Augmented Reality (AR)

Menurut Ronald T. Azuma (1997), “Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan benda nyata dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda – benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Tujuan dari Augmented Reality adalah untuk menciptakan sebuah sistem di mana pengguna tidak dapat membedakan antara dunia nyata dan augmentasi virtual itu. Sekarang, Augmented Reality digunakan dalam hiburan, pelatihan militer, teknik desain, robotika, manufaktur dan industri lainnya. Augmented Reality mulai mewarnai dunia teknologi dalam satu dasawarsa ini. Ia menarik perhatian para pakar, peneliti, dan developer IT dengan model teknologi yang ditawarkannya, menyatakan objek virtual.
Augmented Reality dikembangkan dalam rangka memperoleh sebuah sistem yang menggabungkan informasi pada dunia nyata dengan informasi digital. Augmented Reality didasari oleh pengembangan IT dibidang Miniaturisasi dan Mobile Computing. Sebuah benda di dunia nyata yang akan dijadikan objek Augmented Reality dimodelkan terlebih dahulu untuk kemudian direalisasikan dalam objek yang lebih kecil/miniatur kemudian digerakkan dengan bantuan prinsip – prinsip Mobile Computing. Dengan kamera dan sensor di Smartphone atau tablet, Augmented Reality menambahkan lapisan informasi digital video, foto, suara langsung di atas item di dunia di sekitar kita. Dengan Augmented Reality, mudah untuk memiliki pengalaman digital yang besar diatas majalah interaktif, iklan, kemasan, kartu nama dan barang – barang lainnya.
Bidang – bidang yang pernah menerapkan teknologi Augmented Reality adalah :
1. Kedokteran (Medical) : Teknologi pencitraan sangat dibutuhkan di dunia kedokteran, seperti misalnya untuk simulasi operasi, simulasi pembuatan vaksin virus, dll. Untuk itu, bidang kedokteran menerapkan Augmented Reality pada visualisasi penelitian mereka.
2. Hiburan (Entertainment) : Dunia hiburan membutuhkan Augmented Reality sebagai penunjang efek – efek yang akan dihasilkan oleh hiburan tersebut.
3. Latihan Militer (Military Training) : Militer telah menerapkan Augmented Reality pada latihan tempur mereka. Sebagai contoh, militer menggunakan Augmented Reality untuk membuat sebuah permainan perang, dimana prajurit akan masuk kedalam dunia game tersebut, dan seolah – olah seperti melakukan perang sesungguhnya.
4. Engineering Design : Seorang Engineering Design membutuhkan Augmented Reality untuk menampilkan hasil desain mereka secara nyata kepada klien. Dengan Augmented Reality, klien akan tahu tentang spesifikasi yang lebih detail tentang desain mereka.
2.3.1 Prinsip Kerja Augmented Reality
Sistem Augmented Reality bekerja berdasarkan deteksi citra dan citra yang digunakan adalah marker. Prinsip kerjanya sebenarnya cukup sederhana, kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi marker yang diberikan, kemudian setelah mengenali dan menandai pola marker, kamera akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Bila tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi bila sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *