Demensia




  1. Pengertian Demensia

Demensia adalah suatu sindrom klinik yang meliputi fungsi intelektual dan ingatan atau memori sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari-hari (Brocklehurst and Allen, 1987 dalam buku Darmojo, 1995). Faisal (2003), menyebutkan bahwa demensia merupakan suatu penurunan kualitas intelektual yang disertai gangguan pengamatan, hingga menurunnya daya ingat yang mengganggu kemampuan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan dalam berkomunikasi dan berbahasa, serta dalam pengendalian emosi. Demensia lebih merupakan kumpulan gejala dan bukannya suatu kondisi yang jelas. Biasanya bersifat irreversible dan bukan merupakan bagian normal dari proses penuaan.

Demensia dapat diartikan sebagai deteriosasi kapasitas intelektual diakibatkan oleh penyakit di otak. Sindrom ini ditandai oleh gangguan kognitif, emosional dan psikomotor (Lumbantobing, 2001). Gyayson (2004), menyebutkan bahwa demensia bukanlah sekedar penyakit biasa, melainkan kumpulan gejala yang disebabkan oleh beberapa penyakit atau kondisi tertentu sehingga terjadi perubahan kepribadian dan tingkah laku.

  1. Faktor-Faktor Penyebab Demensia

Faktor penyebab timbulnya demensia ada 2 yaitu (Faisal, 2003) :

  • Keracunan Metabolisme

Keracunan metebolisme meliputi : kekurangan oksigen, kekurangan vitamin B12, keracunan kronis obat-obatan atau keracunan alkohol. Kekurangan vitamin B6 (asam folat), kalsium darah tinggi akibat hormon kelenjar gondok tinggi atau sebaliknya, kalsium darah rendah akibat hormon kelenjar gondok rendah dan kelemahan fungsi organ-organ seperti hati dan ginjal.

  • Kelainan Struktur Jaringan Otak

Kelainan struktur jaringan otak meliputi : penyakit Alzheimer

Kelainan struktur jaringan otak meliputi : penyakit Alzhemer, penyakit amyothropic lateral trauma pada otak yang berat dan akut, tumor jaringan otak, kemunduran fungsi jaringan otak kecil, peningkatan selaput otak, dan penyakit Huntington (chorea).

Menurut Suparto (2003), terdapat 2 kelainan yang bisa menyebabkan demensia, yaitu :

  • Kelainan pembuluh darah otak

kelainan ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan darah secara kronis karena penyempitan pembuluh darah otak yang mengakibatkan terjadinya perdarahan-perdarahan kecil ditempat-tempat tertentu. Sel otak rusak karena kekurangan pasokan oksigen tersebut. Ada 2 jenis penyakit demensia yang disebabkannya yaitu infark kulit otak (stroke) dan kerusakan bagian bawah kulit otak berbentuk lubang-lubang. Penyebabnya darah tinggi dan strok.

  • Kelainan (kerusakan) sel otak

Kelainan ini disebabkan sel otak mengalami proses penuaan dan mati. Sel otak yang mati tersebut tidak diganti lagi sehingga berat otak makin lama makin berkurang.

  1. Gejala dan Tanda Demensia

Gejala dan tanda demensia meliputi :

  • Lupa kejadian yang baru dialami

Lupa akan nama teman, nomor telepon rekan bisnis dan pekerjaan adalah hal yang biasa terjadi, masih dapat mengingat lagi beberapa saat kemudian. Orang dengan kepikunan/demensia mengalami kelupaan yang sangat sering sehingga mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari, dan mereka tidak dapat mengingat kembali kejadian yang bari dialaminya sekalipun telah dicoba mengingatkan kembali.

  • Kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari

Seseorang yang penuh kesibukan bisa saja meninggalkan dapur dalam keadaan berantakan dan baru ingat untuk menghidangkan dan merapikannya setelah hampir selesai makan. Orang yang termasuk golongan lansia banyak yang lupa waktu, tidah tahu kapan siang dan malam, sering lupa wajah teman, dan tidak tahu suatu tempat atau daerah sehingga sering tersesat (Suparto, 2003).

Seseorang dengan demensia Alzheimer mungkin dapat menyiapkan makanan di dapur tetapi kemudian bukan hanya tidak ingat untuk menghidangkannya di meja makan bahkan ia juga lupa bahwa ia telah memasak makanan di dapur.

