Barang kali, secara keseluruhan analisa ini menggunakan model cuaca yang diperoleh dari Europaen Center For Medium range Weather Forecast (ECMWF). Dia menghitung analisis permukaan, termasuk angin permukaan dan fluks panas, (lihat Bab 5) Setiap 6jam pada 1o (drajat) x 1o (drajat) grid dari batas eksplisit – model lapisan. Nilai pengukuran merupakan arsip pada 2,5o grid. Demikianlah peta angin dari model cuaca numerik tidak tampak detail pada peta dari data alat penghambur / scattermeter dimana memiliki 1/4o dari Grid.
Perhitungan ECMWF terhadap angin mempunyai keakuratan yang relatif baik. Freilich dan Durbar (1999) memperkirakan bahwa keakuratan kecepatan angin 10 m adalah ± 1,5 m/s dan ± 18o pada arah angin.
Keakurasian pada BBS (belahan bumi bagian selatan) kemungkinan sama baiknya dengan di BBU (belahan bumi bagian utara) karena benua tidak mengacaukan aliran seperti di BBU, dan karena scatterometer memberikan keakurasian posisi badai dan bagian akhir suatu lautan.
NOAA National Center for Environmetal Prediction dan US Navy juga menghasilkan analisis global dan ramalan tiap 6 jam.

REANALISIS DATA DARI MODEL CUACA NUMERIK. Analisis permukaan dari cuaca di beberapa bagian telah dihasilkan lebih dari ratusan tahun dan sejak 1950. Analisis permukaan dihitung dengan model nomerik dari sirkulasi atmosfer telah ada selama beberapa dekade.
Sepanjang periode ini, metode untuk menghitung analisis telah berubah secara konstan sepaerti meteorolog yang bekerja untuk membuat ramalan cuaca yang akurat. Fluks dihitung dari analisis yag tidak konsisten terhadap waktu. Perubahan ini dapat menjadi lebih besar dari variabilitas tahunan dari fluks (White, 1996). Untuk meminimalisis masalah ini, agen meteorologi telah mengambil arsip data cuaca dan mengreanalisisnya menggunakan model numerik terbaik untuk menghasilkan keseragaman, konsisten internal, dan analisa permukaan.
Reanalisa data digunakan untuk studi kelautan dan proses atmosfer di masa lampau. Analisis permukaan disebarkan setiap 6 jam dari agen cuaca digunakan untuk masalah yang memerlukan informasi terbaru. Sebagai contoh, jika kita merancang sebuah sruktur pesisir, kita akan mengamati analisis permukaan dan ramalan cuaca tiap 6 jam oleh agen meteorologi.

Sumber Reanalisis Data. Data fluks reanalisis permukaan tersedia dari pusat meteorologi nasional yang mengoperasikan model perkiraan cuaca numerik.

1. U.S. national centers for Environmental Predictions, bekerjasama dengan National Center for Atmospheric Research, telah dihasilkan reanalisis NCEP/NCAR yang berdasarkan data cuaca selama 51 tahun dari 1948 hingga 2005 menggunakan model ramalan cuaca versi 25 Januari 1995. Periode reanalisis diperluas kedepan untuk memasukkan semua update yang tertunda dalam tiga hari dalam menghasilkan data set. Reanalisis menggunakan observasi permukaan dan kapal ditambah data suara dari satelit. Produk reanalisis tersedia setiap enam jam pada grid T62 yang memiliki titik grid 192 x 94 dengan resolusi spasial 209 km dan dengan 28 level vertikal. Sub-set data reanalisis yang penting, termasuk fluks permukaan, tersedia pada CD-Rom (Kalnay et al., 1996; kistler et al. 1999).

2. European Centre for Medium-range Weather Forecasts ECMWF telah mengreanalisis 45 tahun data cuaca dari September 1957 hingga Agustus 2002 dengan menggunakan model ramalan cuaca tahun 2001 (Uppala et al. 2005). Reanalisis kebanyakan menggunakan data permukaan dan data kapal yang sama, yang digunakan oleh NCEP/NCAR reanalisis ditambah data dari satelit ERS-1 dan ERS-2 dan SSM/1. ERA-40 produk Full-resolution tersedia tiap enam jam pada grid N80 memiliki 160×320 grid point dengan resolusi spasial 1,1250 dan dengan level vertikal 60. ERA-40 produk basic-resolution teredia tiap enam jam dengan resolusi spacial 2,5o (drajat) dan level vertikal 23. Reanalisis mencakup model gelombang laut yang menghitung ketinggian gelombang laut dan spectra gelombang tiap enam jam pada grid 1,5o