Cahaya matahari di dalam samudra penting untuk banyak alasan: memanaskan air laut, menghangatkan lapisan permukaan; menyediakan energi yang diperlukan oleh phytoplankton; digunakan untuk navigasi oleh binatang di dekat permukaan; dan refleksi cahaya di bawah permukaan tanah digunakan untuk pemetaan konsentrasi butir hijau daun dari angkasa.
Cahaya di samudra berpindah dengan suatu kecepatan sama dengan kecepatan cahaya di suatu ruang hampa yang dibagi oleh indeks bias ( n), yang mana secara khas n= 1.33.Karenanya percepatan di dalam air adalah sekitar 2.25×108 m/s. Sebab cahaya berpindah lebih lambat di dalamair dibanding di udara, beberapa cahaya direfleksikan di permukaan lautan . Karena cahaya yang bersinar ke bawah lurus/langsung pada dengan lautan, reflectivas adalah ( n- 1)2/(n+ 1)2. Untuk air laut,reflectivas adalah 0.02= 2%. Karenanya kebanyakan cahaya matahari yang mencapai permukaan lautan adalah yang dipancarkan ke dalam lautan, sedikit yang dicerminkan/direfleksikan. ini berarti bahwa cahaya matahari yang menyinari samudra di garis balik kebanyakan diserap di bawah permukaan lautan, cahaya matahari sedikit dicerminkan kembali ke atmospir .

Konsep Penting
1. Kepadatan di (dalam) samudra ditentukan oleh temperatur, salinitas, dan tekanan.

2. perubahan salinitas dalam samudra sangat kecil, dan studi massa air
dan arus memerlukan densitas dengan suatu ketelitian 10 komponen
per juta.

3 Densitas tidak terukur, ia dihitung dari pengukuran temperatur,
kadar garam, dan tekanan menggunakan persamaan keadaan air
laut.
4. Kalkulasi salinitas [yang] akurat memerlukan definisi temperatur akurat dan kadar garam dan keakuratan suatu persamaan keadaan akurat.

5. Salinitas sukar untuk menggambarkan dan untuk mengukur. Untuk menghindari kesukaran,oceanographers menggunakan daya konduksi sebagai ganti densitas. Mereka mengukur daya konduksi dan mengkalkulasi kepadatan dari temperatur, daya konduksi, dan tekanan.

6. Suatu lapisan yang bercampur (mixed layer) dari densitas dan temperatur tetap pada umumnya ditemukan di puncak 1–100 meter dari samudra . Kedalaman ditentukan oleh kecepatan angin dan perubahan panas terus menerus melalui permukaan lautan.

7. Untuk membandingkan kepadatan dan temperatur massa air pada kerendahan berbeda di dalam samudra, oceanographers menggunakan temperatur potensi dan kepadatan potensi yang memindahkan kebanyakan dari pengaruh tekanan pada kepadatan.

8. Kumpulan (Parcel )air di bawah lapisan yang bercampur (mixed layer) berjalan terus sepanjang permukaan netral.

9. Temperatur permukaan di samudra pada umumnya diukur di laut menggunakan ember atau temperatur suntikan. Peta temperatur [yang] global mengkombinasikan pengamatan ini dengan pengamatan atas pancaran inframerah dari permukaan lautan
yang diukur oleh suatu avhrr di angkasa.

10. daya konduksi dan Temperatur pada umumnya diukur secara digital sebagai fungsi dari tekanan yang menggunakan satuan ctd. Sebelum tahun 1960–1970 salinitas dan temperature diukur pada dengan kasar 20 kerendahan yang menggunakan botol Nansen diturunkan sejajar dari suatu kapal. Botol yang dibawa membalikkan termometer yang merekam kedalaman dan temperatur dan membawa kembali sampel air dari kedalaman itu yang digunakan untuk menentukan salinitas diatas kapal kapal .

11. Cahaya dengan cepat diserap(diabsorbsi) dalam samudra . 95% dari cahaya matahari diserap di 100 m bagian atas ]air laut yang jernih. Cahaya matahari jarang menembus lebih dalam dibanding beberapa meter di perairan pantai keruh.

12. Phytoplankton merubah warna air laut, dan perubahan warna dapat diamati dari angkasa. warna air digunakan untuk mengukur konsentrasi phytoplankton dari angkasa.