Etil karboksilat sederhana adalah seyawa netral, tidak dapat membentuk ikatan hidrogen meskipun molekulnya polar. Senyawa ini kurang dapat larut dalam air dan titik didihnya lebih rendah dibandingkan dengan asam karboksilat. Ester dapat berikatan Hodrogen dengan air, ester merupakan turunan asam karboksilat dengan pergantian hidrogen dari gugus hidroksilnya.

Esterifikasi asam asetat dengan alkohol merupakan reversibel untuk membuat reaksi kebalikannya seperti hidrolisis berkatalis asas dari ester menjadi asam karboksilat digunakan air berlebih. Kelebihan air akan menggeser kesetimbangan ke arah sisi asam karboksilat.Ester merupakan suatu senyawa nonpolar, karena mampu mengikat atom C sebagai rantainya.

Untuk mengetahui ester tersebut bersifat basa atau asam, dapat dibandingkan dengan mencampurkan asam asetat dan asam sulfat dengan cara destilasi dan ekstraksi, sehingga dapat dengan mudah diketahui sifatnya. Bau atau tidak bau, terjadi pemisahan larutan atau tidak.

Esterifikasi asam asetat dengan alkohol merupakan reaksi reversibel. Bila asam karboksilat di esterifikasikan, digunakan alkohol terlebih dahulu. Untuk membuat reaksi kebalikannya seperti hidrolisis berkatalis asas dari ester menjadi asam karboksilat digunakan air berlebih. Kelebihan air akan menggeser kesetimbangan kearah sisi asam karboksilat (Besari Ismail. 1982).

Jika asam karboksilat dan alkohol dan katalis asam (biasanya HCl dan H2SO4) terdapat kesetimbangan ester dengan air. Proses ini disebut esterifikasi fister yaitu berdasarkan nama etil fister. Kimiawan organik abad ke-19 yang mengembangkan metode ini walaupun  reaksi ini adalah reaksi kesetimbangan dapat juga digunakan untuk membuat ester dan hasil yang tinggi dan menggeser kesetimbangan tekanan dengan menggunakan alkohol dalam jumlah yang berlebihan (Hart,1987)

Ester karboksilat dihasilkan jika asam karboksilat direaksikan dengan alkohol. Ester karboksilat sederhana adalah senyawa netral. Molekulnya polar tetapi tidak dapat membentuk ikatan homogen sesamanya. Senyawa ini kurang dapat larut dalam air dan titik didihnya lebih rendah dibandingkan asam Karboksilat awalnya. Ester dapat terikat dengan hidrogen dan air (Wilbraham, 1992).