BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Otot nampak merupakan satu kesatuan tetapi sebenarnya tersusun dari kumpulan blok urat daging. Ikan memiliki susunan otot yang lebih sederhana jika dibandingkan dengan vertebrata lainnya. Walaupun susunannya lebih sederhana pada prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging yaitu urat daging bergaris, urat daging licin, dan urat daging jantung. Selain itu otot ikan juga ada yang dibawah rangsangan otak (voluntary) . Sehingga dalam pergerakannya memerlukan energi, lain halnya dengan tulang. Nafsu, makan seekor binatang khususnya vertebrata bisa diketahui dengan pergerakannya, begitu juga pada penyakit yang menyerangnya.

Otot polos memiliki serabut lebih sederhana dan kecil dibandingkan dengan serabut otot lainnya. Serabut ini tumbuh dari mesenkhim embrio. Secara primer berasal dari mesoderm dengan disertai sel-sel jaringan ikat, kemudian berkembang  menjadi otot polos. Kerja otot polos ini disebut involuntary. Serabut otot polos pada umumnya tersusun dalam ikatan, tetapi banyak pula yang tersebar.  Kontraksi otot ini lambat dan kerjanya lama.

Otot lurik memiliki serabut otot berupa garis-garis melintang dengan banyak inti tersebar pada bagian pinggir serabutnya. Otot ini disebut juga otot rangka karena melekat pada rangka atau kulit. Serabut otot bergaris tersusun dalam ikatan sebanyak 20 sampai 30 buah serabut yang dinamakan fasciculum. Otot jantung adalah untuk yang khas dan hanya dijumpai pada jantung saja. Jaringan otot jantung memperlihatkan garis-garis melintang pada serabutnya. Pada otot ini tidak ada serabut yang terpisah, akan tetapi saling terhubung satu sama lainnya. Otot jantung berkontraksi kuat dan terus menerus bekerja sampai akhir hayat ikan tersebut.

Tujuan Pratikum

Pratikum ini bertujuan untuk mengamati dan memahami bentuk urat daging pada ikan beberapa jenis ikan yang umum dijumpai.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Urat daging yang terdapat di kedua sisi tubuh ikan dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu epaksial dan hipaksial. Kedua bagian tersebut dipisahkan oleh suatu selaput yang dinamakan horizontal akletogeneous septum. Dibagian permukaan selaput ini terdapat urat daging yang menutupinya “musculus lateralis superficialis“ yang banyak mengandung lemak karena warna yang merah kehitaman (Monintja, 1991).

Pada garis besar ikan mempunyai tiga macam urat daging yaitu urat daging bergaris, urat daging licin, dan urat daging jantung. Secara fungsional tipe urat daging, yaitu yang di bawah rangsangan otak (voluntary) ialah urat daging jantung. Dari penempelnya juga dapat dibedakan menjadi dua yaitu urat daging yang menempel pada rangka, ialah urat daging licin dan urat daging jantung. Sistem urat daging atau sistem otot pada ikan secara fungsional otot ini dibedakan menjadi dua tipe, yaitu yang dibawah rangsangan otak dan yang tidak dibawah rangsangan otak. Pada  prinsipnya ikan mempunyai tiga macam urat daging atau otot berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu: otot polos, otot bergaris, dan otot jantung ( Nainggolan, 2009 ).

Otot jantung adalah otot yang cara kerjanya tidak dipengaruhi oleh rangsang sedankan otot polos dan otot lurik dipengaruhi oleh rangsang, pada otot polos tidak memperlihatkan adanya garis-garis melintang dan terdapat pada sistem-sistem yang menjalankan fungsinya secara otomatis (Soewasono, 1960). Otot merupakan pembentuk rangka. Otot berperan dalam pergerakan organ tubuh atau bagian tubuh. Kemampuan otot untuk berkontraksi disebabkan oleh adanya serabut kontraktil (Okada, 1990).

Otot pada ikan dibagi oleh suatu sekat horizontal menjadi otot epaksial yaitu otot yang terletak di atas sekat horizontal, dan otot hipaksialis yang terletak di bawah sekat horizontal (Fujaya, 2004). Dalam tubuh terdapat tiga macam jaringan otot yaitu otot polos yang tidak dipengaruhi oleh rangsang, otot serat lintang involunter (tidak dipengaruhi kehendak) dan otot serat lintang volunter (dipengaruhi oleh kehendak) (Winarno, 1984).

DAFTAR PUSTAKA

Nainggolan, E. Taksonomi Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta

Manintja. Fisiologi Hewan Air. Univresitas Jendral Sudirman. Purwokerto

Okada. Digstion in Teleost Fishes. Top Dey. Biol. 30:103-45

Winarno. Prinsip – Prinsip Budidaya Ikan. PT Gramedia. Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *