ANOMALY IKLIM SAMUDRA DAN EKOLOGI DARI LAUTAN UTARA (OCEAN CLIMATE ANOMALIES AND THE ECOLOGY OF THE NORTH SEA)

Abstrak
Perubahan jangka panjang pada plankton di laut utara telah diinvestigasi menggunakan data dari survey continuous plankton recorder (CPR). Dalam 4 dekade tampak telah terjadi 2 perubahan besar dalam data plankton yang terjadi pada akhir tahun 1970 dan akhir tahun 1980. Kondisi iklim yang tidak biasa menyebar luas selama 2 periode tampaknya memuat elemen-elemen penting hidrografi yang melibatkan penyerangan samudera ke laut utara. Berfokus kepada hubungan antara jangka panjang perubahan biologi laut utara dan 2 peristiwa hidro-iklim yang luar biasa. Disini, kita menunjukkan bahwa variabilitas atmosfer dan perubahan suhu pada daerah tersebut memiliki pengaruh dominan terhadap lingkungan laut, penelitian kelautan tentang ekologi lingkungan semi tertutup seperti laut utara mungkin diabaikan dimasa lalu.
Latar belakang
Di atlantik utara atmosfer yang paling dominan adalah atmosfer atlantik utara osilasi, North Atlantik Oscillation (NAO). Yang menyumbang setidaknya sepertiga dari total variansi tekanan permukaan laut (Dickson & Turrell 2000). Dengan indeks iklim yang mengintegrasikan sebagian besar parameter metereologi, ini telah menjadi hal yang berguna bagi interperensi interaksi biofisik dalam jangka waktu yang panjang dari kedua lautan dan darat lingkungan (Ottersen et al. 2001). Sebagai contoh osilasi dan kecenderungan telah tercermin dalam kelimpahan dan tempat migrasi plankton di timur laut atlantik pada skala satu decade (Fromentin & Planque 1996). Namun, beberapa yang paling menonjol adalah pegeseran struktur komunitas plankton dan nilai ekstrim (tinggi dan rendah) dari komunitas plankton. Terutama dilaut utara, tidak bisa diprediksi secara langsung pada indeks NAO. Kadang-kadang iklim yang terjadi memiliki efek yang ekstrim terhadap elemen oseanografi, kecenderungan pada indeks NAO atau memiliki efek yang sangat tinggi, mereka dapat mengambil bentuk perubahan dari biologi terkenal. (Edwards et al. 2001a). Secara khusus, 2 perubahan oseanografi merupakan periode yang luar biasa. Periode pertama pada akhir tahun 1970 terkait dengan kondisi dingin-boreal, sedangkan periode yang kedua terjadi pada akhir tahun 1980-an yang dikaitkan dengan iklim hangat-sedang. Hubungan antara perubahan jangka panjang pada plankton dicatat oleh survey continuous plankton recorder (CPR) di laut utara.
Survey dari CPR, yang dimulai dilaut utara pada tahun 1931, adalah salah satu dari beberapa pemantaun biologi dalam jangka waktu yang panjang dan satu-satunya pada skala mengenai cakupan sistematis di laut utara mengenai ruang dan waktu. Menggunakan data yang dicatat oleh survey CPR, beberapa plankton yang umum diperiksa, termasuk penilaian terhadap biomassa fitoplankton/struktur dan komponen yang holozooplankton dan komunitas meroplankton.
Bahan-bahan dan metode
Survey dari CPR adalah program monitor plankton dalam jangka panjang yang terdiri dari jaringan CPR transek, ditarik perbulan digeografis utama wilayah atlantik utara. Pada rute standar tertentu yang tidak terputus perbulannya akan kembali ke 1948. CPR adalah kecepatan sample tertinggi (biasanya antara 10 dan 18 knot). Sample pada kedalaman sekitar 7 m menggunakan penyaringan dengan ukuran mata jaring 270 µm. setelah uji coba, CPR kembali ke laboratorium untuk analisis rutin yang melibatkan perkiraan dari biomassa fitoplankton (indeks warna fitoplankton) dan identifikasi (sampai dengan 450 jenis yang berbeda) dan kuantifikasi dari jenis zooplankton dan fitoplankton (warner & hays 1994) menggunakan data biologi yang yang dicatat oleh survey CPR, beberapa jenis dari fitoplankton telah diperiksa meliputi penilaian terhadap biomassa fitoplankton/stuktur dan komponen dari holozooplankton (kelimpahan total copepoda) dan meroplankton (kelimpahan larva decapoda) komunitas. Data yang tercantu pada CPR tersebut memasukkan kurang lebih 600 sample yang diambil dilaut utara antara tahun 1960 dan 1995. Survey CPR mencatat biomassa dari plankton (indeks warna) merupakan referensi dari grafik warna standar untuk mendapatkan perkiraan kuantitas dan kepadatan fitoplankton dicatat karena perubahan warna visual pada CPR dihasilkan pigmen klorofil hijau. Pigmen hijau merupakan kloroplas dari sel yang rusak dan kecil. Flagellata unarmoured yang cenderung hancur ketika bersentuhan dengan formaldehyde (media penyimpanan untuk sutra CPR).
Untuk penilaian dari kecenderungan komunitas fitoplankton, analisis komponen utama (PCA) dilakukan secara teroisah pada kumpulan diatom dan dinoflagellata. Procedur memberikan ringkasan informasi yang dominan data fitoplankton yang ditetapkan dengan menjelaskan jumlah variansi terbesar dalam kumpulan fitoplankton. Pada data fitoplankton tercatat data frekuensi dibawah 1 % pada sampel CPR (kurang lebih 20 dinoflagellata dan 30 spesies diatom). Meskipun memiliki varian yang besar dari diatom dan dinoflagellata data dari survey CPR tidak bias dijadikan sebagai contoh dari masing-masing spesies (Robinson 1970). Data asli merupakan perubahan log untuk data normal dan berat pada analisis PCA dengan spesies varian. 2 dari 9 kumpulan indicator yang diajukan oleh Beaugrand (2002) digunakan data untuk jangka panjang di sub-artik dan kumpulan copepoda sedang di laut utara. Asosiasi pertama mengubah tentang spesies yang terdapat pada iklim sedang: Rhincalanus nasutus, Eucalanus crassus, Centropages typicus, Candacia armata dan helgolandicus Calanus. Kumpulan spesies yang kedua terdiri dari spesies sub-artik terutama di gyre sub-artik, barat Norwegia dan dibagian utara laut utara: Calanus finmarchicus, Euchaeta norvegica, Heterorhabdus norvegicus dan Scolethricella spp. Pertama jumlah spesies yang termasuk dalam kedua kumpulan dihitung untuk setiap sampel CPR di pusat laut utara (0-10º E, 53-58º). Kedua, nomor dari spesies dibuat tumbuh dengan dengan upaya sampling (Beaugrand & Edwards 2001), prosedur khusus untuk menjamin kedua seri waktu tidak terpengaruh oleh perbedaan dalam sample sepanjang masa uji coba. Untuk setiap tahun, rata-rata jumlah per satuan dihitung dengan memilih secara acak nomor konstan dari CPR ditempat yang telah dipilih. Ini merupakan jumlah dari sampel CPR dari wilayah tersebut dan persentase data yang hilang. Jumlah konstan tetap 10. Prosedur ini diterapkan tiap tahun pa 2 mo (x6 periode) dan kecerahan/kegelapan (x2 periode) dalam rangka memperhitungkan semua sumber penting dari variabilitas (Beaugrand 2001). Akhirnya, rata-rata tahunan dihitung jika jumlah maksimum data yang hilang adalah 35 psu) dibagian utara laut utara dari 30% sampai 50% dipada awal tahun 1970-an sampai 0% diakhir tahun 1970-an. Bagian permukaan laut atlantik berlanjut dibawah 20% sampai akhir 1980-an. Kesamaannya, becker dan pauly (1996) mencatat bahwa bagian terluar dari alur bagian utara laut atlantik (dikategorikan oleh 35 psv isohaline) timbul untuk dibatasi dibagian utara laut utara dengan perubahan temperature yang negative (terutama tahun 1970).

