1. LINGKUNGAN LAUT
Aspek-aspek laut yang menjadi perhatian utama dalam bidang ekologi adalah sebagai berikut :
a. Laut itu luas ; mencakup 70% dari permukaan bumi.
b. Laut itu dalam dan kehidupan berlangsung pada setiap kedalaman.
c. Laut itu sambung menyambung, tidak terpisah-pisah seperti habitat daratan atau air tawar.
d. Laut adalah sirkulasi berkesinambungan; perbedaan temperatur udara antara kutub dan khatulistiwa menyebabkan angin kencang seperti angin pasat (meniup secara tetap ke arah yang sama sepanjang tahun). Penaikan air (upwelling) terjadi di mana angin secara tetap menggerakkan permukaan air menjauhi lereng pantai yang terjal, dan membawa ke permukaan air dingin yang kaya zat hara yang telah terkumpul di tempat yang dalam.
e. Laut didominasi oleh berbagi macam gelombang dan oleh pasang surut yang terjadi karena gaya tarik bulan dan matahari. Pasang surut terutama menyebabkan ciri-ciri keberkalaan (periodicity) dalam komunitas.
f. Laut adalah asin. Salinitas rata-rata atau kandungan garamnya diukur menurut beratnya 35 dari setiap seribu bagian air, atau 3,5%.
g. Konsentrasi zat hara yang terlarut adalah rendah dan merupakan suatu faktor keterbatasan dalam menentukan ukuran populasi lautan.
h. Yang sangat berlawanan, lautan dan beberapa kelompok organisme yang hidup di dalamnya lebih tua daripada dasar laut, yang selalu berubah dan diperbaharui oleh adanya proses tektonik dan pengendapan.

2. BIOTA LAUT
Biota laut sangat bervariasi. Coelentrata, spons, echinodermata, annelida, dan berbagai phyla yang kurang penting yang tidak terdapat ataupun hanya sedikit sekali ditemukan di perairan tawar amat penting dalam ekologi laut. Bakteri, algae, crustacea dan ikan memegang peranan yang dominan dikedua lingkungan perairan.

3. ZONASI LAUT
Zonasi vertikal yang penting didasarkan atas penetrasi cahaya dengan suatu daerah kompensasi yang memisahkan antara lapisan atas yang tipis zona euphotik (yaitu daerah yang memproduksi) dengan lapisan yang jauh lebih tebal zona aphotik.

4. KOMUNITAS LINGKUNGAN LAUT
Produsen. Fitoplankton diatom dsn dinoflagelata adalah produsen yang dominan pada tingkat tropik di wilayah beting manapun.
Konsumen: Zooplankton, benthos, nekton dan neuton.
Benthos laut ditandai oleh jumlah sesile yang sangat banyak, atau binatang-binatang yang secara relatif tidak aktif yang memperagakan ciri zonasi di kawasan pantai. Organisme dasar biasanya berbeda-beda untuk ketiga zona pertama, supratidal, intertidal dan subtidal.
Nekton terbatas oleh adanya penghalang yang tak terlihat yang berupa temperatur salinitas dan nutrien; dan seperti jenis binatang dasar, organisme yang mempunyai daya gerak.
Dua ciri ikan pelagik yang penting, antara lain :
a. kecenderungannya untuk menyatu atau mengelompok yang tidak diragukan lagi merupakan modal berharga di perairan terbuka tanpa pelindung.
b. Kecenderungannya untuk melakukan migrasi musiman yang pasti.
Bakteri, menurut Zobell (1963) densitas bakteri pada air laut berkisar antara kuran dari 1 per liter di laut terbuka sampai maksimum 108 per mililiter di pantai. Densitasnya pada endapan laut berkisar antara kurang dari 10-108 per gram endapan permukaan, tergantung pada kandungan organiknya.

5. BAKAU DAN TERUMBU KARANG
Dua komunitas laut dangkal yang sangat menarik dan khas dari perairan tropika dan subtropika yang pantas disebut secara khusus adalah rawa bakau dan terumbu karang. Keduanya yang membantu membentuk pulau dan memperluas pantai.
Bakau adalah salah satu diantara tumbuh-tumbuhan tanah timbul yang tahan terhadap salinitas laut terbuka. Tumbuh-tumbuhan ini mempunyai akar tunjang yang luas yang mengurangi arus pasang surut, menyebabkan pengendapan lumpur dan silt yang ektensif dan memberikan permukaan tempat organisme laut menempel.
Zonasi sepanjang pantai bakau tidak hanya penting untuk memperluas pantai dan membentuk pulau, tetapi juga melindungi pantai dari pengikisan secara dahsyat yang ditimbulkan oleh badai tropika yang hebat. Detritus daun bakau ternyata mngambil bagian utama dalam memberikan masukan energi kepada perikanan.
Meskipun karang adalah binatang, trumbu karang bukanlah komunitas heterotopik, melainkan suatu ekosistem lengkap dengan struktur tropik yang mencakup biomas tumbuh-tumbuhan hijau yang bamyak.

6. KOMUNITAS PADA KAWASAN SAMUDRA
Komunitas di kawasan ini seluruhnya terdiri dari organisme dengan cara hidup pelagik atau benthos. Beberapa jenis yang hidup di laut umumnya juga terdapat di zona neritik, tetapi banyak yang zona lautan. Zona ephotik meluas ke daerah yang lebih dalam pada laut terbuka, namun jumlah produksi primer permeter persegi di bawah permukaan tetap kecil. Tetapi karena lautan terbuka begitu luas memainkan peran yang sangat penting dalam keseluruhan perimbangan oksigen dan karbondioksida. Kehidupan pelagik terutama nekton dari zona batial dan abisal tetap merupakan kehidupan laut yang paling sedikit diketahui.