1. Merkuri
Sumber merkuri yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang berpotensi mencemari udara dan air dapat berasal dari:
• Industri khlor-alkali
• Produksi energy
• Pemprosesan gas dan petroleum
• Penambangan emas
• Penambangan dan penghasil metal
• Pembuangan limbah dengan pembakaran
• Sektor dental
• Air kotoran

Produk-produk yang menggunakan merkuri biasanya adalah:
• Baterai
• Kosmetik
• Dental Amalgam
• Peralatan elekronik dan lampu
• Cat
• Pestisida
• Pharmacheutical
• Thermometer
• Peralatan-peralatan kendaraan bermotor

Pengaruh merkuri terhadap kesehatan manusia dapat diurai sebagai berikut :

1. Pengaruh terhadap fisiologis.

Pengaruh toksisitas merkuri terutama pada Sistem Saluran Pencernaan (SSP) dan ginjal terutama akibat merkuri terakumulasi. Jangka waktu, intensitas dan jalur paparan serta bentuk
merkuri sangat berpengaruh terhadap sistem yang dipengaruhi. Organ utama yang terkena pada paparan kronik oleh elemen merkuri dan organomerkuri adalah SSP. Sedangkan garam merkuri akan berpengaruh terhadap kerusakan ginjal. Keracunan akut oleh elemen merkuri yang terhisap mempunyai efek terhadap system pernafasan sedang garam merkuri yang tertelan akan berpengaruh terhadap SSP, efek terhadap sistem cardiovaskuler merupakan efek sekunder.

2. Pengaruh terhadap sistem syaraf.

Merkuri yang berpengaruh terhadap system syaraf merupakan akibat pemajanan uap elemen merkuri dan metil merkuri karena senyawa ini mampu menembus blood brain barrier dan dapat mengakibatkan kerusakan otak yang irreversible sehingga mengakibatkan kelumpuhan permanen. Metilmerkuri yang masuk ke dalam pencernaan akan memperlambat SSP yang mungkin tidak dirasakan pada pemajanan setelah beberapa bulan sebagai gejala pertama sering tidak spesifik seperti malas, pandangan kabur atau pendengaran hilang (ketulian).

3. Pengaruh terhadap ginjal.

Apabila terjadi akumulasi pada ginjal yang diakibatkan oleh masuknya garam inorganik atau phenylmercury melalui SSP akan menyebabkan naiknya permiabilitas epitel tubulus sehingga akan menurunkan kemampuan fungsi ginjal (disfungsi ginjal). Pajanan melalui uap merkuri atau garam merkuri melalui saluran pernafasan juga mengakibatkan kegagalan ginjal karena terjadi proteinuria atau nephrotik sindrom dan tubular nekrosis akut.

4. Pengaruh terhadap pertumbuhan.

Terutama terhadap bayi dan ibu yang terpajan oleh metilmerkuri dari hasil studi membuktikan ada kaitan yang signifikan bayi yang dilahirkan dari ibu yang makan gandum yang diberi fungisida, maka bayi yang dilahirkan mengalami gangguan kerusakan otak yaitu retardasi mental, tuli, penciutan lapangan pandang, microcephaly, cerebral palsy, ataxia, buta dan gangguan menelan.

2. Timbal
Sumber di Alam
• Kulit Bumi
• Asap Kendaraan
• Cat

Proses masuknya timbal kedalam tubuh manusia:
• Pernafasan
• Pencernaan (makanan dan minuman)

Efek Timbal Terhadap Kesehatan

• Sistem haemopoietik : Pb menghambat system pembentukan hemoglobin sehingga menyebabkan anemia.
• Sistem saraf pusat dan tepi: dapat menyebabkan gangguan ensepfalopati dan gejala gangguan system saraf perifer.
• Ginjal: dapat menyebabkan aminoasiduria, fosfaturia, glukosuria, nefropati, fibrosis dan atrofi glomerular.
• Sistem gastro-intestinal: menyebabkan kolik dan kosnstipasi
• Sistem kardiovaskuler: menyebabkan peningkatan permiabilitas pembuluh darah
• Sistem reproduksi : dapat menyebabkan kematian janin waktu melahirkan pada wanita dan hipospermi dan teratospermia pada pria.
• Sistem endokrin: mengakibatkan gangguan fungsi tiroid dan fungsi adrenal.

3. Arsen
Berbahaya bagi lingkungan , sangat beracun bagi organisme akuatik. Dapat mengakibatkan kerusakan
jangka panjang. Senyawa Arsen terdapat dalam dua jenis yaitu : Sebagai senyawa organik dan senyawa anorgabik. Di alam arsen berikatan dengan Oksigen, Sulfur dan Klor.

Arsen masuk kedalam tubuh melalui:
• Makanan
• Air
• Udara

Sumber Kontaminasi Arsen Kedalam Tubuh
Manusia
• Air Tanah
• Limbah Pabrk(Baterai, Peleburan bijibesi)
• Areal Pertanian(Pestisida)
• Zat pembasmi Serangga (Rumah tangga)

Efek Arsen Terhadap Kesehatan

1. Kematian (diatas 60000 ppb dalam makanan atau ari)
2. Antara 300 – 30000 ppb dalam air atau makanan
• Iritasi perut dan pencernaan (Muntah dan diare)
• Turunnya produksi sel darah merah dan putih, detak jantung tdk normal.
• Kerusakan pembuluh darah, efek kesemutan pada tangan dan kaki.

3. Lebih dari 100 mikrogram/M3 udara yg dihirup menyebabkan iritasi tenggorokan dan paru-paru.
4. Kontak langsung dengan kulit, memerah dan membengkak.