Corten (1990) dan corten bersama van de kamp (1992) menyarankan sebagian besar tinjauan peralihan ketersediaan ikan pelagis di laut utara (terjadi kemunduran pada ikan hering pada akhir tahun 1970) bisa dikatakan karena penurunan air atlantik dan perubahan sirkulasi dilaut utara dalam periode ini. Sebagai contoh: stok telur ikan dulu 50.000 di tahun 1977 perbandingan yang ditaksir 1.400.000 di tahun 1990. svendsen dan kawan-kawan (1995) memperlihatkan bahwa migrasi stok ikan makarel sebelah barat kelaut utara (tergantung pengangkutan air dari atlantik) rendah setiap waktu pada akhir 1970.
Walaupun tak dapat disangkal dengan sangat kuat bukti untuk menganjurkan sesuatu yang sangat luar biasa terjadi dilaut utara pada akhirnya 1970 (dari kedua data tertera waktu fisika dan biologi). Terpisah dari pengalaman temperature yang sangat dingin dilaut utara selama akhir 1970. (yang mana akan dijelaskan penurunan jenis mikrobentos dan pertambahan jenis boreal). Bagaimana bisa GSA memberi efek pada ekologi dilaut utara? Ini mungkin karena keadaan dingin, salinitas rendah, menyebabkan musim air dingin secara terus menerus dan mengalami thermo-halocline. Sebagai contoh, ketika GSA melewati kanal rockall turun tajam paling sedikit 1000 m (becklin dan kawan-kawan, 1998). Membuat massa air sangat stabil dan boleh jadi, mengacaukan proses pencampuran didalam air. Lindeboom dan kawan-kawan, 1995) memperimbangkan bahwa pemindahan air samudra dikarenakan oleh GSA yang mempunyai komposisi bahan kimia lengkap yang berbeda dan mungkin telah dimulai perubahan biologi pada akhir 1970. Bagaimanapun para peneliti ini tidak menyediakan beberapa bukti untuk mendukung teori ini. Analisis perincian dalam nutrient (fosfat dan nitrat) dari 1 titik stasiun dilaut utara tidak teridentifikasi beberapa perubahan signifikan pada tahun 1970. Corten (1990) turrel dan kawan-kawan (1996) menyarankan perubahan sirkulasi dilaut utara, lebih baik daripada efek langsung dari perbedaan temperature dan salinitas. Dikarenakan perubahan ekologi (seperti stok ikan pelagis) terlihat dilaut utara selam akhir 1970.

Jika badan air yang dingin telah bertambah kedalam laut utara selama akhir 1970. Kemungkinan ada beberapa fakta dari spesies inidkator yang tercatat oleh peneliti CPR. (gambar 4.a) memperlihatkan bahwa spesies zooplankton tercatat didalam laut utara dari tahun 1960 dampai 1995. Sejak tahun 1960, kejadian spesies sub-artik dilaut utara telah mengalami kemunduran secara stabil. Bagaimanapun ada sebuah puncak dalam kejadian ini selama tahun 1970 dan awal 1980 (gambar 4.a) kejadian spesies zooplankton yang dihubungkan dengan kondisi samudra yang bersuhu hangat rendah disepanjang waktu dilaut utara selama periode ini (gambar 4.b) gambar 4c menunjukkan kejadian indicator spesies boreal-artik calanus hyperboreus tidak mencapai level yang tinggi dilaut utara pada akhir tahun1970 spesies air dingin yang lainnya juga mencapai puncak pada tahun ini, sebagai contoh, Ceratium
longipes telah ditemukan 5 selisih standar yang berada diatas jangka waktu. Berarti mengalami kelimpahan ditahun 1979. Bagaimanapun mencapai level tingkat tinggi setiap waktu selama akhir tahun 1970. Diatom Navicula Planamembranacea biasanya ditemukan diboreal-artik atlantik terutama didaerah sekitar islandia dan Greenland dan harus memasuki kelaut utara selama periode ini melalui adveksi, Demikian pula, besar copepoda laut Metridia longa, Euchaeta norvegica dan hyperboreus Calanus hanya bisa memasuki Laut Utara melalui adveksi spesies-spesies yang belakangan ini dipelihara kemudian dikeluarkan untuk kebanyakan daur hidup mereka yang didalam air yang kedalamannya (500-1000 m) dan hanya migrasi kepermukaan selama musim sem, dan menetap di zona euphotik walaupun spesies-spesies ini melimpah di air yang lebih dingin di atlantik bagian utara terdapat juga di air dingin dipesisir norwegia (data dari survey CPR).
Walaupun salah satu penjelasan yang tidak mungkin untuk spesies-spesies ini yang dilaut utara melalui adveksi, kemungkinan memasuki kedalaman laut utara melalui norwegia, ini tidak sama bahwa mereka telah muncul dari barat laut atlantik sama dengan rute yang diperkirakan oleh GSA yang dikatakan oleh Dickson dan kawan-kawan, (1988). Teori ini akan berarti bahwa populasi dari spesies ini yang akan dipakai sampai 10 tahun perjalanan disekitar gyre sup-polar sebelum mereka memasuki laut utara. Ini lebih mirip bahwa spesies ini berasal dari lepas pantai norwegia dan memasuki laut utara atau ketika memasuki atlantik yang hangat dan dinginnya air dari utara menembus lebih jauh keutara.
Sebuah hipotesa alternatif GSA yang disarankan oleh dooley dan kawan-kawan (1984) yang mengatakan bahwa GSA dan perubahan suhu kebarat dari kepulauan inggris diamati pada akhri 1970, disebabkan oleh skala besar pergeseran arah timur dari depan polar. Sedangkan Hansen dan Kristiansen (1994) tidak setuju dengan Dickson dan kawan-kawan (1998) tentang bagaimana perubahan terjadi dari satu daerah kedaerah lain ditimur laut atlantik, mereka menyarankan bahwa atlantik utara lancar mentransfer salinitas yang sinyal positif ketimur laut atlantik (wilayah faroe-shetland) sedangkan timur islandia kini (yang berasal dari utara islandia) mengangkut sinyal negatif. Perubahan keseimbangan antara arus, dengan melemahnya air diatlantik maka akan semakin lancar air ketimur islandia. (Hansen dan Kristiansen 1994) bisa menjelaskan tentang GSA diwilayah ini. Turrel dan kawan-kawan (1996) juga mendukug hipotesis ini dan menyarankan bahwa ketika atlantik sedikit air masuk kekanal faroe-shetland, sumber proporsi yang lebih besar dari air pada semua kedalaman diturunkan dari rendahnya salinitas air. Blindheim dan kawan-kawan (1996) menyarankan bahwa peningkatan pasokan air dari kutub utara timur islandia lancar pada tahun 1970-an, jauh memperkuat GSA dilaut nordik, terutama di laut norwegia selatan. Jika ini benar, itu lebih mungkin bahwa spesies indicator yang adveksi kelaut utara selama satu periode ini bukan oleh sirkulasi pilin sub-kutub, atau bahwa ketika masuk atlantik hangat dingin paling lemah, air dari utara menembus lebih jauh keutara laut. Walaupun ada perselisihan tentang penjelasan GSA, masih diragukan lagi salah satu oseanografi peristiwa paling penting telah terjadi diatlantik utara selama 50 tahun terakhir. Selanjutnya, blindheim dan kawan-kawan (1996) menyatakan bahwa perubahan salinitas di atlantik timur laut (khususnya dilaut nordik) tidak hanya disebabkan oleh perubahan sirkulasi pilin sub-kutub tetapi juga pengaruh langsung ketimur islandia. Perubahan ini dalam osenografi dari atlantik utara kemungkinan paling bertanggung jawab untuk jangka waktu cold-boreal diutara laut selama tahun 1970-an, yang terwujud melalui banyak perubahan yang diamati dalam biologi laut utara selama ini.
