FAKTOR LAIN PENYEBAB KETIDAKBERHASILAN REHABILITASI MANGROVE

Kerusakan mangrove salah satunya disebabkan oleh manusia dalam memenuhi keperluan hidupnya dengan mengintervensi ekosistem mangrove. Hal ini dapat dilihat dari adanya alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak, pemukiman, industri, dan sebagainya maupun penebangan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan. Hal itu dikarenakan memang pada dasarnya hutan mangrove memiliki fungsi ekonomi antara lain sebagai penghasil keperluan rumah tangga, penghasil keperluan industri, dan penghasil bibit. Kegiatan manusia seperti menjala ikan bisa menyebabkan tersangkut dan tercabutnya bibit mangrove. Selain itu, perahu nelayan yang mendarat di sekitar tanaman mangrove, bisa merusak bibit mangrove karena menimbulkan ombak yang besar (Bengen, 2001).

Ternak masyarakat merupakan faktor alam dari ketidakberhasilan rehabilitasi mangrove. Ternak merupakan ancaman yang serius yang perlu dikendalikan. Dalam jumlah besar, ternak akan merusak tanaman mangrove bila melewati lokasi penanaman mangrove tersebut. Selain memakan daun, ternak juga sering mencabut tanaman mangrove. Faktor alam lain yang dapat menyebabkan ketidakberhasilan adalah faktor pasang air laut tertinggi yang dapat mencabut akar-akar mangrove yang masih rentan terhadap hempasan ombak. Lokasi penanaman mangrove yang selalu tergenang air dan membujur kearah ombak menyebabkan pasang yang terjadi dapat mengakibatkan kematian bibit-bibit mangrove (Wibisono et al., 2006).

REFERENSI 

Bengen, D. G. 2001. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan – IPB, Bogor.

Wibisono, I. T. C., Priyanto, E. B. and  Suryadiputra, I. N. N. 2006. Panduan Praktis Rehabilitasi Pantai: Sebuah Pengalaman Merehabilitasi Kawasan Pesisir. Wetlands International – Indonesia Program, Bogor.