter : Berarti lu agak sulit juga untuk nyampur juga untuk ama perempuan gitu ?
Itee : Bukannya sulit ya, kita juga ga bisa selamanya nyampur ama cewek kan? Karena kan, gimana yaa ada batasan-batasannya.
Iter : Itu tuh temen-temen lu tuh ngaruh banget ga ama motivasi belajar lu ?
Itee : Oh ngaruh.
Iter : Maksudnya?
Itee : Kalo misalnya… Temen tuh emang bagi gua pengaruh banget, jadi kalo misalkan aja nih sekarang di kelas, biar kata cewek-cewek semua. Tapi mereka tuh asik-asik, jadi bikin gua dateng ke kampus tuh dengan semangat lah gitu. Kan ada tuh suasana di kampus juga ga enak kita juga ke kampus juga males.
Iter : Terus lu selama ikut kuliah disini. Pernah ga merasa bosen atau jenuh?
Itee : Oo.. itu pasti. Biasanya tuh jenuh tuh masuk-masuk hari Senen biasanya.
Iter : Seberapa sering lu jenuh?
Itee : Paling yaa intensitasnya seminggu sekali lah.
Iter : Alesan lu ngerasa jenuh atau bosen tuh apa?
Itee : Apa yaa? Kadang itu perasaan dateng sendiri sih gua juga bingung kenapa bisa dateng begitu aja.
Iter : Jadi pengaruh mood juga lumayan ya?
Itee : Ya mood bener!
Iter : Lu tinggal di rumah ama orangtua kan?
Itee : Iya.
Iter : Kalo keluarga lu tuh gimana tanggapannya tentang dunia perkuliahan lu lah? Tanggapannya, jadi kalo misalnya lu kuliah disitu, keluarga lu support atau ah biasa-biasa aja gitu?
Itee : Oh kalo orangtua gua sih emang ngebebasin gua buat milih jalan sendiri lah. Emang sih waktu gua SMP sebenernya udah disuruh masuk Polisi mulu ama bokap (bapak) gua, soalnya bokap gua kan Polisi tuh. Gua diajakin masuk Polisi terus, cuman gua males.. Buat apaan? Mendingan gua kuliah lah, jadi guru jadi guru biarin.
Iter : Terus kalo misalnya tanggapan keluarga lu kalo misalnya tentang hasil belajar lu selama ini. IP IP misalnya lu dapet IP segini tanggapan keluarga lu tuh kaya gimana?
Itee : ……….Ntar dulu sorry ya! Tanggapannya sih yaa paling biasa aja, paling kalo nilainya jelek gua dinasehatin lah gitu harus lebih baik ke depan. Tapi kalo misalnya bagus ya dipuji biasanya
Iter : Kalo bagus dipuji gitu maksudnya di puji?
Itee : Bagus nih semester ini, pertahanin ya.
Iter : Biasanya lu ada imbalan-imbalan tertentu ga?
Itee : Wah kalo imbalan gimana ya? Gua kalo minta imbalan ke bokap gua ngga enak sih. Gua udah ngerasa banyak ngerepotin, banyak bikin tanggungan buat keluarga. Gua jadi kalo minta-minta gitu jujur aja gua jarang. Tapi kalo dikasih yaa ngga pa-pa sih kalo dikasih.
Iter : Terus lu ada beberapa teman spesial ga di kampus? Ni dalam artian lawan jenis lah?
Itee : Gebetan nih!
Iter : Iya gitu.
Itee : Gimana ya? Haha.. Gebetan sih gua kayanya belum?
Iter : Belum?
Itee : Cariin ya? Hahaa
Iter : Gampang itu, haaa… Berarti lu kalo misalnya… seandainya nih lu udah punya gebetan lah di kampus. Apakah itu ngaruh lu untuk lebih giat belajar atau lu dateng ke kampus cuma buat ngeliat doing, ngeliat dia doang gitu ?
Itee : Oo.. Bagi gua sih itu ngaruh gua buat semangat belajar emang.
Iter : Maksudnya?
Itee : Kayanya emang mood-mood yang sering jelek tuh yang sering gua rasain tuh emang mungkin ada pengaruh dari itu juga tuh..
Iter : Faktor gebetan ga ada gitu?
Itee : Faktor pasangan lah.. Hehe..
Iter : Tapi lu, temen-temen lu rata-rata udeh punya pacar?
Itee : Temen gua yang mana nih? Temen maen gitu?
Iter : Temen-temen lo di kampus lah.
Itee : Rata-rata sih yaa ada yang punya ada yang ngga sih. Masih ada yang nemenin gua jomblo di sini.