  • Kesulitan dalam berbahasa

Kadang-kadang seseorang mengalami kesulitan untuk mencari kata yang tepat untuk berbicara.

  • Disorientasi waktu dan tempat

Lupa hari atau tempat tujuan untuk sesaat masih termasuk normal. Akan tetapi jika terjadi lupa tempat dimana ia berasa, tersesat di jalan yang biasa dikenalnya, tidak tahu bagaimana ia sampai di tempat tersebut dan tidak bisa mencari jalan pulang ke rumahnya sendiri maka hal ini menunjukkan gejala demensia.

  • Tidak mampu membuat keputusan

Seorang demensia akan lupa sama sekali bahwa ia tengah menjaga anak-anaknya. Bisa jadi iapun berpakaian tidak sebagaimana mestinya.

  • Kesulitan berfikir abstrak

Pasien demensia akan mengalami kesulitan dalam menghitung, kalimat majemuk dan peribahasa maupun pemahaman konsep.

  • Salah menaruh barang

Setiap orang bisa saja menaruh kunci atau dompet. Seseorang dengan demensia Alzheimer mungkin dapat meletakkan benda-benda di tempat yang tidak seharusnya misalnya setrika ditaruh di dalam kulkas, atau arloji diletakkan di dalam panci.

  • Perubahan suasana perasaan dan perilaku

Setiap orang bisa merasa sedih dan murung dari waktu ke waktu. Seseorang pasien Alzheimer dapat memeperlihatkan perubahan suasana perasaan dalam waktu singkat, dari tenang-tenang tiba-tiba menjadi menangis atau marah tanpa suatu alasan yang jelas.

  • Perubahan kepribadian

Meskipun usia dapat berpengaruh terhadap perubahan kepribadian, namun seseorang dengan penyakit Alzheimer menunjukkan perubahan kepribadian yang drastis, misalnya menjadi pencuriga, penakut atau mudah bimbang.

  • Kehilangan inisiatif

Merasa lelah terhadap pekerjaan rumah tangga, aktivitas bisnis atau kegiatan sosial lainnya adalah normal bila setelah beberapa waktu mempunyai minat kembali. Seseorang dengan demensia dapat menjadi sangat pasif dan apatis sehingga diperlukan usaha untuk menarik minatnya agar mau ikut beraktivitas.

  1. Penggolongan Demensia

Kebanyakan masyarakat pada umumnya kurang memahami mengapa ada orang yang cepat menjadi demensia. Berikut ini penggolongan demensia itu sendiri.

  • Demensia yang hanya dengan gejala-gejala kelainan syaraf dan klinik: penyakit Alzheimer dan penyakit pick
  • Demensia yang hanya dengan gejala-gejala kelainan syaraf, tanpa disertai kelainan syaraf.
  • Demensia yang disertai kelainan dalam pemeriksaan laboratorium dan kelainan klinis yaitu : kekurangan hormon gondok, penyakit cushing, dan kekuranga vitamin seperti pada penyakit pellagra.

5 . Kelompok yang Berisiko Terkena Demensia :

Berikut ini adalah kelompok paling berisiko demensia, yaitu :

  • Orang tua usia lebih dari 65 tahun dan hidup sendiri.
  • Orang tua yang baru kehilangan keluarga.
  • Lanjut usia yang baru pulang dari perawatan rumah sakit.
  • Lanjut usia yang sehariannya memerlukan bantuan orang sekitarnya.
  • Lanjut usia yang karena sesuatu kondisi, tergantung pada orang lain.

6. Alat ukur demensia

Alat ukur demensia menggunakan Mini Mental State Examination yang diambil dari buku Journal of Psychiatric Research yang terdiri dari 30 pertanyaan dan dikelompokkan menjadi 5 macam, yaitu : orientasi (tahun, musim, tanggal, hari, bulan, negara, desa, kota, kecamatan dan tempat tinggal), registrasi (menamai tiga objek), perhatikan dan kalkulasi (mengeja kata “dunia” dari belakang ke depan), mengingat (menanyakan tiga objek yang telah disebutkan tadi di atas), dan bahasa. Dari pertanyaan di atas bisa dikatakan demensia jika seseorang tidak mampu menjawab 24 pertanyaan dengan benar dan dikatakan tiak demensia jiak seseorang mampu menjawab 24 pertanyaan atau lebih dengan benar (Gallo, 1998).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *