Aspek Yang Perlu Diperahatikan Pemanfaatan Lahan Tambak Untuk Budidaya Ikan Nila Salin

Pemanfaatan lahan tambak untuk budidaya ikan nila salin agar sesuai maka perlu penentuan lokasi yang tepat guna keberhasilan. Kesalahan dalam pemilihan atau penentuan suatu lokasi dapat berdampak sangat fatal, sehingga banyak kerugian. Beberapa aspek yang perlu diperahatikan diantaranya :

  • Aspek Ekologis

1)      Iklim

Menurut Poernomo (1992), bahwa data curah hujan sangat dibutuhkan terutama untuk menentukan jumlah curah hujan, bulan basah, maupun bulan kering di daerah tersebut karena sangat berkaitan dengan persediaan sumber air tawar, air laut, penurunan salinitas perairan, tingginya permukaan air, atau musim tanam. Kawasan atau daerah yang baik untuk budidaya tambak adalah curah hujan kurang dari 2.000 mm per tahun.

2)      Sumber Air

Air merupakan kebutuhan mutlak bagi ikan, sebab seluruh hidupnya berada dalam air.Namun demikian, tidak semua air dapat digunakan untuk memelihara ikan.Sumber air yang digunakan untuk mengairi tambak ikan nila salin harus memenuhi syarat, baik kualitas maupun kuantitasnya, dan tersedia sepanjang tahun.

Lahan tambak sebaiknya dibangun di dekat muara sungai atau di dekat jaringan irigasi atau di dekat sumber air tawar lainnya yang mampu mensuplai air sepanjang tahun, terutama di musim kemarau.Lahan pertambakan sebaiknya juga dekat dengan sumber air asin (laut). Sehingga tambak akan mempunyai sumber air yang dapat menjamin pasokan air payau yang diperlukan sepanjang tahun (Poernomo, 1992).

Ada beberapa parameter kualitas air perlu diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan budidaya ikan nila salin di tambak, yaitu : bersih, memenuhi derajad kemasaman, memenuhi produktivitas primer (kesuburan air), tingkat sedimentasi rendah, kelarutan oksigen tinggi, suhu, salinitas, kondisi pasang surut sumber air.

3)      Pasang Surut

Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi pasok air dan buang air dalam mengoperasikan tambak adalah sifat pasang surut.Agar kelancaran pengelolaan terjamin baik dengan biaya yang kecil, perlu diperhatikan kondisi pasang surut yang menguntungkan.

Poernomo (1992) berpendapat bahwa lokasi yang fluktuasi pasangnya sedang (kisarannya maksimum antara 20 – 30 dm dan rataan amplitudonya antara 11 – 21 dm) adalah layak bagi pengelolaan pertambakan di kawasan intertidal. Lokasi yang fluktuasi pasangnya besar (40 dm atau lebih) akan menimbulkan masalah, karena diperlukan pematang yang besar untuk melindungi tambak dari pasang tinggi dan sebaliknya menimbulkan kesukaran mempertahankan air didalam tambak pada saat surut rendah. Kawasan yang amplitudo pasangnya sangat kecil (kurang 10 dm) akan dihadapkan pada masalah pengisian dan pembuangan air dari tambak karena tidak dapat dilaksanakan secara sempurna.

4)      Topografi dan Elevasi

Lokasi pertambakan sebaiknya tidak pada tempat yang tanahnya bergelombang atau curam, sebab akan memerlukan banyak biaya untuk penggalian dan perataan tanah. Penggalian tanah yang banyak dan terlalu dalam akan menyebabkan lapisan permukaan yang subur terbuang. Daerah dekat sungai dan pantai pada umumnya merupakan tempat yang baik untuk petambakan (Poernomo, 1992).

Menurut Poernomo (1992), lokasi pertambakan sebaiknya juga dipilih di tempat yang mempunyai elevasi tertentu agar memudahkan pengelolaan air, sehingga tambak cukup mendapatkan air pada saat terjadi pasang harian dan dapat dikeringkan pada saat surut harian. Lahan yang hanya dapat diairi pada saat terjadi pasang tertingi kurang baik untuk dijadikan tambak.

  • Aspek Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana merupakan aspek pendukung yang penting dalam aktivitas suatu usaha budidaya tambak.Sarana produksi seperti ketersediaan benih nila salin, pakan (buatan), obat-obatan serta sarana produksi lainnya. Prasarana penunjang juga sangat penting guna pendukung pada kegiatan usaha perikanan budidaya ikan nila salin di tambak, seperti adanya saluran tambak yang memadai.

  • Aspek Pemasaran

Secara umum aspek pasar ikan nila salin memiliki pangsa pasar yang ditingkat lokal.Ikan Nila hasil tambak menurut sebagian orang mempunyai kualitas daging yang lebih baik, lebih kompak, padat dan kenyal. Mungkin ini terjadi karena faktor kadar garam di perairan yang cukup tinggi. Selain itu, setelah beberapa jam pasca pemanenen, daging ikan nila hasil dari tambak ini juga tidak mudah lembek, seperti halnya daging ikan nila yang dibudidayakan di waduk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *