PELAKSANAAN AKUNTABILITAS DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)

Penerapan prinsip akuntabilitas dalam penyelenggaraan manejemen sekolah mendapat relevansi ketika pemerintah menerapkan otonomi pendidikan yang ditandai dengan pemberian kewenangan kepada sekolah untuk melaksanakan manajemen sesuai dengan kekhasan dan kebolehan sekolah. Dengan pelimpahan kewenangan tersebut, maka pengelolan manajemen sekolah semakin dekat dengan masyarakat yang adalah pemberi mandat pendidikan. Oleh karena manajemen sekolah semakin dekat dengan masyarakat, […]

Read More

AKUNTABILITAS DAN FAKTOR NILAI-BUDAYA MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)

Sekolah sebagai tempat penyelenggaran manajemen yang akuntabel merupakan suatu pranata sosial. Dikatakan sebagai pranata sosial karena di tempat tersebut teradapat orang-orang dari berbagai latar belakang sosial yang membentuk suatu kesatuan dengan nilai-nilai dan budaya tertentu. Nilai-nilai dan budaya tersebut potensial untuk mendukung penyelenggaraan manajemen sekolah yang akuntabel, tetapi juga sebaliknya bisa menjadi penghambat. Dalam sebuah […]

Read More

UPAYA-UPAYA PENINGKATAN AKUNTABILITAS DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)

Bagaimanapun juga pengelolaan MBS mensyaratkan akuntabilitas yang tinggi, oleh karena itu perlu ada upaya nyata sekolah untuk mewujudkannya. Menurut Slamet (2005:6) ada delapan hal yang harus dikerjakan oleh sekolah untuk peningkatan akuntabilitas: Pertama, sekolah harus menyusun aturan main tentang sistem akuntabilitas termasuk mekanisme pertanggungjawaban. Kedua, sekolah perlu menyusun pedoman tingkah laku dan sistem pemantauan kinerja […]

Read More

FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT AKUNTABILITAS DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Codd (1999), seorang pakar kebijakan pendidikan dalam Marks Olssen, dkk (2004), menyatakan bahwa dalam perspektif global, akuntabilitas dipengaruhi oleh kecenderungan manusia yang mengutamakan kebebasan. Kebebasan yang muncul secara baru (neoliberalisme) ikut mempengaruhi ketahanan moral orang dalam melaksanakan akuntabilitas. Terdapat dua tipe akuntabilitas, masing-masing akuntabilitas eksternal dan akuntabilitas internal. Keduanya memiliki ciri yang berbeda, ini disebabkan […]

Read More

TEKNIK PROBLEM POSING

Teknik problem posing merupakan salah satu teknik kreatif yang dikembangkanoleh Paulo Freire pada tahun 1972. Problem posing bermakna mengajukan soal atau masalah. Silver (1996) mengemukakan batasan problem posing sebagai berikut “ proble posing dappat diartikan sebagai pembuatan masalah baru maupun merumuskan kembali masalah yang telah diberikan”. Tahapan-tahapan pembelajaran problem posing meliputi : 1. Tahap Perencanaana) […]

Read More

PENGERTIAN MUTU PENDIDIKAN

Secara umum, adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang diharapkan atau yang tersirat. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu mencakup input, proses, dan output pendidikan.Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu proses. Sesuatu yang dimaksud berupa sumberdaya dan perangkat lunak serta […]

Read More

PENGERTIAN, FUNGSI DAN DIFINISI PENDIDIKAN

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan dating (UUR.I. No. 2 Tahun 1989, Bab I, Pasal I.Pada rumusan mi terkandiung empat hal yang perlu digarisbawahi dan mendapat penjelasan lebih lanjut. Dengan “usaha sadar” dimaksudkan, bahwa pendidikan diselenggarakan berdasarkan rencana yang matang, mantap, […]

Read More