1. Rata-rata Suhu udara bulanan beserta musim di Indonesia (15o30’LU – 15c30’LS dan 88o30’ – 145o30’ BT) dan Eropa (35o -70o LU dan 30o BB – 55o BT).
a. Dengan menggunakan data Suhu udara reanalisis data NCEP/NCAR tahun 2006-2007, plot dan analisis Suhu udara rata-rata untuk setiap bulannya di Indonesia.
b. Indonesia memiliki 4 musim dengan dua diantaranya merupakan musim peralihan.
4 Musim tersebut adalah: musim barat (Desember – Februari), musim peralihan 1 (Maret-Mei), musim timur (Juni-Agustus) dan musim peralihan 2 (September-November). Analisis Suhu udara untuk setiap musim di Indonesia.
c. Eropa juga memiliki 4 musim, yaitu: Musim Dingin (Desember-Februari), musim Semi (Maret-Mei), Musim Panas (Juni-Agustus) dan musim Gugur (September-November), masih menggunakan data Suhu udara reanalisis data NCEP/NCAR tahun 2006-2007, plot dan analisis Suhu udara di Eropa untuk setiap musimnya. Bandingkan Suhu udara di Eropa untuk setiap musimnya dengan Suhu udara di Indonesia juga untuk setiap musimnya.

2. Analisis rata-rata Suhu udara bulanan 3 tahun sebelum dan sesudah Tsunami di Banda Aceh (5o30’ LU dan 95o20’ BT).
a. Plot rata-rata Suhu udara bulanan di Banda Aceh 3 tahun sebelum dan sesudah Tsunami (2002-2007) dan apakah Suhu udara mengalami kenaikan di setiap tahunnya, silahkan dianalisis !
b. Setelah Tsunami Suhu udara di Banda Aceh terasa sangat panas, tugas anda adalah menghitung Heat Indeks rata-rata Suhu udara bulanan di Banda Aceh selama tahun 2005 menggunakan persamaan berikut
HI=16.923+((1.85212*10-1)T)+(5.37941*RH)-((1.00254*10-1)T*RH)
+((9.41695*10-3)*T2)+((7.28898*10-3)*RH2)+((3.45372*10-4)*T2*RH)
-((8.14971*10-4)*T*RH2)+((1.02102*10-5)*T2*RH2)-((3.8646*10-5)*T3)
+((2.91583*10-5)*RH3)+((1.42721*10-6)*T3*RH)
+((1.97483*10-7)*T*RH3)-((2.18429*10-8)*T3*RH2)
+((8.43296*10-10)*T2*RH3)-((4.81975*10-11)*T3*RH3) (1)
Di mana RH = Kelembapan relatif (%).
T = Suhu udara (oC).
Bandingkan hasil Heat Indeks yang diperoleh dengan rata-rata Suhu udara bulanan di Banda Aceh dan analisis !.
3. Kita ingin mengetahui Suhu dunia per musim tahun 2004-2005.
a. Plot dan analisis Suhu udara per musim, yaitu : Musim Dingin (Desember-Februari), musim Semi (Maret-Mei), Musim Panas (Juni-Agustus) dan musim Gugur (September-November), untuk seluruh wilayah di Bumi (90o LU – 90o LS dan 180oBB – 180o BT).
b. Plot suhu udara tahun 2004 di lokasi yang telah ditentukan
i. Fairbanks, Alaska (64o 50’ LU dan 147o 48’ BB)
ii. Tokyo, Japan (35o41’ LU dan 139o46’ BT)
iii. Rio de Janeiro, Brazil (22o50’ LS dan 43o20’ BB)
iv. Benghazi, Libya (32o06’ LU dan 20o06BT)
v. Jakarta, Indonesia (6o11’ LS dan 106o45’ BT).
vi. Sydney, Australia (33o52’ LS dan 151o179 BT)
vii. Harare, Zimbabwe (17o50’ LS dan 30o52 BT)
viii. Roma, Italia (41o52’ LU dan 12o37’BT)
ix. Miami, Florida (25o45’ LU dan 80o11’ BB)
x. Madras, India (13o LU dan 80o11’ BT)
Bagaimana keadaan Suhu udara di wilayah tersebut (suhu tertinggi dan terendah
serta rentang diurnal suhu tersebut) dan analisis keadaan suhu di kota-kota
tersebut dengan bahasa sederhana
c. Sebagian besar wilayah yang berada di lintang menengah mengalami gelombang panas pada musim semi hingga musim panas, contohnya pada tahun 2004 di Los Angeles (34oLU dan 118o15’ BB) dan di Berlin (52o28’ LU dan 13o26’BT). Tugas anda adalah menghitung Heat Indeks di kedua kota besar tersebut dengan persamaan di bawah ini.

HI=16.923+((1.85212*10-1)T)+(5.37941*RH)-((1.00254*10-1)T*RH)
+((9.41695*10-3)*T2)+((7.28898*10-3)*RH2)+((3.45372*10-4)*T2*RH)
-((8.14971*10-4)*T*RH2)+((1.02102*10-5)*T2*RH2)-((3.8646*10-5)*T3)
+((2.91583*10-5)*RH3)+((1.42721*10-6)*T3*RH)
+((1.97483*10-7)*T*RH3)-((2.18429*10-8)*T3*RH2)
+((8.43296*10-10)*T2*RH3)-((4.81975*10-11)*T3*RH3) (1)
Di mana RH = Kelembapan relatif (%).
T = Suhu udara (oC).