Gelombang akustik (pulsa akustik) yang dipancarkan oleh tranducer mengalami sejumlah proses fisik. Pada saat tranducer memancarkan pulsa akustik maka air (sebagai medium perantara antara objek dan alat) akan memberikan reaksi terhadap pulsa akustik terseburt pada saat pulsa tersebut mengenai objek yang berada dalam perairan tersebut maka, objek tersebut akan memantulkan kembali pulsa akustik tersebut. Pulsa akustik yang diterima oleh objek berupa paket-paket pulsa yang membawa kode-kode objek yang berada diperairan tersebut. Biasanya pulsa-pulsa ini dihitung dalam satuan decibels (dB).

Pulsa-pulsa akustik ini bisa merupakan pulsa yang diinginkan yang disebut dengan sinyal dan ada juga pulsa yang tidak diinginkan yang disebut dengan noise. Maka, oleh sebab inilah para ahli akustik harus memiliki tujuan untuk meningkatkan respon sistem sonar tersebut terhadap nilai sinyal yang didapat. Dalam artian lain meningkatkan nilai rasio antara sinyal terhadap noise, signal-to-noise ratio (SNR).

Dari mulai pulsa akustik dipancarkan sampai penerimaan kembali pulsa tersebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi perambatan gelombangakustik disuatu perairan antara lain : Densitas, Suhu, Salinitas, Tekanan dan Kedalaman.