Iter : Jadi lo fine-fine aja lah ya, lo ngga pengaruh juga kalo misalnya lo ga punya pacar tapi lo bisa lah exist kuliah di sini. Jadi ngga ada pengaruh juga yang bikin lu turun gitu? Tentang cewek gitu?
Itee : Paling ada kalanya kita ngerasa sepi gitu. Pengen nyari temen yang bisa diajak cerita-cerita. Bisa ditanyain kabarnya. Paling kurangnya disitu lah.
Iter : Terus lu selama kuliah disini lu aktif ga dengan dunia kampus? Yaa entah itu ikut tergabung dalam aktivis kampus apa, atau ormawa apa, opmawa apa?
Itee : Mungkin gua sering itu apa bantuin kegiatan….Woii!!….Sorry ya! Ntar dulu. Oiya gua kalo di… itu biasanya suka aktif di BEM juga bantu-bantu. Bantu-bantu acara kalo BEM jurusan gua ngadain. Tapi gua ga mau masuk BEM gua ga mau terikat, kalo bantu sih oke.
Iter : Lu pengen cuman jadi…oke lah gua cuman bisa ngasih tenaga tapi gua ga mao ngasih komitmen gitu?
Itee : Iya.
Iter : Tapi lo sebenernya tertarik ga sih buat ikut ormawa atau opmawa gitu? Dari lu nya sendiri?
Itee : Kalo misalnya.. ada tertariknya ada ngga nya sih ya kalo tertariknya ya kita pengen nyari tambah banyak temen kan kalo ikut gitu-gitu. Cuman ada… kadang ngga tertarik juga masalah itu kaya rapat-rapat gitu kan males banget ama yang namanya rapat itu.
Iter : Tapi lo kalo ikut-ikut gitu lo lebih ngerelain ngebantuin temen lo di BEMJ daripada kuliah atau lu lebih memprioritaskan kuliah?
Itee : Kadang gua malah lebih cenderung bantuin temen-temen gua malah kadang. Gua kadang suka ga masuk juga. Bantu-bantu temen gua kalo lagi ngadain Pemira gitu.
Iter : Jadi lo sebenernya gimana sih memandang kuliah itu gimana gitu?
Itee : Kuliah..Kuliah itu yaa kesibukan gua sehari-hari lah.
Iter : Tapi lo tau ga tujuan lo dari kuliah itu?
Itee : Ya tujuan gua kuliah itu ntar.. biar gua dapet tambahan ilmu di pendidikan gua gitu. Buat modal gua di hari depan, entah gua jadi apa jadi apa yang penting gua udah dapet modal dari situ.
Iter : Jadi lu sebenernya kuliah disini masih ada lah yang bisa lu peroleh gitu.
Itee : Iya. Gua mah orangnya buka study oriented tapi lebih kepada pengalamannya.
Iter : Jadi lu lebih kepada experience apa yang lo dapet. Trus lu selama kuliah di sini ngerasa ga kalo sosialisasi di kampus ini berjalan baik apa ngga? Entah itu dari dosen ke mahasiswa atau dari dosen ke dosen yang lain.
Itee : Maksudnya pergaulan?
Iter : Ya pergaulan antara sesama civitas kampus lah.
Itee : Gua liat selama ini sih masih asik-asik aja lah. Paling yaa kalo masalah intern jurusan tuh kalo dosen-dosen kan suka ada yang selek. Itu mah bukan masalah gua biarin aja.
Iter : Jadi lo masih nyantai-nyatai aja lah. Oke kayanya cukup lah yaa. Nih makasih nih atas kerjasamanya nih.
Itee : Oo.. iya-iya.
Iter : Gua mo cabut dulu, makasih ya. Assalamu Alaikum!
Itee : Kum Salam!

 Hasil Observasi
Nama : Bepe
Lokasi : Taman Daksinapati, Rawamangun Muka.
Waktu : pkl. 12.00 – 12.30
Durasi : + 30 menit
Suasana : istirahat
Observer : Adi

Peristiwa:
Bepe duduk di atas rumput di Taman Daksinapati dengan menyilangkan kakinya. Bepe terlihat beberapa kali melihat ke arah sebelah kirinya (arah jam 10) sambil melebarkan bibirnya. Bepe juga sering membelai rambut bagian belakang kepalanya sambil menundukkan kepalanya. Ketika menjawab pertanyaan, Bepe hampir selalu menundukkan kepala dan hanya sesekali menatap ke arah interviewer. Saat beberapa temannya menyapa, ia balik menyapa dengan bibir agak melebar sambil melambaikan tangan kanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *