Daftar Isi
Hal.
DAFTAR ISI    …………………………………………………….   i
I.          PENDAHULUAN……………………………………………………………….     1
            A. Latar Belakang        …………………………………………………………..    1
            B. Tujuan Percobaan    …………………………………………………………..    1
II.         TINJAUAN PUSTAKA         ……………………………………………….     2
III.       METODE PERCOBAAN     ……………………………………………….     3
            A. Waktu dan Tempat  ……….…………………………………………………    3
            B. Alat dan Bahan        …………………………………………………………..    3
            C. Cara Kerja  ……………………………………………………………………      3
IV.       ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN    …………………………….  5
            A. Data Hasil Pengamatan        ………………………………………………..    5
            B. Analisa Data            …………………………………………………………..    6
            C. Pembahasan            …………………………………………………………..    6
V.        PENUTUP      ……………………………………………………………………..    8
            A. Kesimpulan  ………………………………………………………….     8
            B. Saran           ……………………………………………………………………..    8
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………..    9
LAMPIRAN
i
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Destilasi adalah pemisahan zat cair atau padat yang terdapat dalam dua atau lebih campuran, berdasarkan perbedaan titik didihnya. Peralatan destilasi terbagi dua yaitu : 1. Dertilasi basah
           2. Destilasi kering
            Destilasi dan retrifikasi sangat berhubungan, dimana pengertian destilasi dan retrifikasi adalah proses pemisahan ternal yang digunakan secara luas dibidang teknik untuk memisahkan campuran ( larutan ) dalam jumlah yang besar.
            Destilasi banyak didapati pada proses destilasi dan penyulingan larutan untuk mengurangi volume dan konsentrasi zat terlarut, pada deatilasi produk antara produk ahkir yang di peroleh pada reaksi kimia, serta pada rektrifikasi pelarut organikyang telah tercemar agar diperoleh cairan murni yang dapat dipakai kembali.
            Kedua proses tersebut adalah serupa yaitu pemisahan yang terjadi oleh penguapan salah satu komponen dari campuran, artinya dengan cara mengubah bagian – bagian yang sama dari keadaan cair menjadi berbentuk uap.
B. Tujuan Praktikum
            Adapun tujuan percobaan dari pratikum destilasi adalah:
1)      Untuk melakukan proses pemisahan antara dua komponen atau lebih dari campuran berdasarkan perbedaan titik didih sehingga terjadi proses penguapan yang menghasilkan minyak atsiri.
1
II. TINJAUAN PUSTAKA
             Penguapan dan destilasi umumnya merupakan proses pemisahan satu tahap. Proses ini dapat dilakukan secara tidak kontinue atau kontinue, pada tekanan normal atau vakum. Pada destilasi sederhana, yang paling sering dilakukan adlah operasi tidak kontinue. Dalam hal ini campuran yang akan dipisahkan dimasukan dalam penguap ( Ummnya alat penguap labu ) dan dididihkan. Hal khusus dari destilasi sderhana adalah destilasi kukus, destilasi molekuler dan destilasi refluks ( Dr. Ir. Lienda Handojo, M. Eng, 1995 ).
Penguapan yang berlangsung juga tidak dapat dipisahkan oleh Air, jika material air tidak dimasukkan kedalam ketel maka suatu kesalahan besar jika menganggap proses hidrodestilasi dapat berlangsung karena air jika dimasukkan kedalam tabung yang dipanaskan pada temperature tinggi akan menghasilkan  Uap panas, dan jika air tersebut dicampur dengan senyawa hidro lainnya maka 80% kemungkinan uap yang ada akan menimbulkan bau dari senyawa hidro tersebut (Harper, W J. 1986).
Minyak Atsiri adalah minyak yang bersifat mudah menguap dengan komposisi dan titik didih yang berbeda beda setiap substitusi yang dapat menguap tentunya dapat menghasilkan Bau dan memiliki titik didih tertentu hal ini dipengaruhi oleh suhu (Merson, R.L. 1979).
