Secara umum, faktor–faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi adalah (Todaro,2000: 158) :
1) Akumulasi modal.
Akumulasi modal diperoleh dari tabungan dan investasi yang disisihkan dari bagian pendapatan waktu sekarang untuk dapat memperbesar produksi dan pendapatan di waktu yang akan datang. Peralatan dan bahan baku yang baru akan meningkatkan persediaan modal fisik suatu bangsa dan akan memungkinkan bagi tercapainya tingkat produksi yang lebih tinggi. Investasi produksi langsung demikian itu ditunjang oleh apa yang disebut dengan infrastruktur sosial ekonomi yang akan memudahkan dan memadukan kegiatan-kegiatan ekonomi.
Demikian pula investasi dalam sumber daya manusia yang akan dapat meningkatkan kualitasnya dan dengan demikian akan memiliki pengaruh yang sangat kuat dan bahkan lebih besar dibandingkan dengan jumlah manusia yang terus bertambah. Pendidikan formal, pemanduan bakat dan program-program pelatihan sambil bekerja serta berbagai jenis pendidikan diluar sekolah (informal) lainnya dapat secara efektif meningkatkan ketrampilan dan kualitas sumber daya manusia.
2) Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja
Pertumbuhan penduduk yang juga akan mengakibatkan pertumbuhan angkatan kerja, secara tradisional dianggap merupakan faktor positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Semakin besar angkatan kerja maka semakin banyak pula tenaga kerja yang produktif, serta jumlah penduduk yang lebih besar dapat meningkatkan luasnya pasar dalam negeri. Namun jelaslah bahwa hal ini akan tergantung pada kemampuan sistem ekonomi untuk menyerap dan mempekerjakan secara produktif tenaga kerja tambahan tersebut.
3) Kemajuan teknologi
Komponen fundamental ketiga yang bagi kebanyakan ekonom merupakan sumber pertumbuhan ekonomi terpenting, yakni kemajuan teknologi. Dalam bentuknya yang paling sederhana, kemajuan teknologi dapat disebut sebagai cara baru dan cara yang lebih baik untuk melakukan pekerjaan–pekerjaan tradisional.
Terdapat tiga klasifikasi pokok kemajuan teknologi :
• Kemajuan teknologi yang netral, dikaitkan dengan pencapaian tingkat produksi yang lebih tinggi dengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor masukan yang sama.
• Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja atau hemat modal, yaitu tingkat produksi yang lebih tinggi yang akan dapat dicapai dengan jumlah masukan tenaga kerja (modal) yang sama.
• Kemajuan teknologi berupa peningkatan modal atau tenaga kerja, kemajuan teknologi meningkatkan tenaga kerja terjadi apabila kualitas dan ketrampilan tenaga kerja ditingkatkan
Daftar pustaka klik disini