Temperatur panas pada akhir tahun 1980-an
Pada akhir tahun 1980 suhunya hangat. Sebaliknya, pada akhir 1970-an peristiwa cold-boreal, dengan laut utara ditandai dengan salinitas tinggi dan suhu sebagai lawan dingin, rendahnya kondisi salinitas terlihat pada akhir 1970-an. Dari tahun 1988 dan seterusnya, indeks NAO meningkat menjadi positif tingkat tertinggi di amati pada abad ke 20. Ini di tambah dengan bakti untuk peningkatan arus masuk atlantik relative hangat ke laut utara. Bersama untuk menghasilkan laut yang beriklim hangat untuk laut utara selama periode 1980-an dan awal 1990-an. Sementara SST perubahan di laut utara dapat di jelaskan terutama proses pertukaran local udara-laut, yang tergantung pada sirkulasi atmosfer di atlantik utara (diukur dengan NAO indeks), perubahan SST yang lebih besar (positif atau negatif) terkait dengan perubahan salinitas di atlantik utara timur dan laut utara (Becker dan Pauly 1996). Di daerah sekitar kepulauan inggris, musim dingin 1988/1989 adlah sangat ringan, dengan rata-rata suhu permukaan laut utara berkisar antara 1 dan 3oC di atas normal dan suhu udara sampai 2,5 oC di atas perubahan dengan hormat kepada mereka antara 1961 dan 1960 (Hadle centre, inggris database iklim, pers.com). perubahan suhu positif di udara diatas kepulauan inggris dan SST di laut utara bertahan sepanjang sisa tahun. Menurut data SPL di pesisir Norwegia, musim dingin pada tahun 1990 mungkin akan panas sejak pengukuran yang di mulai pada tahun 1870 (Danielssen dkk 1996). Becker dan Dooley (1995) melaporkan bahwa selama akhir 1980-an dan awal 1990 tingkat salinitas di selat inggris, selatan laut utara dan teluk jerman yang sangat tinggi. Heath dkk (1991) juga melaporkan aliran air dengan salinitas sangat tinggi dalam januari 1990 dari Pantai Norwegia (58-59o LU 3,5 -4,0 o BT). Nilai-nilai yang melebihi apapun di catat sebelumnya di laboratorium kelautan, Aberdeen, pencatatan di mulai sejak tahun 1970. Puncak salinitas tertinggi terjadi pada tahun 1989 dalam jangka waktu dari salinitas sepanjang bagian Isle-Muken Fair (Belkin dkk 1998). Turrell dkk (1996) juga mencatat tinggi salinitas di akhir tahun 1980-an di kanal Faroe-Shetland dan Daniellsen dkk (1996) melaporkan bahwa antara 1989 dan 1993, pintu masuk Skagerrak di tandai dengan salinitas sangat tinggi. Sundermann dkk (1996) menyarankan bahwa transisi yang relative cepat saliitas dan suhu di akhir 1970-an ke 1980-an bisa menunjukkan pergeseran rezim hidrografis. Tanggapan biologis akhir 1980-an dan awal 1980 sangat luar biasa. Pada tahun 1989 , fitoplankton

Gambar. 5. (a) CPR-Survei penilaian biomassa fitoplankton (indeks warna) selama bulan-bulan musim dingin (Desember, Januari, Februari) di Laut Utara 1960-1995. (b) Contoh perubahan fenologi terlihat pada plankton dicatat oleh CPR survei sejak akhir 1980 an. Grafik menunjukkanjangka panjang siklus musiman spp Protoperidinium. (garis cahaya) 1960-1988 dan siklus musiman 1989-1995 (garis gelap). Catatan tren untuk dinoflagellata umum spesies muncul awal tahun selama tahun 1990-an