            Pada campuran dua cairan yang tidak larut, tekanan uaptotal adalah penjumlahan tekanan uap dari masing – masing komponen dalam keadaan murni. Tekanan uap tersebut tidak tergantung pada perbandinan antar komponen. Tekanan uap total dari campuran dapat menyamai tekanan udara pada suhu yang lebih rendah dari pada suhu yang dicapai sehinggga titik didih campuran selalu lebih rendah dari pada titik didih terendah dari komponen yang membentuknya ( Warren L. Mc Cabe, dkk, 1999 ).
                       
2
B. Pembahasan
            Destilasi adalah memisahkan komponen – komponen yang mudah menguap dari campuran cair dengan cara menguapkannya, yang diikuti dengan kondensasi uap yang terbentuk dan menampung kondensat yang dihasilkan. Uap yang aka dikeluarkan dari campuran dapt dikatakan sebagai uap bebas, dimana kondesat yang jatuh sebagai destilasi dan bagian yang tidak menguap sebagai residu. Apabla yang di inginkan bagian campuran yang tidak teruapkan dan bukan destilasi maka proses tersebut dapat dikataka sebagai pengentalan dengan evaporasi. Dengan penguapan atau yang komponen – kmponennya memiliki tekanan uap yang berbeda, dalam campiran bahan padatdalam cairan maka prasyarat tadi praktis selalu terpenuhi yaitu selalu pemisahan dapat dicapai dengan sempurna sedangkan dalam larutan cairan dalam cairan biasanya pemisahan tidak terjadi dengan sempuran, karena pada komponen titik didih campuran memiliki tekanan uap yang besar. Sedangkan destilasi murni hanya dapat diperoleh jika ciran yang sukar menguap mempunyai tekanan uap yang kecil sehingga dapat diabaikan. Sering kali destilasi digunakan semata – mata sebagai tahap awal dari suatu proses rektifikasi. Dalam hal ini campuran dipisahkan menjadi dua, yaitu bagian yang mudah menguap dan bagian yang sukar menguap.
Setiap cairan mempunyai uap yang terbentuk karena terlepasnya sejumlah molekul yang berenergi tinggi dari permukaan cairan ke sekelilingnya, sehingga sering disebut sebagai penguapan. Dalam hal ini, jumlah molekul dalam ruang yang kembali kedalam cairan persatuan waktu sama dengan jumlah molekul yang meninggalkan cairan persatunan waktu. Molekul tersebut akan menimbulkan tekanan yang disebut sebagai tekanan uap. Tekanan cairan tergantung pada suhu yaitu semakin tinggi suhu cairan  semakin banyak energi molekulnya sehingga dapat meningalkan permukaan cair persatuan waktu sehingga dapat titik nol tekanan uapnya sama denga nol, selama tekanan uap ciran lebih kecil dari pada cairan sekelilingnya,maka menjadi uap adalah molekul – molekul yang berada pada permukaan.
7
V. PENUTUP
A. Kesimpulan.
            Dari hasil analisa data dan pembahasan, maka dalam praktikum ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
v     Pada proses destilasi terdapat kondesor yang berfungsi untuk mengubah fase gas menjadi fase cair.
v     Pengeluaran uap yang terbentuk meleliu sebuah pipa uap yang kosong dan lebar, tanpa perpindahan panas dan perpindahan massa yang dipaksakan, dapat mengakibatkan kondesat mengalir kembali ke alat penguap.
v     Destilasi pada umumnya merupakan suatu proses pemisahan satu tahap, dimana proses ini dilakukan secara kontinue atau tak kontinue, pada tekanan normal atau vakum.
Dalam proses penguapan atau destilasi pemisahan dua komponen campuran tergantung pada tekanan uap atau titik didih komponen tersebut.
B. Saran
Sebaiknya kita punya alat sendiri  jadi tidak perlu meminjam laboratorium orang lain.
8
DAFTAR PUSTAKA
Cabe MC. L Warren, C. Smith Julian dan Harriot Peter, 1993, OPERASI
                        TEKNIKKIMIA jilid 2, Erlangga, Jakarta.
Handoyo Lienda, 1995, TEKNIK KIMIA 2, Pradnya Paramita, Jakarta
Harper,1986, DAYRI TECHNOLOGY and ENGGINEERING, AVI, CoLtd,
Westport, Connectitut.
Merson, R L. 1979, Food Enggineering, Academic Press, New York.