Fungsi Motivasi Dalam Belajar

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Sardiman (2001 : 81) membagi tiga fungsi motivasi:

  1. Mendorong manusia untuk berbuat , jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.
  2. Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang kehendak dicapai.
  3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan.  Disamping itu, ada juga fungsi-fungsi lain, motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong  usaha dan pencapaian prestasi.

Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan hal ini bahwa dengan adanya usaha yang tekun  dan didasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan  dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seseorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar. Dalam hal ini seseorang guru sangat berperan dalam menumbuhkan motivasi dalam diri siswa . seperti diketahui, guru sesuai dengan tugasnya adalah sebagai fasilitator dan motivator (Raka Joni, 1985 : 12) dan sekaligus sebagai komunikator (Prai Katz dalam Sardiman, 2001:141).

Peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah :

  • Harus memberikan petunjuk, bantuan dorongan kepada siswa selama proses belajar mengajar di kelas. Memberikan petunjuk dalam belajar atau bagaimana agar siswa dapat belajar dengan mudah, dan sekaligus memberikan dorongan-dorongan yang diperlukan siswa.
  • Guru sebagai motivator dalam proses belajar mengajar harus dapat membangkitkan motivasi, hasrat dan gairah belajar pada diri siswa. Pelaksanaan ini biasanya belum optimal dilakukan dalam pengajaran, sehingga dapat terjadi rendahnya motivasi belajar siswa. oleh karena itu tugas guru sebagai motivator sebaiknya dapat membangkitkan motivasi belajar, peran guru sebagai motivator ini penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa untuk mendominasikan potensi siswa menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan terjadi dinamika didalam proses belajar mengajar.
  • Sedangkan guru sebagai komunikator yaitu guru dapat memberikan nasehat-nasehat, motivasi sebagai pemberi inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai, orang yang menguasai bahan yang diajarkan.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa peranan motivasi dalam belajar adalah sebagai pendorong dan penggerak seseorang dalam berbuat, penentu arah pembuatan, dan dapat menyeleksi perbuatan.

Motivasi sebagai pendorong, dapat menggerakkan dan menumbuhkan  keinginan untuk belajar siswa. Tanpa adanya satu pendorong  atau motor penggerak, sangat sedikit keberhasilan siswa dalam belajar, dan sangat minim prestasi yang dicapai siswa. Adanya motivasi yang baik akan menunjukkan hasil yang baik pula dari siswa.

Motivasi sebagai penentu arah sangat menentukan kearah mana suatu perbuatan itu dapat mencapai sasaran yang diharapkan bagi siswa dan belajar. Motivasi  disini sebagai kompas atau penunjuk arah, maksudnya siswa dapat belajar sesuai yang diharapkan tanpa harus membuang energi yang melelahkan, untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *