PENANGANAN EFUSI PLEURA MALIGNAN

Abstrak:Efusi pleura malignan adalah suatu masalah klinik yang sering terjadi. Pengambilan dari cairan pleura dan pencegahan dari reakumulasi merupakan tujuan utama penanganan. Pleurodesis harusnya dapat dilakukan pada tahap awal Meskipun dalam praktek klinis pleuruodesis masih diperdebatkan dan pertimbangan klinis yang bervariasi untuk penerapan prosedur ini. Masih sangat sedikit konsensus oleh ahli paru seluruh dunia yang […]

Read More

Tugas Refrat Urolithiasis Atau Batu Ginjal

BAB I PENDAHULUAN Latar BelakangPenyakit batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang cukup bermakna, baik di Indonesia maupun di dunia. Prevalensi penyakit batu diperkirakan sebesar 13% pada laki-laki dewasa dan 7% pada perempuan dewasa.1 Prevalensi batu ginjal di Amerika bervariasi tergantung pada ras, jenis kelamin dan lokasi geografis. Empat dari lima pasien adalah laki-laki, sedangkan usia […]

Read More

DERMATITIS KONTAK ALERGI

Pendahuluan Kemajuan dalam bidang industri sampai sekarang telah menghasilkan sekitar 70.000 jenis bahan berupa logam, kimia, pelarut, plastik, karet, pestisida, gas, dan sebagainya yang digunakan secara umum dalam kehidupan sehari – hari dan memberikan kenyaman dan kemudahan bagi penduduk di seluruh dunia. Namun di lain pihak, bahan-bahan tersebut menimbulkan berbagai dampak seperti cedera dan penyakit. […]

Read More

KONSTIPASI

Konstipasi bukan merupakan suatu penyakit, melainkan suatu keluhan yang muncul akibat kelainan fungsi dari kolon dan anorektal. Konstipasi atau sembelit adalah terhambatnya defekasi dari kebiasaan normal. Pengertian ini dapat diartikan sebagai defekasi yang jarang, jumlah feses yang kurang, konsistensinya keras dan kering. Obstipasi bersinonim dengan konstipasi.1,2 Hampir setiap orang suatu saat pasti akan mengalami konstipasi. […]

Read More

Jenis-Jenis Jahitan Pada Luka

1. Jahitan BerulangJahitan ini dapat digunakan secara terputus-putus (interrupted) atau kontinue dan untuk kulit atau jaringan yang agak dalam . Pada jaringan yang dalam biasanya digunakan jahitan terputus . Jahitan kontinue digunakan untuk menutup peritonium atau lapisan – lapisan dari dinding perut atau dinding dada , terutama bila dilakukan dengan cepat. 2. Jahitan Matras Vertikal […]

Read More

Macam-Macam Balutan Pada Luka

1 Membalut Kepala Cara Fascia Uniens Memakai pembalut berkepala satu . Ujung pembalut letakkan di atas kepala sebelah kiri,tujukan ke sudut dahi kiri,turunkan ke pipi melalui muka , kuping kiri, terus kebawah dagu naik lagi ke atas , kemuka kuping kana, sudut dahi kanan terus ke atas kepala , bertemu dengan jalan pembalut yang pertama […]

Read More

Mengganti Balutan Atau Perban

A. Pengertian Mengganti balutan / perban adalah suatu tindakan keperawatan untuk mengganti balutan dalam perawatan luka untuk mencegah infeksi silang dengan cara menjaga agar luka tetap dalam keadaan bersih. B. Tujuan– untuk membersihkan luka – memberi rasa aman dan nyaman– untuk membersihkan obat luka C. Indikasi– pada balutan yang sudah kotor – pada penderita yang […]

Read More

MERAWAT LUKA DEKUBITUS

A. PengertianMerupakan tindakan keperawatan untuk membantu proses percepatan penyembuhan luka . B. Tujuan– Mencegah terjadi nya infeksi dengan cara menjaga atau mempertahankan agar luka tetap dalam keadaan bersih.– Mengurangi nyeri dan mempercepat proses penyembuhan luka dengan cara melakukan perawatan C. IndikasiPada pasien yang mengalami luka dekubitus di daerah bokong , daerah pangkal paha, daerah siku, […]

Read More

Jahitan Luka Terbalik Ke Luar

1. Jahitan Retensi Jahitan retnsi berulang dibuat dan diikat dengan cara yang sama seperti jahitan berulang lain nya. Tetapi jahitan ini dapat meliputi lebih banyak jaringa , termasuk juga seluruh bagian dari dinding perut . Benang yang digunakan harus kuat .Penyebab kegagalan yang sering terjadi pada jahitan retensi adalah jumlah jahitan yang tidak adekuat. 2. […]

Read More

Jahitan Luka Terbalik Ke Dalam (Inverting Suture)

1. Jahitan Lembert jahitan lembert dapat digunakan sebagai jahitan terputus-putus ataukontinu.jahitan kontinu dimulai pada tempat yang sama dengan jahitan yang terputus-putus,tetapi ada kala nya jahitan kontinu disusun miring.Jahitan kontinu membutuhkan waktu yang lebih singkat dan hasil nya lebih rapat di bandinhkan dengan jahitan yang terputus-putus kemungkinan terjadi nya strongulasi lebih besar pada jahitan kontinu. Lembert […]

Read More