Nanga (2005: 247) inflasi yang terjadi di dalam suatu perekonomian memiliki beberapa dampak atau akibat sebagai berikut:
a.       Inflasi dapat mendorong terjadinya perubahan redistribusi pendapatan, dimana menyebabkan pendapatan riil satu orang meningkat, tetapi pendapatan riil orang lainnya menurun.
b.      Inflasi dapat mengalahkan sumber daya dari investasi yang produktif ke investasi yang tidak produktif sehingga mengurangi kapasitas ekonomi produktif.
c.       Inflasi dapat menyebabkan perubahan-perubahan dalam output dan kesempatan kerja dengan cara memotivasi orang untuk memproduksi lebih atau kurang dari yang telah dilakukan selama ini.
d.      Inflasi dapat menciptakan suatu lingkungan yang tidak stabil bagi keputusan ekonomi.
Selanjutnya menurut Sukirno (1997: 305), pengaruh inflasi dapat dibedakan dalam dua aspek:
1.      Akibat buruk kepada perekonomian
a.       Inflasi menggalakkan penanaman modal spekulatif diantara pemilik modal.
b.      Inflasi dapat menaikkan tingkat bunga dan mengurangi investasi.
  1. Inflasi dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai keadaan ekonomi di masa depan.
  2. Inflasi menyebabkan harga barang impor lebih murah daripada barang yang dihasilkan di dalam negeri, kecenderungan ini akan memperburuk keadaan neraca pembayaran dan kemerosotan nilai mata uang.
2.      Akibat buruk ke atas individu dan masyarakat
  1. Memperburuk distribusi pendapatan masyarakat sebagai akibat inflasi.
  2. Inflasi cenderung menimbulkan kemerosotan pendapatan riil sebagian tenaga kerja.
  3. Merosotnya nilai riil tabungan masyarakat sebagai akibat inflasi.

DAFTAR PUSTAKA
Sukirno, Sadono. (2004). Makro Ekonomi. Edisi Ketiga. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Nanga, Muana. (2005). Makroekonomi: Teori, Masalah dan Kebijakan. Edisi Kedua. Jakarta: PT. Raja Grafika Persada.