Variabilitas dari Atlantik masuk ke dalam Laut Utara bisa, karena itu, telah mendalam implikasi untuk sirkulasi dan ekologi Laut Utara. Ada beberapa bukti dari data dicatat dalam Skagerrak bahwa perubahan diucapkan dalam tingkat gizi memang terjadi di akhir 1980-an (Dahl & Danielsen 1992). Laut Utara juga mengalami masuknya jumlah spesies laut belum pernah terjadi sebelumnya,termasuk tunicates kelautan (Lindley et al 1990.). Gambar. 4b menunjukkan spesies zooplankton berhubungan dengan hangat subtropis kondisi kelautan mencapai puncaknya di Utara Laut di akhir 1980-an dan awal 1990-an (dekat sebanding dengan kenaikan temperatur). Gambar. 4c menunjukkan puncak di kelimpahan dari spesies copopod Euchaeta hebes terjadi pada akhir tahun 1980an. Jenis ini tidak alami penduduk di Laut Utara dan berhubungan dengan kelautan rak tepi perairan di sebelah barat Kepulauan Inggris. Hal ini Oleh karena itu kemungkinan bahwa air Atlantik pemasukan adalah berasal dari asal yang lebih selatan dan dilakukan utara di tepi rak saat ini (Edwards et al 1999.).Kröncke et al. (1998) melaporkan peningkatan mendadak macrofaunal biomassa di Laut Utara selatan selama akhir 1980-an dan Greve et al. (1996) melihat tinggi jumlah spesies plankton laut di Helgoland Jalan time series selama periode ini. Beukema (1992) menyarankan bahwa perubahan struktural yang diamati dalam makrobentos masyarakat di selatan Laut Utara (Wadden Laut) selama musim dingin yang berkepanjangan ringan berpengalaman di akhir 1980-an lebih serius dari yang diamati selama satu dekade eutrofikasi. Data stok ikan juga menunjukkan bahwa ada peningkatan aliran air laut, berasal dari sepanjang lereng kontinen, ke Laut Utara. Misalnya, peneliti telah memperhatikan perkembangan utara spesies tropis di sepanjang barat landas kontinen Irlandia sejak akhir 1980-an (misalnya Quero et al. 1998). Sebuah invasi oleh dactylopterus Helicolenus biru-mulut di utara Laut Utara terjadi di 1990/91 al (et Heessen. 1996). Spesies ini biasanya ditemukan pada kedalaman 200 sampai 800 m di atas landas kontinen rendah ke barat Kepulauan Inggris. Laporan biru-mulut yang terjadi di Laut Utara selama abad terakhir ini sangat jarang, namun, sejak tahun 1991, telah tertangkap sepanjang distribusi yang luas di Laut Utara, mungkin sebagai akibat dari perubahan larva drift (Heessen et al 1996.). Perubahan distribusi yang Clupea ikan haring Gadus sekitar waktu ini juga telah diamati (Corten & van de Kamp 1992). Selain itu, penangkapan trachurus makarel kuda Trachurus meningkat secara dramatis di Laut Utara dari akhir 1980-an dan seterusnya dan ini tampaknya berhubungan dengan peningkatan transport air Atlantik ke Laut Utara (Reid et al 2001.). The perubahan besar di Laut Utara diamati selama periode ini dianggap seperti besarnya signifikan telah disebut sebuah rezim ‘pergeseran ‘(Reid et al 2001.). Sejak akhir tahun 1980an, fitoplankton biomassa (Gambar 5a) juga tetap tinggi dalam Laut Utara, terutama di musim dingin, dan ada banyak contoh perubahan yang terjadi fenologi dalam kumpulan plankton (Gambar 5b). persentase kontinyu biomassa fitoplankton tinggi dan pergeseran permanen dalam siklus musiman di seluruh 1990-an, dapat menunjukkan yang lebih permanen yang didirikan ekologi rezim di Laut Utara. Perubahan terlihat pada plankton selama tahun 1990-an, mungkin telah dibesar-besarkan pada perubahan akhir 1980-an, yang dapat berubah menjadi lebih, dan dapat diberikan kepercayaan untuk hipotesis.

