Menurut Nontji (2002) ikan Tuna adalah ikan yang memiliki bentuk seperti torpedo dengan kepala yang lancip. Tubuhnya licin, sirip dada melengkung dan sirip ekor bercagak dengan celah yang lebar. Dibelakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat sirip tambahan yang kecil-kecil dan terpisah. Sirip punggung, dubur, perut dan dada, pada pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh. Sirip-sirip tersebut dapat dilipat masuk kedalam lekukan itu, Sehingga dapat memperkecil daya gesek pada air pada saat ikan tersebut sedang berenang dengan kecepatan penuh
Tuna termasuk perenang cepat dan terkuat di antara ikan-ikan yang berangka tulang. Penyebaran ikan Tuna mulai dari laut Merah, laut India, Malaysia, Indonesia dan sekitarnya. Juga terdapat di laut daerah tropis dan daerah beriklim sedang. Tuna merupakan ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari famili Scombridae, terutama genus Thunnus. Ikan-ikan dari suku Scombridae umumnya memiliki nilai ekonomis yang penting. Ikan Tuna di Indonesia antara lain terdiri atas madidihang (Thunnus albacores), albakor (Thunnus alalunga), mata besar (Thunnus obesus) dan tatihu (Thunnus maccoyi). 
Tuna adalah ikan yang membentuk gerombolan dan hidup di perairan tropis sampai subtropis. Aspek yang luar biasa dari fisiologi Tuna adalah kemampuannya untuk menjaga suhu tubuh lebih tinggi daripada suhu lingkungan. Sebagai contoh, tuna sirip biru dapat mempertahankan suhu tubuh 75-95 °F (24-35 °C), dalam air dingin bersuhu 43 °F (6 °C). Namun, tidak seperti makhluk endotermik seperti mamalia dan burung, ikan Tuna tidak dapat mempertahankan suhu dalam kisaran yang relatif sempit (Nontji, 2002).
Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging berwarna putih, daging ikan ini berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot Tuna lebih banyak mengandung mioglobin dari pada ikan lainnya. Beberapa spesies Tuna yang lebih besar, seperti Tuna sirip biru (bluefin Tuna), dapat menaikkan suhu darahnya di atas suhu air dengan aktivitas ototnya. Hal ini menyebabkan mereka dapat hidup di air yang lebih dingin dan dapat bertahan dalam kondisi yang beragam (Junianto, 2003).
Dari segi komposisi gizi Ikan Tuna adalah jenis ikan dengan kandungan protein yang tinggi dan lemak yang rendah. Ikan Tuna mengandung protein antara 22,6 -26,2 gram/100 gram daging. Lemak antara 0,2-2,7 gram/100 gram daging. Di samping itu ikan Tuna mengandung mineral kalsium, fosfor, besi dan sodium, vitamin A (retinol) dan vitamin B (thiamin, riboflavin dan niasin) (Djuhanda, 1981).