Laut Territorial Dan Zona Tambahan

Kedaulatan Negara pantai selain wilayah daratan dan perairan pedalamannya, perairan kepulauannya meliputi juga laut territorial, ruang udara diatasnya dan dasar laut serta lapisan tanah dibawahnya. Batas laut territorial tidak melebihi 12 mil laut diukur dari garis pangkal normal. Untuk Negara-negara kepulauan yang mempunyai karang-karang disekitarnya garis pangkalnya adalah garis pangkal surut dari sisi karang kearah […]

Read More

Kawasan Dasar Laut Internasional

UMUMUsaha masyarakat internasional untuk mengatur masalah kelautan melalui Konperensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hukum Laut yang Ketiga telah berhasil mewujudkan United Nations Convention on the Law of the Sea (konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut) yang telah ditandatangani oleh 117 (seratus tujuh belas) negara peserta termasuk Indonesia dan 2 satuan bukan negara di Montego Bay, […]

Read More

Selat Yang Digunakan Untuk Pelayaran Internasional

POSISI INDONESIA DAN MALAYSIA Karena Selat Malaka-Singapura adalah bagian dari “laut wilayah” negara pantai, negara yang sangat berkepentingan mengenai keselamatan pelayaran di selat adalah negara-negara pantainya. Karena itu, Indonesia dan Malaysia menolak tegas gagasan-gagasan yang dapat menjurus ke arah “internasionalisasi” selat dan menentang campur-tangan pihak luar dalam “pengurusan” dan “pengaturan” selat tersebut.Menurut Indonesia dan Malaysia, […]

Read More

Hak dan Kewajiban Negara Indonesia sebagai Negara Kepulauan

Kewajiban Indonesia sebagai Negara Kepulauan sudah diatur oleh Pasal 47-53 Konvensi Hukum Laut 1982. Pasal 47 menyatakan bahwa Negara kepulauan dapat menarik garis pangkal lurus kepulauan (arhipelagic baselines) dan aturan ini sudah ditransformasikan atau diimplementasikan ke dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia dan PP Nomor 37 Tahun 2002 tentang Hak […]

Read More

Peran dan Konsekuensi Indonesia sebagai Negara Kepulauan

Di balik keberhasilan Indonesia yang telah memperjuangkan lebar laut teritorial sejauh 12 mil laut dan perjuangan yang terpenting diterimanya konsep wawasan nusantara menjadi negara kepulauan oleh dunia internasional adalah tersimpannya tanggung jawab besar dalam memanfaatkan perairan Indonesia (perairan pedalaman, perairan kepulauan dan laut teritorial) dan kekayaan sumber daya alam di dalamnya dengan seoptimal mungkin bagi […]

Read More

Konsep Wawasan Nusantara dalam Konvensi Hukum Laut 1982

Indonesia yang merupakan Negara Kepulauan yang diperjuangkan oleh Mochtar Kusumaatmadja dari sejak Deklarasi Juanda 1957 sampai diakuinya konsepsi tersebut oleh dunia internasional dalam Konvensi Hukum Laut 1982 adalah sebenarnya suatu kebanggaan yang luar biasa bagi bangsa dan Negara Indonesia, tetapi sebagian masyarakat Indonesia tidak begitu mengenal dengan baik bahwa Indonesia mempunyai luas laut dua per […]

Read More

HAK LINTAS AKUR LAUT KEPULAUAN

• Negara kepulauan dapat menentukanalur laut dan rute penerbangan di atasnya yang cocok utyk lintas damai kapal dan pesawat udara asing yang terus menerus serta secepat mungkin.• Semua kapal dan pesawat menikmati hak lintas alur laut kepulauan yang telah ditentukan.• Lintas alur laut kepulauan berarti pelaksanaan hak pelayaran dan penerbangan sesuai konvensi dalm cara normal […]

Read More

Sistem pernafasan pada ikan

Sistem pernafasan pada ikan | Proses dimana organisme melakukan pertukaran gas dengan lingkungannya disebut respirasi. Respirasi dalam biologi adalah proses mobilisasi energi yang dilakukan jasad hidup melalui pemecahan senyawa berenergi tinggi (SET) untuk digunakan dalam menjalankan fungsi hidup. Dalam pengertian kegiatan kehidupan sehari-hari, respirasi dapat disamakan dengan pernafasan. Namun demikian, istilah respirasi mencakup proses-proses yang […]

Read More

Osmoregulasi pada ikan

Osmoregulasi merupakan suatu fungsi fisiologis yang membutuhkan energi, yang dikontrol oleh penyerapan selektif ion-ion yang melewati insang dan pada beberapa bagian tubuh lainnya dikontrol oleh pembuangan yang selektif terhadap garam-garam (Stickney, 1979 dalam Bestian, 1996). Sedangkan menurut Kinne (1964) dalam Bestian (1996), kemampuan osmoregulasi bervariasi bergantung suhu, musim, umur, kondisi fisiologis, jenis kelamin dan perbedaan […]

Read More

Manta birostris (Manta ray)

Para Manta ray adalah salah satu yang terbesar dan paling dikenal dari ikan. Seperti hiu, sepatu roda dan sinar yang lain, Mantas tidak memiliki kerangka tulang yang keras, dan merupakan bagian dari kelompok yang dikenal sebagai elasmobranches. Meskipun mereka tidak memiliki alat penyengat, mereka berkaitan erat dengan keluarga stingray (Dasyatidae). Manta rays, bersama dengan sembilan […]

Read More