KESIMPULAN

Sementara variabilitas atmosfer memainkan peran kunci dalam keseluruhan jangka panjang dan regional pola plankton (Fromentin & Planque 1996, Edwards et al 2001a.), pengaruh kelautan pada ekosistem Laut Utara telah diabaikan di masa lalu. Secara biologis penyimpangan
dan pergeseran plankton komunitas plankton dicatat oleh survei CPR berkaitan dengan perubahan oseanografi kejadian terlihat selama 1970-an dan awal 1980-an dan 1980-an dan awal 1990-an. Periode pada akhir 1970-an dan 1980-an awal perubahan Laut Utara, ditandai oleh berkurangnnya salinitas dan suhu terutama disebabkan oleh tidak biasanya tekanan kondisi air dan perubahan di Utara secara keseluruhan di Atlantik saat ini. Di Laut Utara selama 1970-an, ada pengurangan awal masuknya air atlantik yang diikuti oleh perubahan salinitas dan perubahan peredaran Laut Utara (Corten 1990, Turrell et al 1992.). Penurunan inflow yang pada umumnya lebih hangat perairan Atlantik Utara saat ini dan kedatangan GSA di Laut Utara bersama-sama untuk menghasilkan iklim cold-boreal di Laut Utara. Tekanan fisik mungkin telah diprakarsai oleh penurunan aliran oleh Atlantik Utara Saat ini, dengan demikian, memungkinkan suatu pembukaan untuk air dingin dari utara ke selatan lebih jauh menembus. Sebuah kejadian sebaliknya terjadi pada akhir 1980-an, ditandai dengan suhu tinggi dan salinitas. angin barat yang kuat pada 1980-an (yang disebabkan oleh tingginya nilai-nilai NAO positif) diproduksi dengan suhu yang tinggi di sekitar Kepulauan Inggris. Ini, ditambah dengan bukti-bukti untuk peningkatan arus hangat, air berasal dari Atlantik selatan ke Utara Laut (mungkin melalui Shelf Edge Lancar), bersama-sama untuk menghasilkan iklim samudra yang sangat hangat di Laut Utara selama akhir 1980-an dan awal periode 1990-an. Dari bukti-bukti yang disajikan dalam tulisan ini, besar perubahan ekosistem terjadi sekitar dua perubahan fisik yang mempengaruhi semua tingkat trofik dari fitoplankton sampai ikan. kedua periode tampaknya telah ditandai dengan serbuan samudra ke Laut Utara, satu boreal dalam asal lusitanian lainnya. Sementara sebagian besar perubahan sinkron dalam ekosistem Laut Utara sekitar 2 periode ini mungkin menyarankan hubungan antara biologi dan kelautan inflow ke Laut Utara, sebagian besar tidak jelas yang mekanisme bertanggung jawab atas perubahan yang diamati. Misalnya, masih terbuka untuk pertanyaan apakah perubahan biologis yang berhubungan dengan temperaturemediated
respon, sirkulasi perubahan dalam Laut Utara, kimia perubahan didorong melalui samudera
influxes atau kombinasi dari banyak faktor. Tentu saja ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa besar struktural perubahan yang diamati dalam komunitas makrobentos dari Laut selatan Utara dapat dijelaskan oleh keparahan (1970-an) dan kelembutan (akhir 1980-an) dari musim dingin
(Beukema 1992). Ini tidak bisa, bagaimanapun, semata-mata menjelaskan semua perubahan ekologi yang diamati selama dua kejadian ini. Hal ini juga masih belum diketahui apakah
fitoplankton dikontrol atau dimediasi atau apakah tingkat trofik itu hanya menanggapi yang sama stimulus lingkungan, walaupun ada beberapa bukti dari elemen antara fitoplankton dan
bentik. Meskipun demikian, kita masih menyarankan bahwa kondisi laut perubahan iklim laut telah jauh mencapai konsekuensi terhadap ekologi Utara Laut dan dikatakan penyebab utama yaitu pergeseran ekosistem daripada kecenderungan osilasi di atmosfer atau gangguan antropogenik. Selanjutnya, kita menyimpulkan bahwa sementara volume kelautan air yang masuk ke Laut Utara adalah cukup ekologi pentingnya, sumber asli dari air ini, dari proses lebih jauh, mungkin sama atau lebih begitu.
Ucapan Terima Kasih. Survei CPR didukung oleh pendanaan konsorsium yang terdiri dari: Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC), Persatuan Pembangunan Bangsa Industri
Organisasi (UNIDO), Komisi Eropa dan badan-badan dari Kanada, Denmark, Belanda,
Inggris dan Amerika Serikat. Survei ini tergantung pada sukarela kerjasama pemilik, master dan awak pedagang kapal yang tow yang CPRS pada rute reguler. Kami ingin terima kasih CPR tim survei dulu dan sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *