Pemupukan melalui daun merupakan salah satu aplikasi pemberian berbagai pupuk tertentu pada tanaman terutama jenis pupuk yang tidak merusak daun dan harus diberikan dengan konsentrasi rendah. Menurut Soetedjo dan Kartasapoetra (1988), yang dimaksud dengan pupuk daun adalah bahan-bahan atau unsur-unsur yang diberikan melalui daun dengan cara penyiraman atau penyemprotan agar dapat langsung diserap, guna mencukupi kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Dalam pengaplikasian hara melalui daun hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah konsentrasi pupuk dan waktu yang tepat untuk pengaplikasiannya. Menurut Lingga (1994), konsentrasi merupakan faktor yang sangat vital dan memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pemupukan melalui daun. Interval waktu juga harus diperhatikan untuk memperoleh hasil pemupukan yang memuaskan.

Menurut Lingga (1994), penyemprotan melalui daun harus dihentikan pada saat tunas baru muncul. Sebab tunas muda itu sangat peka terhadap pupuk, terlebih jika konsentrasinya melebihi konsentrasi anjuran. Penyemprotan dengan interval yang terlalu sering juga tidak baik karena dapat menyebabkan kerusakan bagi tanaman. Penyemprotan hara yang disemprotkan melalui daun akan efektif jika dilakukan waktu pagi dan sore hari di mana kelembaban udara relatif tinggi.

Pada pagi hari terjadi tekanan turgor, yaitu peningkatan tekanan yang disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel sehingga menimbulkan tekanan pada dinding sel (Campbell dan Reece, 2002). Oleh karena itu, lubang stomata akan membuka secara perlahan dan akan menutup jika terik matahari dan pada sore hari karena penguapan telah menurun maka stomata membuka kembali (Lakitan, 1995).  Sehubungan dengan hal tersebut, Sarief (1986) menyatakan bahwa unsur hara yang disemprotkan melalui daun, masuk melalui lubang stomata secara difusi bersamaan dengan air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *